Bencana Alam Tak Ganggu Transaksi Perdagangan Saham

Otoritas bursa optimistis transaksi perdagangan di pasar modal tetap tinggi meski sejumlah bencana alam menganggu perekonomian daerah.

Diterbitkan 12 Februari 2014, 19:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai transaksi perdagangan saham di pasar modal dapat bergerak tinggi meski ada sejumlah wilayah di Indonesia terkena bencana alam, yang salah satunya erupsi Gunung Sinabung.

Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko Indonesia BEI,  Adikin Basirun mengatakan, bencana alam memang dapat menganggu pergerakan ekonomi di suatu daerah yangg terkena bencana alam sehingga berdampak terhadap perekonomian nasional. Hal itu pun dapat menganggu persepsi investor di pasar modal.

Lalu investor pun dapat mengalihkan investasinya ke tempat lain. Meski begitu, perbaikan infrastruktur yang cepat dilakukan dapat mengurangi dampak negatif dari bencana alam.

"Pasca bencana harus dilihat dari dampaknya dan prediksi percepatan perbaikannya. Jika terlalu lama, ada kemungkinan mengalihkan investasi ke yang lain. Hal itu berdampak negatif ke investasi saham," ujar Adikin, Rabu (12/2/2014).

Meski bencana alam dapat menganggu aktivitas perekonomian di suatu daerah, diharapkan ekonomi daerah lain tak terganggu sehingga perekonomian nasional dapat tumbuh. Kesiapan mental dari berbagai kalangan pun diperlukan untuk menghadapi suatu bencana alam.

Oleh karena itu, ia optimistis transaksi pasar modal dapat bergerak naik. Dengan catatan didukung perbaikan infrastruktur yang cepat dilakukan.

"Dengan catatan akan ada perbaikan dari sisi makro dan infrastruktur dengan cepat. Memang tidak bisa mengesampingkan dampak bencana tersebut. Namun bencana disiasati dan dihadapi dengan kesiapan mental dari berbagai kalangan sehingga perputarannya lebih cepat, dan tidak akan menganggu semua sektor ekonomi," kata Adikin.

Sementara itu, pengamat pasar modal Universitas Sumatra Utara, Rahmadi mengatakan, regulasi pemerintah, makro ekonomi Indonesia, stiuasi politik dan bencana alam dapat mempengaruhi pergerakan harga saham.

"Kalau bencana alam di dalam negeri biasanya masih berpengaruh besar di pasar dalam negeri saja. Lain halnya kalau bencana alam di Amerika Serikat, dan negara ekonomi kuat lainnya dapat berpengaruh ke bursa saham regional Asia, dan dalam negeri," tutur Rahmadi.

Menurut Rahmadi, bencana alam berpotensi menyebabkan harga barang dan jasa mengalami kenaikan. Hal itu disebabkan kenaikan  biaya transportasi dan biaya lainnya.

Kenaikan biaya tersebut membuat laju inflasi tinggi sehingga mengancam perekonomian. Kondisi makro ekonomi seperti inflasi, nilai tukar rupiah, neraca perdagangan menjadi salah satu fokus investor untuk menanamkan dananya di pasar modal.

"Konsekuensi logisnya, investor boleh jadi mulai merasa khawatir dengan investasi di Indonesia. Mereka akan menaikkan imbal hasil yang disesuaikan dengan tingkat risiko yang meningkat. Hal ini terjadi pasar uang maupun di obligasi," kata Rahmadi. (Ahm)


*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com

  • liputan6
    Bursa Efek Indonesia atau BEI adalah salah satu tempat yang memperjualbelikan saham, obligasi, dan sebagainya di Indonesia.
    BEI
  • Bencana Alam