Emiten ASSA Raih Pendapatan Rp 3,06 Triliun hingga Juni 2026

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) menargetkan pertumbuhan pendapatan 5-10% pada 2026.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 17:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten penyedia layanan transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas mencatat kinerja keuangan beragam hingga semester I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba turun hingga Juni 2026.

Di tengah kenaikan biaya seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi ekonomi yang fluktuatif, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,06 triliun, tumbuh 8,1% secara tahunan (YoY) pada semester I 2026. Di sisi profitabilitas, Perseroan mencetak laba tahun berjalan Rp 271,24 miliar, turun 6,7% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 290,81 miliar, didukung oleh kinerja operasional yang tetap terjaga.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 200,91 miliar, turun 2,1% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 202,24 miliar.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, yang menunjukkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat,” ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Hingga periode kali ini, segmen logistik tetap menjadi kontributor terbesar dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,35 triliun atau tumbuh 13,1% YoY. Sementara segmen rental mencatatkan pendapatan Rp 1,04 triliun atau tumbuh 6,5% YoY. Dari sisi segmen ekosistem kendaraan bekas,

penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id mencatatkan pertumbuhan 8,2% YoY menjadi Rp565,06 miliar, dan bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan pasokan kendaraan.

Menurut Prodjo, selain keberhasilan dalam hal optimalisasi dan efisiensi, diversifikasi lini bisnis dengan basis pelanggan yang beragam juga merupakan salah satu faktor pendukung ketahanan kinerja Perseroan. Portofolio bisnis yang terdiversifikasi memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan dari berbagai sumber yang beragam.

 

Penguatan Lini Bisnis Utama

Untuk menjaga kinerja positif tersebut supaya dapat terus berkesinambungan, ASSA tetap fokus untuk terus memperkuat dan memperluas layanan logistik agar menjadi penyedia layanan end-to-end logistic yang paripurna dan terpercaya.

Salah satunya, Perseroan telah menyelesaikan pembangunan gudang logistik rantai dingin melalui Coldpsace yang terletak di Pulo Gadung, dengan kapasitas mencapai 20 ribu palet.

"Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan,” kata Prodjo.

Di samping itu, seluruh integrasi layanan logistik juga semakin diperkuat dengan TMS (Transportation Management System) dan WMS (Warehouse Management System) yang terus dikembangkan agar pengiriman berjalan optimal hingga end customer. TMS adalah perangkat lunak untuk mengelola pengiriman barang, termasuk pemilihan rute, optimasi armada, dan pelacakan secara real- time.

 

Target Perseroan

Sedangkan WMS adalah sistem perangkat lunak untuk mengontrol dan mengoptimalkan aktivitas di dalam gudang, seperti penerimaan barang, penyimpanan, dan pengambilan pesanan. Pada lini bisnis rental, ASSA masih memiliki permintaan yang solid karena tidak bergantung pada satu pasar. Memiliki sumber pendapatan yang beragam telah menjadikan kinerja lini bisnis ini memiliki ketahanan yang lebih tinggi dalam menghadapi gejolak ekonomi.

Adapun pada ekosistem mobil bekas, permintaan pembelian mobil bekas melalui Caroline.id masih kuat. Namun demikian, tantangan datang dari situasi lelang lewat JBA yang masih dihadapkan pada daya beli yang fluktuatif.

Melihat perkembangan ekonomi yang terjadi hingga akhir semester pertama tahun ini, Perseroan memilih lebih konservatif dalam menentukan target kinerja. Dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan, ASSA melihat pertumbuhan pendapatan 5-10% merupakan target yang realistis untuk dicapai pada 2026.