Investor Pasar Modal Indonesia Tembus 30,27 Juta SID

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal naik 48,78% sepanjang 2026.

Diterbitkan 09 Agustus 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia resmi melampaui 30 juta Single Investor Identification (SID), tepatnya menembus 30.274.265 SID pada penutupan perdagangan saham, Jumat, 7 Agustus 2026.

Berdasarkan data BEI, ditulis Minggu, (9/8/2026), sepanjang 2026, jumlah investor pasar modal bertambah 9.926.440 SID atau tumbuh 48,78% secara year-to-date (YtD). Pada periode sama, jumlah investor saham juga berhasil menembus 10 juta SID, tepatnya mencapai 10.052.059 SID, meningkat 1.447.882 SID atau 16,83% dibandingkan posisi pada akhir 2025.

“Pencapaian ini mencerminkan semakin luasnya inklusi pasar modal di Indonesia, seiring dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal,” ujar Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.

Sementara itu, mengutip Antara, Analis Senior Divisi Riset BEI, Fikrian Naufal Hardiatmojo menuturkan, investor ritel semakin berperang mendukung aktivitas pasar modal Indonesia. Hal itu terjadi di tengah volatilitas hingga Juli 2026.

Fikrian menuturkan, jumlah investor pasar modal terus bertambah hingga tembus 30 juta, seiring pertumbuhan aktivitas investor secara harian, mingguan, bulanan dan tahunan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kalau kekhawatiran dari Bapak Ibu biasanya, ini jumlah investor banyak, tapi aktif enggak? Jawabannya adalah cukup aktif," ujar Fikrian dalam Media Connect Samuel Sekuritas Indonesia di Jakarta, dikutip dari Antara.

Berdasarkan data yang dipaparkan, jumlah investor pasar modal mencapai 30,064 juta pada Juli 2026, meningkat dari 20,348 juta pada akhir 2025. Dari jumlah tersebut, sekitar 10,031 juta merupakan investor saham yang tercatat di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

 

 

Pertumbuhan Basis Investor

Pertumbuhan basis investor berlangsung pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2020, jumlah investor pasar modal masih 3,681 juta, kemudian meningkat menjadi 7,489 juta pada 2021, 10,311 juta pada 2022, 12,168 juta pada 2023, dan 14,871 juta pada 2024.

Fikrian menuturkan, penghitungan investor menggunakan single investor identification (SID), sehingga seorang investor tetap dihitung satu meskipun memiliki rekening efek pada lebih dari satu perusahaan sekuritas.

Selain bertambah secara jumlah, porsi kepemilikan saham investor ritel juga meningkat. Data BEI menunjukkan porsinya naik dari 13,1% pada 2020 menjadi 18,4% pada Juli 2026.

Porsi kepemilikannya meski masih lebih kecil dibandingkan investor institusi, kontribusi investor ritel terhadap transaksi justru menjadi yang terbesar.

Pada Juli 2026, investor ritel menyumbang 51,1% dari komposisi nilai transaksi, sedangkan investor institusi asing berkontribusi 35,8% dan institusi domestik 13,1%.

"Jadi bisa dikatakan kalau istilah katanya kecil-kecil cabai rawit, nah, itulah investor ritel," kata Fikrian.

Besarnya aktivitas investor ritel berlangsung ketika likuiditas pasar tetap terjaga di tengah berbagai ketidakpastian yang memengaruhi pergerakan indeks.

 

 

Rata-Rata Nilai Transaksi Harian

Materi BEI menunjukkan rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 22,5 triliun pada Juli 2026, meningkat dibandingkan Rp 18,1 triliun pada 2025. Secara tahun berjalan, nilai transaksi meningkat 24,6% , frekuensi transaksi tumbuh 41,9%, dan volume perdagangan naik 30,3%.

"Artinya sebenarnya kalau kita lihat market kita masih cukup likuid di tengah ketidakpastian atau volatilitas yang terjadi saat ini," tutur dia.

Dari sisi demografi, lanjut Fikrian, investor saham individu Indonesia juga didominasi kelompok usia muda. Data KSEI dalam materi BEI menunjukkan investor berusia di bawah 30 tahun mencapai 54,12%pada Juni 2026.

Sementara berdasarkan pekerjaan, kelompok pegawai menjadi yang terbesar dengan porsi 57,40%. Komposisi tersebut menunjukkan generasi muda dan kelompok pekerja menjadi bagian penting dari pertumbuhan basis investor saham domestik.

 

Tantangan bagi Pengembangan Pasar Modal

Fikrian menilai besarnya partisipasi generasi muda juga membawa tantangan bagi pengembangan pasar modal, terutama untuk memastikan pertumbuhan jumlah investor diikuti peningkatan pemahaman mengenai investasi dan risiko.

Dia mengatakan, edukasi menjadi penting agar peningkatan jumlah dan aktivitas investor domestik dapat mendukung perkembangan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.

"Oleh karena itu kita selaku Bursa Efek Indonesia enggak bisa tinggal diam. Kita melalui 29 kantor perwakilan dan lebih dari 1.000 galeri investasi yang ada di seluruh provinsi di Indonesia berusaha mengadakan sebanyak-banyaknya sosialisasi dan edukasi tujuannya untuk meningkatkan literasi dan juga inklusi dari pasar modal Indonesia," ujar Fikrian.

  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Pasar modal adalah seluruh kegiatan yang mempertemukan penawaran dan permintaan dana jangka panjang.
    pasar modal
  • Investor
  • SID
  • Perdagangan Saham