TBIG Rampungkan Penerbitan Obligasi Rupiah, Segini Nilainya

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mengatakan akan rutin mengakses pasar obligasi rupiah didukung pertumbuhan bisnis.

Diterbitkan 12 Desember 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) merampungkan penerbitan instrumen utang rupiah, mencakup Obligasi Berkelanjutan VII Tahap II Tahun 2025 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025.

Perseroan mengumumkan total nilai penerbitan untuk Obligasi TBIG VII Tahap II mencapai Rp 1,6 triliun, terdiri dari seri ber tenor 3 tahun dengan kupon tetap 5,50% senilai Rp 347,985 miliar serta tenor 5 tahun dengan kupon tetap 5,85% senilai Rp 1,252 triliun. 

Obligasi ini merupakan kewajiban senior tanpa jaminan khusus dengan pembayaran bunga setiap tiga bulan. Dana bersih dari penerbitan tersebut diprioritaskan untuk melunasi sebagian kewajiban, termasuk Obligasi Berkelanjutan VI Tahap IV Tahun 2024 Seri A yang jatuh tempo Desember 2025, serta pembayaran sebagian pinjaman rupiah.

Untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II, nilai penerbitannya berjumlah Rp 600 miliar, terdiri dari Rp 200 miliar dengan sisa imbalan ijarah dan cicilan tahunan Rp11 miliar untuk tenor 3 tahun serta Rp 400 miliar dengan cicilan tahunan Rp 23,4 miliar untuk tenor 5 tahun.

CFO TBIG, Helmy Yusman Santoso, menyampaikan apresiasinya terhadap keberhasilan penerbitan instrumen utang ini. Pihaknya senang dengan penerbitan obligasi terbaru kami di pasar obligasi IDR, dengan utang yang ditawarkan dengan harga kompetitif untuk tenor 3 tahun dan 5 tahun dalam Rupiah. 

"Kami mempertahankan fleksibilitas keuangan yang signifikan dengan posisi likuiditas yang kuat, termasuk fasilitas utang yang belum ditarik dalam Rupiah dan USD. Kami berencana untuk secara rutin mengakses pasar obligasi Rupiah seiring dengan pertumbuhan bisnis kami,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (12/12/2025).

Kedua instrumen tersebut resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2025. Per 30 September 2025, total pinjaman perusahaan mengacu pada pinjaman USD yang telah dilindung nilai mencapai Rp 29,482 triliun. 

Pinjaman senior bruto sebesar Rp 646 miliar, sementara kas perusahaan tercatat Rp 835 miliar, sehingga pinjaman bersih berada di angka Rp 28,647 triliun. Dengan memperhitungkan EBITDA kuartal III 2025 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA berada di level 4,9 kali.

Buyback Saham TBIG

Sebelumnya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham sebanyak 158 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.

Jumlah saham yang di-buyback itu setara 0,70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan yang akan dilakukan bertahap selama tiga bulan sejak 30 Oktober 2025-29 Januari 2026. Untuk buyback saham tersebut, perseroan menyiapkan dana maksimal Rp 360 miliar.

Adapun pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan melalui perdagangan di BEI. Untuk melakukan buyback saham tersebut, perseroan akan menunjuk PT Ciptadana Sekuritas Asia.

“Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan dengan memperhatikan peraturan yang berlaku,” demikian seperti dikutip.

Manajemen PT Tower Bersama Infrastructure Tbk menggelar buyback saham tersebut dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 13 Tahun 2023 tentang kebijakan dalam menjaga kinerja dan stabilitas pasar modal pada kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 29 Oktober 2025, harga saham TBIG naik 1,92% ke posisi Rp 1.860 per saham. Harga saham TBIG dibuka naik 10 poin ke posisi Rp 1.835 per saham. Saham TBIG berada di level tertinggi Rp 1.895 dan terendah Rp 1.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 430 kali dengan volume perdagangan 8.003 saham. Nilai transaksi Rp 1,5 miliar.

 

Emiten TBIG Lepas 350,33 Juta Saham Treasuri

Sebelumnya,  PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menjual saham treasuri kepada Bersama Digital Infrastructure Asia Pte Ltd pada 27 Oktober 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (29/10/2025), perseroan menjual saham treasuri sebesar 350.330.400 saham kepada Bersama Digital Infrastructure Asia Pte pada 27 Oktober 2025. Harga dari penjualan saham treasuri oleh sebesar Rp 2.138 per saham. Dengan demikian, nilai pelepasan saham treasuri itu sebesar Rp 749 miliar.

Adapun harga dari penjualan saham treasuri telah sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29 Tahun 2023 tentang pembelian kembali saham yang dikeluarkan oleh perusahaan terbuka.

“Setelah pelaksanaan penjualan saham treasuri ini, perseroan telah selesai menjual seluruh saham hasil pembelian kembali perseroan,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.