Kenapa Amerika Tak Lagi Jatuh Hati pada Tom Cruise?

Kenapa Tom Cruise bisa takluk oleh film remaja berbujet kecil dengan bintang yang berumur tak sampai setengah usianya?

Diterbitkan 10 Juni 2014, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tom Cruise adalah bintang Hollywood terbesar saat ini di dunia.

Klaim itu tak salah. Film anyarnya, Edge of Tomorrow, pekan ini menambah penghasilan USD 81 juta atau setara Rp 956,4 miliar dari seluruh dunia hingga totalnya dari peredaran internasional film ini sudah mengumpukan USD 111 juta atau Rp 1, triliun. Dicatat Variety, Minggu (8/6/2014), `Edge of Tomorrow` memuncaki perolehan box office internasional pekan ini.

Namun, hal sebaliknya tak terjadi di Tanah Airnya tercinta, Amerika Serikat. Di kampung halaman sendiri, film baru Cruise malah tak sanggup memuncaki tangga box office di pekan pertamanya. Ia hanya mampu bertengger di urutan ketiga, kalah oleh The Fault in Our Stars (TFIOS) dan Maleficent. [baca: Film Drama Remaja Ini Gusur Tom Cruise]

Yang disebut pertama adalah film romantis remaja kecil (bujetnya USD 12 juta atau Rp 141 miliar) yang mengharu biru. Film ini ditujukan utamanya bagi penonton cewek yang senang dengan cerita romantis yang sedih. Sedang yang kedua adalah cerita-ulang novel klasik Sleeping Beauty oleh Disney. Meski dibintangi bintang beke Angelina Jolie, filmnya lebih ditujukan bagi penonton cewek.

Film `Edge of Tomorrow`, di lain pihak, adalah film aksi fiksi ilmiah dengan bujet kolosal khas musim panas (Bujetnya USD 175 juta atau sekitar Rp 2 triliun!), lengkap dengan bintang tenar yang tak lain adalah Tom Cruise. [baca: Ulasan Edge of Tomorrow]

Ya, dari data perolehan box office, seperti dilaporkan Associated Press, Minggu (8/6/2014), di pekan pertama `TFIOS` USD 48,2 juta atau setara Rp 569,9 miliar menenggelamkan film Cruise yang hanya sanggup mengumpulkan setengahnya dari daratan Amerika di minggu pertama: USD 29,1 juta atau setara Rp 344,1 miliar.

Pertanyaannya, kenapa Tom Cruise bisa takluk oleh film remaja berbujet kecil dengan bintang yang berumur tak sampai setengah usianya?

Dijauhi Fans Cewek

Dijauhi Fans Cewek

Bagi generasi 1980-an dan 1990-an, Cruise adalah bintang besar. Generasi ini tumbuh bersama film-film legendaris yang dibintangi Cruise: Top Gun, Rain Man, Born on the Fourth of July, A Few Good Men, Interview with the Vampire, ataupun Jerry Maguire. Generasi ini dulu menonton apapun film yang dibintangi idolanya. Apa pun film yang dibintangi Cruise, bakal ditonton penggemarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Memasuki pertengahan dekade 2000-an, film yang mengusung bintang Hollywood dengan B besar tak lagi jadi jaminan laris. Yang berjaya adalah konsep, remake, reboot, dan franchise. Tom Cruise pun menjadi sosok langka di Hollywood yang terancam punah. Dicatat Andrew Romano dalam artikelnya di laman The Daily Beast, Kamis (5/6/2014) pekan lalu, film-film sederhana berbujet menengah yang ikut mengangkat Cruise dahulu macam `Rain Man`, `A Few Good Men`, atau `Jerry Maguire` sudah tak lagi sering dibuat Hollywood. Ibu kota film dunia itu kini lebih sering membuat film berbujet kolosal yang mengandalkan efek khusus, macam film-film superhero atau fiksi ilmiah. Agar bisa survive, Cruise harus mengikuti tren ini. Ia akhirnya membintangi film-film aksi maupun fiksi ilmiah berbujet besar. [baca: Kenapa Tom Cruise Kini Sering Main Film Action?] Tapi masalahnya, di genre ini bintang franchise Mission: Impossible ini harus bersaing dengan banyak sekali film sejenis. Pria bernama asli Thomas Cruise Mapother IV ini harus bersaing dengan vampir Twilight, penyihir cilik Harry Potter, Batman, Superman, Spider-Man, Iron Man, Thor, serta para pahlawan super The Avengers lainnya. Penyebab lain, Cruise sudah ditinggal para wanita yang dulu jatuh hati padanya. Sebagai bintang Hollywood, fans menerima Cruise jatuh hati dan menikah dengan Nicole Kidman. Si tampan dan si cantik saling jatuh cinta di Hollywood adalah sebuah cerita manis. Ketika mereka bercerai, fans hanya bisa mengurut dada, tapi masih belum membencinya. Syahdan, Cruise makin dijauhi fans ceweknya ketika ia semakin mendedikasikan dirinya pada Scientology, agama yang kini dianutnya. Cruise adalah juru bicara Hollywood bagi Scientology. Masalahnya, Scientology adalah agama yang kini masih kontroversi. Makin Cruise menunjukkan ketaatannya, makin ia dijauhi oleh fans cewek. Kegagalan pernikahan terakhirnya dengan Katie Holmes yang disertai isu Katie dan putrinya, Suri tak ingin ikut menganut Scientology membuat pria berusia 51 tahun ini makin dijauhi para wanita yang dulu menggemarinya.

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan