Rayakan Pilpres AS dengan Menonton 6 Film Ini

Hari ini, 8 November 2016, warga AS sedang melakukan pemilihan presiden. Ikut rayakan pagelaran politik ini dengan 6 film tentang Pilpres AS

Diterbitkan 08 November 2016, 12:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tanggal 8 November 2016 adalah hari besar bagi warga Amerika Serikat. Pasalnya di hari ini, warga Negeri Paman Sam akan melakukan pemilihan umum, untuk memilih presiden (Pilpres AS) mereka selanjutnya yang akan menggantikan Barrack Obama.

Mungkin memang hal ini tidak memilih pengaruh secara langsung bagi kita warga Indonesia, namun bukan berarti hal itu tidak menarik untuk disimak. Rakyat AS saat ini memiliki dua orang calon presiden, Donald Trump dan Hillary Clinton.

Jalannya kampanye juga berlangsung seru, mulai dari drama saling cela antara para calon, sampai kampanye-kampanye menarik yang dilakukan oleh para artis Hollywood untuk mendukung jagoan mereka masing-masing.

Memang, jalannya pemilihan umum di Amerika Serikat bisa berlangsung layaknya pementasan drama, seru dan menegangkan. Tak heran jika kemudian banyak film-film dibuat berdasarkan pagelaran politik pilpres AS ini.

Beberapa di antaranya sangat layak ditonton, karena selain menampilkan akting yang bermutu, film-film ini juga bisa membantu kita sedikit banyak memahami alur politik AS.

Apa saja film-film tersebut? Liputan6.com telah memilihkan enam film terbaik tentang pilpres AS untuk Anda:

1. Wag the Dog (1997)

Dua minggu sebelum pemilihan, Presiden AS terlibat dalam skandal seks. Untuk membantu sang presiden keluar dari situasi tersebut, seorang penasehat kepresidenan bernama Winifred Ames (Anne Heche) memutuskan mereka butuh bantuan orang luar.

Dia lalu meminta bantuan seorang juru propaganda bernama Conrad Brean (Robert De Niro), yang kemudian mengatakan, cara terbaik adalah dengan menciptakan isu baru sebagai pengalihan.

Brean kemudian mendekati seorang produser Hollywood bernama Stanley Motss (Dustin Hoffman) agar membantunya mengarang suatu perang palsu di Albania. Rencana itu berhasil, duo itu berhasil membuat para media jadi berfokus pada perang palsu tersebut.

Film ini dirilis satu bulan sebelum skandal seks Presiden Bill Clinton dan Monica Lewinsky terbongkar. Dan ketika Bill Clinton membom target-target di Afghanistan dan Sudan, para pesaing politiknya menuduh suami Hillary Clinton ini melakukan "wag the dog" seperti di film ini.

2. Head of State (2003)

Jauh sebelum Presiden Barrack Obama duduk di Gedung Putih sebagai presiden kulit hitam pertama di AS, Chris Rock sudah lebih dulu melakukannya--dalam film tentu saja.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Dalam film ini, Chris Rock berperan sebagai seorang pegawai negeri rendahan di Washington DC bernama Mays Gillliam. Namun kemudian Mays berhasil mencuri perhatian publik AS ketika dia diminta oleh Ketua Partai Demokrat, Martin Geller (Dylan Baker), untuk maju sebagai presiden. Hal itu terjadi setelah calon presiden dan wakilnya terbunuh dalam kecelakaan pesawat. Hal ini tentunya sesuatu yang berat bagi Mays Gilliam, apalagi pria ini memiliki kebiasaan untuk selalu berkata apa adanya tentang apa yang salah di negaranya itu. Hebatnya, gaya bicaranya yang blak-blakan malah menguntungkan Mays Gilliam, dan membuatnya disukai publik.

Halaman
Show All
Nilam Suri, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan