Lo Kheng Hong Beli 5,18 Juta Saham GJTL

Investor Lo Kheng Hong saat ini memiliki 7,03% saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) usai aksi beli saham GJTL pada Juli 2026.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pemegang saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sekaligus investor, Lo Kheng Hong membeli saham GJTL pada 21 Juli 2026. Tujuan pembelian saham GJTL itu untuk menambah investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (28/7/2026), Lo Kheng Hong membeli 5.180.000 saham GJTL dengan harga Rp 1.140 per saham. Nilai pembelian saham GJTL sebesar Rp 5,90 miliar. “Tujuan transaksi menambah investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Usai transaksi pembelian saham GJTL, Lo Kheng Hong memiliki 7,03% saham GJTL atau setara 245,10 juta saham GJTL. Sebelumnya, ia mengenggam 239,92 juta saham GJTL atau setara 6,88%.

Berdasarkan data RTI, harga saham GJTL ditutup naik 8,07% menjadi Rp 1.205 per saham. Harga saham GJTL dibuka naik 45 poin menjadi Rp 1.160 per saham. Saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.215 dan terendah Rp 1.150 per saham. Total frekuensi perdagangan 5.027 kali dengan volume perdagangan saham 340.815 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 40,7 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tipis 0,17% menjadi 6.185,7. Indeks LQ45 melemah 0,36% menjadi 612,55. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham infrastruktur melemah 1,2%, dan memimpin koreksi. Sektor saham energi susut 0,48%, sektor saham basic melemah 0,40%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,39%.

Lalu sektor saham consumer siklikal turun 0,08%, sektor saham kesehatan turun 0,60%, sektor saham properti merosot 0,82%, dan sektor saham transportasi turun tipis 0,02%.

GJTL Tebar Dividen

Sebelumnya, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) akan membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp 278,78 miliar. Dividen yang akan didapatkan pemegang saham itu setara Rp 80 per saham.

Perseroan telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei 2026. Demikian mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis (28/5/2026).

Adapun data keuangan per 31 Desember 2025 menjadi dasar untuk pembagian dividen antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 1,24 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 8,14 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 10,45 triliun.

 

Lo Kheng Hong Kembali Belanja Saham, GJTL dan SIMP jadi Incaran

Sebelumnya, Investor Lo Kheng Hong kembali membeli saham di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang lesu. Ia meningkatkan kepemilikan saham di PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dan membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP).

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), 21 Mei 2025 dari data kepemilikan efek di atas 5%, dikutip Jumat (22/5/2026), investor Lo Kheng Hong menambah saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) sebesar 912.400 menjadi 235.830.900 saham GJTL atau 6,77% dari sebelumnya 234.918.500 atau 6,74%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 22 Mei 2026, harga saham GJTL ditutup naik 1,72% menjadi Rp 1.185 per saham. Harga saham GJTL dibuka stagnan di Rp 1.165 per saham. Saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.190 dan terendah Rp 1.145 per saham. Total frekuensi perdagangan 900 kali dengan volume perdagangan 46.733 saham. Nilai transaksi Rp 5,5 miliar.

Selain menambah saham GJTL, Lo Kheng Hong juga membeli saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP). Ia membeli 793.640.400 saham SIMP atau sebesar 5,12%. Namun, belum diketahui harga pembelian saham SIMP oleh Lo Kheng Hong.

Sebelumnya Lo Kheng Hong melepas saham SIMP sebanyak dua kali pada 14 April 2026. Pertama, ia melepas 1.377.000 saham SIMP dengan harga Rp 925 per saham. Kedua, ia menjual 6.812.000 saham SIMP dengan harga Rp 920 per saham. Total penjualan saham  8.189.500 saham SIMP dengan nilai transaksi Rp 7,54 miliar. “Tujuan transaksi untuk merealisasikan keuntungan dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.