Liputan6.com, Jakarta - - Menteri Keuangan Sri Mulyani mendorong agar jumlah emiten tercatat di pasar modal dapat mencapai 1.000 emiten.
Hal itu disampaikan Sri Mulyani saat memberi sambutan pada penutupan perdagangan bursa efek pada 2022, Jumat (30/12/2022).
"Kapitalisasi saham kita Rp 9.500 triliun, naik 15,2 persen, jumlah yang sudah IPO 825 perusahaan, saya selalu encourage kapan tembus 1.000 perusahaan. Tadi di pipeline 40, Saya rasa harus encourage terus,” ujar Sri Mulyani.
Advertisement
Sri Mulyani juga bahagia lantaran jumlah investor pasar modal tembus lebih dari 10 juta, dan mayoritas di bawah 40 tahun. “Ini gambaran luar biasa,” kata dia.
Sebelumnya Sri Mulyani mencatat, pasar modal dalam negeri memiliki kinerja yang relatif terjaga dibandingkan bursa negara lain di kawasan Asean, utamana sepanjang periode pandmei Covid-19. Sejak saat itu, lanjut Sri Mulyani, Indonesia serasa mulai biasa untuk menghadapi tahun-tahun yang tidak biasa setelahnya.
"Masuk 2022 dengan harapan akan jauh lebih baik dan pulih, namun kita akui 2022 ujiannya juga sungguh luar biasa. Jadi ketidakpastian yang terjadi pada 2022 telah bisa dilewati oleh seluruh pelaku bursa dengan sangat baik,” kata dia.
Salah satu capaian yang menggembirakan adalah laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang sempat mencatatkan rekor tertingginya ke posisi 7.318 pada 13 September 2022. Hingga akhir tahun, IHSG ditutup pada posisi 6.850,62, naik 2,78 persen secara year to date.
Bukan Cuma RI, Pengetatan Likuiditas Bisa Nyetrum Bursa Efek Mana Saja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175163/original/023137900_1664432121-FOTO.jpg)
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan dampak dari pengetatan likuiditas terhadap bursa efek. Bukan hanya bursa efek di Indonesia, tetapi juga bursa efek di negara-negara lain. Sebagai gambaran, Menkeu menyebut tahun ini mestinya jadi tahun pemulihan ekonomi banyak negara maju.
Namun sebaliknya, banyak negara maju yang justru alami pelemahan ekonomi. Bahkan terjadi revisi pertumbuhan ekonomi yang signifikan di negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Inggris, Jepang, hingga China. Bersamaan dengan itu, kondisi geopolitik yang berlangsung saat ini sebabkan disterupsi dari sisi supply yang menjadi makin akut usai oandemi COVID-19.
Menkeu menilai, hal itu sebabkan kompleksitas dari para pemangku kebijakan di seluruh dunia untuk hadapi dilema kenaikan inflasi yang tinggi.
"Kompleksitas ini timbulkan dampak yang pasti di BEI terasa langsung karena respon kebijakan secara global adalah kenaikan suku bunga untuk tidak memperparah kenaikan inflasi dna perang terhadap inflasi jadi front line battle,” kata Menkeu dalam Peresmian Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022, Jumat (30/12/2022).
Advertisement
Selanjutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4277389/original/031272300_1672390288-30_desember_2022-3.jpg)
Menghadapi kondisi itu, Bank Sentral AS, The Fed mengambil kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan dan pengetatan likuiditas. Kondisi ini disebut menekan pasar modal di banyak negara karena beberapa sektor ekonomi juga akan terimbas atas kebijakan tersebut.
"Ini adalah battleground dari bursa efek di mana saja. Maka tak ayal semuanya mengalami merah karena tidak ada yang tidak terpengaruh saat battleground ada pada puncak peperangan, yaitu kenaikan suku bunga tinggi dan pengetatan likuiditas, pasti akan berimbas pada bursa efek di mana saja," imbuh Menkeu.
Meski begitu, Sri Mulyani cukup lega lantaran pasar modal Indonesia masih mencatatkan pertumbuhan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 6.850,62 pada perdagangan terakhir di 2022. Secara year to date, IHSG naik 2,78 persen.
"Kita masih mengalami hijau. Mungkin tidak setinggi yang diharapkan. Kita masih memiliki breakthru untuk jumlah IPO, kita juga tumbuhkan investor utamanya individu dan anak muda yang excited untuk mulai investasi,” pungkas Menkeu.
Penutupan IHSG pada 30 Desember 2022
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada penutupan perdagangan terakhir 2022, Jumat (30/12/2022). Koreksi IHSG ini juga terjadi di tengah pemerintah mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Mengutip data RTI, IHSG melemah tipis 0,14 persen ke posisi 6.850,61. Indeks LQ45 merosot 0,29 persen ke posisi 937,17. Sebagian besar indeks acuan melemah. Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.888,73 dan terendah 6.838,58. Sebanyak 224 saham menguat dan 287 saham melemah. 197 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 950.384 kali dan volume perdagangan 18,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 9,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.645.
Mayoritas indeks sektor saham menguat dan melemah hampir berimbang. Sektor saham energi melemah 0,17 persen, sektor saham basic turun 0,64 persen, sektor saham industri tergelincir 0,13 persen, sektor saham teknologi dan sektor saham nonsiklikal masing-masing terpangkas 0,89 persen.
Mengutip kanal News Liputan6.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi mencabut Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat atau PPKM di Indonesia. Menurut dia, ini dilakukan setelah melalui kajian dalam waktu cukup panjang.
Jokowi menyampaikan, tingkat kasus di Indonesia telah masuk pada kategori yang rendah. Sehingga, keputusan untuk mencabut PPKM adalah hal yang tepat.
"Kita ini mengkaji sudah lebih dari 10 bulan, dan lewat pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan angka-angka yang ada, maka pada hari ini pemerintah memutuskan untuk mencabut PPKM yang tertuang dan Instruksi mendagri Nomor 50 dan 51 tahun 2022,"kata dia dalam konferensi pers, Jumat, 30 Desember 2022.
"Jadi tidak ada lagi pembatasan kerumunan dan pergerakan masyarakat," ia menambahkan..
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4157721/original/019881000_1663144605-menkeu__3_.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299914/original/005792400_1469612632-sri-mulyani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1928750/original/000486300_1519376905-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3020527/original/046868200_1578913888-20200113-Rupiah-Perkasa_-IHSG-Ditutup-Cerah--ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1694576/original/098412300_1503994463-20170829-Saham-Akibat-Rudal-Korut-AP3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2970772/original/032944800_1574070739-20191118-Perdagangan-Awal-Pekan-IHSG-Ditutup-di-Zona-Merah-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267165/original/042073600_1602658746-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)