Kenapa Amerika Tak Lagi Jatuh Hati pada Tom Cruise?

Kenapa Tom Cruise bisa takluk oleh film remaja berbujet kecil dengan bintang yang berumur tak sampai setengah usianya?

Diterbitkan 10 Juni 2014, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Memasuki pertengahan dekade 2000-an, film yang mengusung bintang Hollywood dengan B besar tak lagi jadi jaminan laris. Yang berjaya adalah konsep, remake, reboot, dan franchise. Tom Cruise pun menjadi sosok langka di Hollywood yang terancam punah.

Dicatat Andrew Romano dalam artikelnya di laman The Daily Beast, Kamis (5/6/2014) pekan lalu, film-film sederhana berbujet menengah yang ikut mengangkat Cruise dahulu macam `Rain Man`, `A Few Good Men`, atau `Jerry Maguire` sudah tak lagi sering dibuat Hollywood. Ibu kota film dunia itu kini lebih sering membuat film berbujet kolosal yang mengandalkan efek khusus, macam film-film superhero atau fiksi ilmiah. Agar bisa survive, Cruise harus mengikuti tren ini. Ia akhirnya membintangi film-film aksi maupun fiksi ilmiah berbujet besar. [baca: Kenapa Tom Cruise Kini Sering Main Film Action?]

Tapi masalahnya, di genre ini bintang franchise Mission: Impossible ini harus bersaing dengan banyak sekali film sejenis. Pria bernama asli Thomas Cruise Mapother IV ini harus bersaing dengan vampir Twilight, penyihir cilik Harry Potter, Batman, Superman, Spider-Man, Iron Man, Thor, serta para pahlawan super The Avengers lainnya.

Penyebab lain, Cruise sudah ditinggal para wanita yang dulu jatuh hati padanya. Sebagai bintang Hollywood, fans menerima Cruise jatuh hati dan menikah dengan Nicole Kidman. Si tampan dan si cantik saling jatuh cinta di Hollywood adalah sebuah cerita manis. Ketika mereka bercerai, fans hanya bisa mengurut dada, tapi masih belum membencinya.

Syahdan, Cruise makin dijauhi fans ceweknya ketika ia semakin mendedikasikan dirinya pada Scientology, agama yang kini dianutnya. Cruise adalah juru bicara Hollywood bagi Scientology. Masalahnya, Scientology adalah agama yang kini masih kontroversi. Makin Cruise menunjukkan ketaatannya, makin ia dijauhi oleh fans cewek. Kegagalan pernikahan terakhirnya dengan Katie Holmes yang disertai isu Katie dan putrinya, Suri tak ingin ikut menganut Scientology membuat pria berusia 51 tahun ini makin dijauhi para wanita yang dulu menggemarinya.

Solusi Buat Tom Cruise

Solusi Buat Tom Cruise

Sementara itu, dari generasi Millenial yang tidak tumbuh bersama Tom Cruise agak sulit diharapkan. Cruise harus bersaing dengan idola-idola baru seperti Robert Pattinson, Daniel Radcliffe, Chris Hemsworth, atau Chris Evans.

Alhasil, film-film Cruise dari 2008 hingga 2013--Valkyrie (2008), Knight and Day (2010), Jack Reacher (2012), atau Oblivion (2013)--tak berhasil mencapai USD 100 juta di Amerika.

Edge of Tomorrow tampaknya akan bernasib serupa--atau setidaknya hanya sedikit lebih baik. Hal ini amat disayangkan, sebab, film ini digarap dengan sangat baik dan termasuk ke dalam salah satu film Cruise paling baik. [baca: 5+ Film Terbaik Tom Cruise Pasca-2000]

Jika sudah begini, apa yang harus dilakukan pria paling seksi versi majalah People di tahun 1990, 1991 dan 1997 ini?

Dalam artikelnya di The Daily Beast, Andrew Romano menyarankan Cruise mengambil langkah drastis, main di film-film yang jauh berbeda dari yang ia biasa mainkan. Kata Romano, mungkin film-film seperti Her atau Memento.

Cruise seorang bintang besar. Ia bisa melakukan segalanya. Yang diperlukannya kini hanya keberanian mengambil risiko. (Ade)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan