Liputan6.com, Jakarta - PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) membukukan perbaikan kinerja operasional sepanjang semester I 2026. Perseroan mencatat pendapatan neto sebesar Rp 1,62 triliun, naik 16,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,39 triliun.
Kenaikan pendapatan tersebut diikuti dengan penyusutan rugi usaha hingga 99%, dari Rp 68,40 miliar pada semester I 2025 menjadi hanya Rp 380 juta, seiring penerapan efisiensi biaya dan meningkatnya permintaan layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) di Indonesia maupun Australia.
Direktur Pyridam Farma Sinta Ningsih mengatakan, perbaikan kinerja merupakan hasil dari strategi efisiensi yang dijalankan secara konsisten di berbagai lini bisnis.
Advertisement
Kami melihat perbaikan yang konsisten pada kinerja operasional Perseroan, tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang diiringi perbaikan margin laba bruto serta penyusutan rugi usaha yang signifikan. Ini adalah hasil dari disiplin efisiensi biaya, penguatan portofolio produk bernilai tambah tinggi, serta kontribusi layanan CDMO, ujar Sinta dikutip Senin (3/8/2026).
Menurut dia, perusahaan akan terus mempercepat peningkatan profitabilitas melalui ekspansi kapasitas produksi, termasuk pembangunan Lini Produksi 4 setelah rampungnya Lini Produksi 3 milik PT Ethica Industri Farmasi.
Â
Bisnis Probiotec Australia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4090068/original/015420200_1657877133-Kanker_Serviks-1.jpg)
Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh kinerja bisnis Probiotec di Australia yang tetap tumbuh di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Sementara itu, bisnis di Indonesia relatif stabil seiring restrukturisasi portofolio produk untuk meningkatkan profitabilitas.
Perseroan juga berhasil meningkatkan laba bruto sebesar 27% menjadi Rp 373,13 miliar. Margin laba bruto naik menjadi 23% dari 21% pada semester I 2025, didorong penurunan biaya bahan baku melalui efisiensi pengadaan serta meningkatnya utilisasi fasilitas produksi.
Selain rugi usaha yang hampir mencapai titik impas, rugi bersih periode berjalan juga membaik 16%, dari Rp 213,20 miliar menjadi Rp 178,28 miliar. Perusahaan menilai hasil tersebut mencerminkan efektivitas transformasi operasional dan penguatan efisiensi yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir.
Â
Advertisement
Ekspansi Bisnis
Di sisi ekspansi, anak usaha PYFA, PT Ethica Industri Farmasi, telah menyelesaikan pembangunan Lini Produksi 3 yang difokuskan untuk memenuhi kebutuhan obat injeksi steril bagi rumah sakit dan program kesehatan pemerintah.
Setelah lini tersebut mulai beroperasi secara komersial, perusahaan kini melanjutkan pembangunan Lini Produksi 4 yang dirancang untuk memproduksi jenis sediaan farmasi berbeda guna memperluas portofolio produk.
Ke depan, Pyridam Farma akan tetap berfokus pada pengembangan produk farmasi berlisensi bernilai tinggi, optimalisasi jaringan distribusi, peningkatan kapasitas manufaktur, serta pengembangan bisnis CDMO sebagai sumber pertumbuhan baru.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310112/original/014361000_1785306495-Screenshot_2026-07-29_125347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346802/original/063133700_1757650216-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__68_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5362936/original/004760500_1758877364-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3555770/original/072306300_1630331318-e0c0bb25-a60d-427c-84af-5a9f4e7bff50.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889391/original/098025900_1720698102-yy78899s3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309668/original/097925900_1785236105-saham2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5285411/original/035946400_1752672064-Foto_1_-_Gedung_OCBC_Tower.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5303334/original/050673500_1754066496-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4771351/original/095342300_1710333128-20240313-IHSG-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585820/original/007305100_1695442703-Akhir_pekan_IHSG_ditutup_menguat-ANGGA_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4788288/original/045166000_1711686496-Sharecar__1_.jpg)