Sukses

Saling Sindir Di Media Sosial, Medina Zein Akui Terpancing Unggahan Zaskia Sungkar

Liputan6.com, Jakarta Medina Zein dan Zaskia Sungkar saling sindir di media sosial, setelah Polrestabes Bandung mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus dugaan penggelapan uang yang dituduhkan terhadap Irwansyah.

Terkait hal itu, Medina Zein mengakui kalau dirinya terpancing oleh status yang dibuat Zaskia Sungkar. Sehingga, Medina Zein membuat status balasan buat istri Irwansyah diakun media sosial miliknya.

"Enggak lah itu cuma ini aja, cuma terpancing aja. Namanya juga manusia, kan, pasti ada terpancing," ujar Media Zein di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2020).

2 dari 4 halaman

Tak Memulai

Medina mengaku tak memulai aksi saling sindir di media sosial dengan Zaskia Sungkar. Hanya saja ia menjelaskan bahwa kasus dugaan penggelapan uang ini hanya ditunda, setelah Zaskia Sungkar megucapkan syukur atas penghentian status kasusnya.

"Ya, yang duluan (nyindir) siapa gitu, kan, bisa dilihat gitu, kan. Saya juga di situ, kan, cuma tulis ditunda gitu. Ditunda itu maksudnya, ya, tertunda," jelas Medina.

3 dari 4 halaman

Tak Berakhir

Buat Medina Zein dengan SP3 yang dikeluarkan Polrestabes Bandung bukan menjadi akhir segalanya. Sebab masih ada celah lain dirinya untuk memperkarakan lagi kasus tersebut.

"Ini SP3 bukan akhir dari segalanya. Gitu, lho. Seperti Bang Razman bilang tadi, ini masih dikaji lagi. Ke depannya kita akan menempuh jalur hukum yang lain," lanjutnya.

 

 

 

 

 

4 dari 4 halaman

Kasus

Pada Oktober 2019, Medina Zein melaporkan Irwansyah ke Polrestabes Bandung dengan kasus dugaan penggelapan uang. Medina melapor dengan didampingi pengacara sekaligus suaminya, Lukman Azhari.

Laporan ini bermula dari kecurigaan Medina Zein mengenai adanya aliran dana dari PT Bandung Berkah Bersama yang masuk ke rekening PT Jannah Corp. Perusahaan tersebut diketahui dikelola oleh Irwansyah.

Nominalnya pun tak main-main. Dari rekening koran yang dipegang Medina Zein, ada aliran dana yang masuk, nilainya Rp 1,9 miliar.