Saat Argo menang Oscar, kritikus film majalah Time, Richard Corliss menganalisis, Argo menang karena ia adalah film tentang Hollywood. Corliss mencatat Argo adalah “surat cinta dari Hollywood untuk Hollywood.” Lewat Argo, Hollywood ingin menunjukkan pada dunia bahwa mereka pernah juga turut berperan dalam sebuah aksi spionase sungguhan. Inilah bukti nyata Hollywood pernah jadi pahlawan sungguhan, bukan hanya pabrik penghasil film. Komedian dan presenter Stephen Colbert dengan sinis mengatakan, "Kejutan besar, Hollywood memenangkan film yang menampilkan Hollywood sebagai pahlawan."
Sedang The Artist juga sebentuk surat cinta Hollywood untuk Hollywood. The Artist mengajak kita ke masa silam, ke selewat pertengahan tahun 1920-an, saat sinema mulai menemukan bentuknya yang ajeg.

The Artist menyuguhkan pengalaman sinematik yang langka. Sebuah film bisu di zaman film 3D. Dengan rasio gambar tak seperti film bioskop masa kini—The Artist tak dibuat disorot dengan format layar lebar, melainkan seperti film bisu zaman dulu.
Inti kisah The Artist adalah dunia di belakang layar film Hollywood di tahun 1920-an di masa awal datangnya film suara.
The Artist terasa dekat dan mudah dinikmati. Sebab, secara sadar, sineasnya telah menggunakan bahasa film Hollywood yang telah kita akrabi.The Artist, walau dibuat sineas Eropa, menggunakan bahasa sinema Hollywood sebetul-betulnya.
Bahasa film Hollywood sudah begitu canggih dalam hal memanipulasi reaksi psikologis penonton. Menikmati bahasa film Hollywood tak memerlukan kerja otak terlalu keras, karena hampir seluruh sistem resepsi kita sebagai penonton film, pada dasarnya sejak lahir sudah dibentuk film Hollywood. Kita sudah kenal betul bahasa film Hollywood: cepat, mudah dimengerti, menyenangkan, dan memberi penyelesaian tuntas. Istilah yang akrab: menghibur.
Makna Kemenangan Birdman
Birdman adalah versi gelap dari The Artist. Film karya Alejandro G. Inarritu ini menyoroti kiprah seorang bekas pemeran film superhero lawas ingin membangun reputasi di ranah teater. Dikatakan gelap lantaran Inarritu memberikan suguhan film yang tak gampang ditebak alurnya, mencampur imajinasi dan kenyataan si protagonis. Filmnya jadi terasa surealis.
Film macam begini sebetulnya masuk kategori “indie darling”. Tapi Hollywood rupanya lebih berselera pada film indie bila itu menceritakan soal mereka.

Michael Keaton di Birdman.
Hollywood memang terlihat bias saat memenangkan film yang bercerita tentang mereka sendiri. Namun, seperti dicatat Troy Campbell dari Duke University di Huffington Post, apa yang dilakukan juri-juri Oscar itu adalah perilaku manusiawi yang biasa terjadi di bidang apa saja. Artinya, sudah jadi sifat dasar manusia untuk bertindak bias bila dihadapkan pada pilihan untuk memilih yang terasa dekat dan lekat ketimbang sesuatu yang asing dan jauh.
Kemenangan The Artist, Argo dan Birdman bisa menjadi petunjuk bagi sineas lain film jenis apa yang rasanya bakal disukai juri Oscar. (Ade/Mer)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315277/original/076754200_1785833101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-04T154035.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/815977/original/008392100_1424686916-birdman.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1401964/original/053979400_1478780465-birdman__google_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)