Bursa saham Jepang bergerak naik mendorong indeks saham acuan regional melaju ke level lebih tinggi pada perdagangan saham Rabu (12/2/2014).
Indeks saham MSCI Asia Pacific menguat 0,6% pada pukul 10.03 waktu Tokyo. Sepuluh 10 kelompok industri bergerak naik sehingga mendukung penguatan indeks saham.
Indeks saham Topix naik 1,1% setelah kemarin tutup karena libur nasional. Indeks saham Jepang Nikkei menguat ke level 14.824,97. Selanjutnya, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,1%. Indeks saham Australia menguat 0,4%. Sementara itu, indeks saham Selandia Baru naik 0,6%.
Pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve Janet Yellen telah ditunggu pelaku pasar. Fokus pelaku pasar untuk mencari tahu kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Dalam pidatonya, Janet Yellen berjanji untuk mempertahankan kebijakan pendahulunya.
Artinya penarikan dana stimulus moneter (tapering off) tetap dilakukan mengingat pertumbuhnan ekonomi meningkat. Selain itu, data tenaga kerja juga ada perbaikan.
Selain itu, House of Representative (DPR AS) memutuskan untuk menunda batas utang hingga Maret 2015. Hal itu memberikan kebebasan untuk batas utang tanpa syarat.
"Komentar Yellen memberikan keyakinan kepada pasar kalau ada kekuatan yang mendasari perekonomian AS. Aksi jual baru-baru ini merupakan reaksi berlebihan terhadap data ekonomi China. Ekonomi China akan ada transisi untuk berorientasi domestik," kata Toby Lawson, Analis Newedge Group SA, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu pekan ini.
Analis Canadian Imperial Bank of Commerce, Patrick Bennett juga mengungkapkan, pidato Yellen tidak mengandung kejutan. Pasar yakin Yellen tetap mempertahankan tapering off.
"Pelaku pasar memang agak berhati-hati dalam beberapa minggu terakhir dengan risiko yang diambil. Namun kini fundamental telah kembali," kata Bennett.
Selain pidato Yellen, sentimen yang akan mempengaruhi bursa saham Asia mengenai laporan perdagangan China terutama ekspor pada Januari 2014.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa (Rabu pagi) seiring Kongres sepakat untuk memajukan legalitas memperluas otoritas pinjaman AS.
Selain itu, pidato Yellen juga memberikan sentimen positif untuk bursa saham global. Indeks Dow Jones melonjak 192,98 poin atau 1,22% ke level 15.994,77.
Indeks saham S&P 500 menguat 19,91 poin atau 1,11% ke level 1.819,75. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menguat 42,87 poin atau 1,03% ke level 4.191,05. Volume perdagangan saham mencapai sekitar 5,94 miliar di bursa saham AS.
Pimpinan partai Republik di DPR AS menyetujui untuk memberikan legalitas dan menyerah pada tuntutan Presiden AS Barack Obama untuk meningkatkan otoritas pinjaman memberikan angin segar ke bursa saham.
"Tidak ada yang benar-benar mengharapkan plafon utang besar, namun pelaku pasar telah mengantisipasi. Saat ini pelaku pasar dapat santai karena isu besar telah keluar," ujar John Carey, Portfolio Manager Pioneer Invesment Management.
Saham-saham yang menguat antara lain saham Sprint Corp naik 2,7% ke level US$ 7,90. Saham CVS Caremark Corp naik 2,7% ke level US$ 68,77. (Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Baca juga:
Janet Yellen Pastikan The Fed Tetap Tarik Stimulus Moneter
Indeks saham MSCI Asia Pacific menguat 0,6% pada pukul 10.03 waktu Tokyo. Sepuluh 10 kelompok industri bergerak naik sehingga mendukung penguatan indeks saham.
Indeks saham Topix naik 1,1% setelah kemarin tutup karena libur nasional. Indeks saham Jepang Nikkei menguat ke level 14.824,97. Selanjutnya, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,1%. Indeks saham Australia menguat 0,4%. Sementara itu, indeks saham Selandia Baru naik 0,6%.
Pidato pimpinan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve Janet Yellen telah ditunggu pelaku pasar. Fokus pelaku pasar untuk mencari tahu kebijakan moneter bank sentral AS ke depan. Dalam pidatonya, Janet Yellen berjanji untuk mempertahankan kebijakan pendahulunya.
Artinya penarikan dana stimulus moneter (tapering off) tetap dilakukan mengingat pertumbuhnan ekonomi meningkat. Selain itu, data tenaga kerja juga ada perbaikan.
Selain itu, House of Representative (DPR AS) memutuskan untuk menunda batas utang hingga Maret 2015. Hal itu memberikan kebebasan untuk batas utang tanpa syarat.
"Komentar Yellen memberikan keyakinan kepada pasar kalau ada kekuatan yang mendasari perekonomian AS. Aksi jual baru-baru ini merupakan reaksi berlebihan terhadap data ekonomi China. Ekonomi China akan ada transisi untuk berorientasi domestik," kata Toby Lawson, Analis Newedge Group SA, seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu pekan ini.
Analis Canadian Imperial Bank of Commerce, Patrick Bennett juga mengungkapkan, pidato Yellen tidak mengandung kejutan. Pasar yakin Yellen tetap mempertahankan tapering off.
"Pelaku pasar memang agak berhati-hati dalam beberapa minggu terakhir dengan risiko yang diambil. Namun kini fundamental telah kembali," kata Bennett.
Selain pidato Yellen, sentimen yang akan mempengaruhi bursa saham Asia mengenai laporan perdagangan China terutama ekspor pada Januari 2014.
Penutupan Wall Street
Bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan saham Selasa (Rabu pagi) seiring Kongres sepakat untuk memajukan legalitas memperluas otoritas pinjaman AS.
Selain itu, pidato Yellen juga memberikan sentimen positif untuk bursa saham global. Indeks Dow Jones melonjak 192,98 poin atau 1,22% ke level 15.994,77.
Indeks saham S&P 500 menguat 19,91 poin atau 1,11% ke level 1.819,75. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menguat 42,87 poin atau 1,03% ke level 4.191,05. Volume perdagangan saham mencapai sekitar 5,94 miliar di bursa saham AS.
Pimpinan partai Republik di DPR AS menyetujui untuk memberikan legalitas dan menyerah pada tuntutan Presiden AS Barack Obama untuk meningkatkan otoritas pinjaman memberikan angin segar ke bursa saham.
"Tidak ada yang benar-benar mengharapkan plafon utang besar, namun pelaku pasar telah mengantisipasi. Saat ini pelaku pasar dapat santai karena isu besar telah keluar," ujar John Carey, Portfolio Manager Pioneer Invesment Management.
Saham-saham yang menguat antara lain saham Sprint Corp naik 2,7% ke level US$ 7,90. Saham CVS Caremark Corp naik 2,7% ke level US$ 68,77. (Ahm)
*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Baca juga:
Janet Yellen Pastikan The Fed Tetap Tarik Stimulus Moneter
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/634687/original/ihsg-menguat-140210a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074969/original/000785700_1584006689-20200312-Wall-Street-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280801/original/097453400_1752281943-AP25189527502082__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2947434/original/027332300_1571819804-Ilustrasi_Goldman_Sachs__AFP_PHOTO_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074967/original/055589500_1584006686-20200312-Wall-Street-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694577/original/055475300_1503994464-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5280806/original/086604100_1752282029-AP25189733334491.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046085/original/053383100_1581323844-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3508689/original/070798000_1626139545-20210713-Elon-Musk-SolarCity-5.jpg)