Lo Kheng Hong Beli 2,79 Juta Saham GJTL, Segini Nilainya

Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) pada Februari 2026. Berikut ulasannya.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) , Lo Kheng Hong menambah kepemilikan saham GJTL pada akhir Februari 2026. Pembelian saham GJTL itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (11/3/2026), Lo Kheng Hong beli saham GJTL sebanyak dua kali transaksi masing-masing 1.398.400 saham. Harga saham pembelian GJTL senilai Rp 1.095 per saham pada 23 Februari 2026. Dengan demikian, total pembelian saham GJTL sebanyak 2,79 juta saham senilai Rp 3,06 miliar.

“Tujuan transaksi investasi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham GJTL, Lo Kheng Hong mengenggam 209.898.500 saham GJTL atau setara 6,02% dari semula 208.500.100 saham GJTL atau setara 5,98%.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 10 Maret 2026, harga saham GJTL naik 1,95% ke posisi Rp 1.045 per saham. Harga saham GJTL dibuka bertambah 10 poin ke posisi Rp 1.035 per saham. Saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.055 dan level terendah Rp 1.035 per saham. Total frekuensi perdagangan 726 kali dengan volume perdagangan saham 32.403 saham. Nilai transaksi Rp 3,4 miliar.

IHSG hari ini ditutup melonjak 1,41% ke posisi 7.440,91. Indeks saham LQ45 bertambah 1,25% ke posisi 759,94. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.499,82 dan level terendah 7.372,82. Sebanyak 534 saham menguat sehingga angkat IHSG. 190 saham melemah dan 93 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.027.867 kali dengan volume perdagangan saham 36,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 19,2 triliun.  Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.845.

Dari 11 sektor saham, 10 sektor saham menghijau dan satu sektor saham melemah. Sektor saham teknologi turun 0,04%. Sementara itu,  sektor saham basic melonjak 4,42% dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 2,06%, sektor saham industri menanjak 2,86%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,97%.

Kemudian sektor saham consumer siklikal bertambah 2,58%, sektor saham kesehatan melesat 0,82%, sektor saham keuangan bertambah 0,99%. Lalu sektor saham properti menanjak 2,17%, sektor saham infrastruktur bertambah 1% dan sektor saham transportasi mendaki 2,29%.

Kinerja Kuartal III 2025

Sebelumnya, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatat penurunan penjualan dan laba sepanjang sembilan bulan pertama 2025.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (25/10/2025), PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatat penjualan bersih Rp 13,12 triliun hingga kuartal III 2025. Penjualan bersih Perseroan turun 2,38% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,44 triliun.

Beban pokok penjualan naik 1,13% menjadi Rp 10,62 triliun hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 10,51 triliun.

Perseroan membukukan laba kotor terpangkas 14,9% menjadi Rp 2,49 triliun hingga September 2025. Pada periode sama tahun sebelumnya, Perseroan mencatat laba kotor Rp 2,93 triliun.

Perseroan membukukan beban penjualan turun menjadi Rp 726,51 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 734,35 miliar. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 577,70 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun lalu Rp 528 miliar. Beban keuangan susut menjadi Rp 355,90 miliar dari Rp 446,70 miliar.

Perseroan meraup keuntungan kurs mata uang asing sebesar Rp 98,18 miliar hingga September 2025 dari rugi Rp 22,82 miliar. Perseroan mencatat laba dari entitas asosiasi sebesar Rp 10,07 miliar dari rugi Rp 14,47 miliar. Penghasilan bunga naik menjadi Rp 15,38 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,12 miliar.

Perseroan mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 20,11% menjadi Rp 789,69 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 988,55 miliar. Laba per saham dasar turun menjadi Rp 226,6 hingga kuartal III 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 283,7.

 

Aset Perseroan

Total ekuitas tercatat Rp 10,10 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 9,45 triliun. Liabilitas Perseroan naik menjadi Rp 12,20 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 11,10 triliun.

Aset Perseroan naik menjadi Rp 22,31 triliun hingga September 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 20,5 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 866,78 miliar hingga 30 September 2025.

Pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Oktober 2025, harga saham GJTL ditutup naik 6% ke posisi Rp 1.060 per saham. Harga saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.115 dan terendah Rp 1.000 per saham. Total frekuensi perdagangan 6.421 kali dengan volume perdagangan 407.991 saham. Nilai transaksi Rp 43,4 miliar.