Sinopsis dan Review In The Name of God: A Holy Betrayal, Ngerinya Kelakuan Pemimpin Kultus yang Pakai Nama Tuhan demi Nafsu

In The Name of God: Holy Betrayal mengangkat aksi sejumlah pemimpin kultus di Korea Selatan, termasuk Jung Myung Seok yang mengincar para wanita yang jadi pengikutnya.

Diperbarui 07 Maret 2023, 14:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Selain itu, dihadirkan pula orang-orang yang dianggap sebagai “setan” oleh pihak JMS. Mereka tak lain adalah orang-orang yang dengan penuh nyali mengungkap borok Jung Myung Seok—walau taruhannya adalah keselamatan diri dan keluarganya.

Bunuh Diri Masal hingga Insiden Garden Baby

Salah satu alasan mengapa In The Name of God: A Holy Betrayal ramai diperbincangkan, adalah penolakan keras dari pihak JMS. Diwartakan Variety, mereka bahkan sampai mengajukan gugatan kepada Netflix dan dan stasiun TV Korea MBC yang memproduksi tayangan ini, dan lantas dimenangkan oleh pihak JMS.

Namun pada 2 Maret lalu, Pengadilan Distrik Seoul Barat akhirnya menyatakan bahwa tayangan ini memiliki konten yang memadai, baik secara obyektif dan subyektif.

Selain JMS, dokumenter ini juga mengangkat soal insiden bunuh diri massal anggota Gereja Odaeyang dengan total 32 korban, termasuk sang pemimpin sekte, Park Soon Ja.

Ditampilkan pula insiden yang kerap disebut “Baby Garden” pada 1996 di mana seorang anak berusia tujuh tahun dibunuh karena dianggap memiliki iman yang kurang. Terakhir adalah teror Gereja Manmin yang berusaha menghentikan siaran MBC soal pemimpinnya, Lee Jae Rock, pada 1999.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan