Sukses

Kaleidoskop 2021: Saham GameStop Kejutkan Wall Street hingga Daftar Emiten Kena Sanksi (Bagian I)

Liputan6.com, Jakarta - - Tak terasa dalam hitungan jam akan memasuki 2022. Pandemi COVID-19 pun masih membayangi termasuk di pasar modal. Kenaikan kasus COVID-19 menjadi sentimen di bursa saham.

Namun, di tengah pandemi COVID-19 yang terjadi bursa saham global hingga Indonesia juga mencatat sejumlah kejadian menarik perhatian sepanjang 2021. Salah satunya pada awal 2021, saham meme di bursa saham Amerika Serikat atau wall street sempat menyita perhatian global. Munculnya saham meme yaitu saham GameStop bahkan menunjukkan peran investor ritel dan trader.

Dari dalam negeri, investasi bodong masih terjadi. Bahkan modus investasi beragam. Mulai dari modus video hingga alat kesehatan. Sekali lagi iming-iming imbal hasil tinggi dan tidak rasional menjadi daya tarik.

Pada 2021 ini bukan hanya saham saja yang menarik perhatian investor untuk investasi. Aset kripto juga menyedot perhatian. Hal itu terutama rospek harga bitcoin yang bikin penasaran.

Berikut sejumlah berita yang populer yang masuk kaleidoskop di saham. Berikut ulasannya yang dibagi menjadi dua bagian, pada bagian pertama berisi berita terpopuler di saham pada Januari-Juni 2021, ditulis Jumat (31/12/2021):

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 7 halaman

1.Alasan Lonjakan Saham GameStop Mengejutkan Wall Street

Saham GameStop akhir-akhir ini banyak menuai perhatian di pasar saham Amerika Serikat (AS) atau wall street. Banyak orang menilai apa yang terjadi dengan saham GameStop tidak masuk akal.

Saham ritel video game itu membuat langkah yang mengejutkan dengan bergerak liar. Hal tersebut meningkatkan kekhawatiran dari investor profesional di wall street hingga regulator di Gedung Putih, Washington, AS.

Apalagi hal terbaru setelah platform perdagangan membatasi pelanggan mereka untuk melakukan perdagangan tertentu dengan GameStop mendorong saham menguat setelah perdagangan saham.

Berita selengkapnya baca di sini

3 dari 7 halaman

2.Menyibak Modus Investasi Nonton Video Bisa Cuan

Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menyatakan PT Future View Tech atau VTube termasuk entitas ilegal sejak Juni 2020.

Hingga saat ini kegiatan VTube masih belum mendapatkan izin dan dilarang karena tidak memenuhi sejumlah rekomendasi yang disyaratkan.

Namun demikian, VTube ini malah viral di jagad maya beberapa waktu terakhir. Sebagai iming-iming, VTube menawarkan keuntungan yang besar dengan cara yang cukup mudah bagi member mereka, yakni hanya dengan menonton iklan di aplikasi VTube.

Berita selengkapnya baca di sini

4 dari 7 halaman

3.BRI Bakal Tebar Dividen Rp 98,90 per Saham

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI akan membagikan dividen tunai tahun buku 2020 kepada pemegang saham senilai Rp 12,12 triliun.

Dividen  tersebut 65 persen dari laba bersih konsolidasi kepada pemilik entitas induk untuk tahun buku 2020 sebesar Rp 18,65 triliun.

Pembagian dividen tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis, 25 Maret 2021.

Adapun dividen tersebut setara Rp 98,90 per lembar saham atau tepatnya Rp 98,905659443 per lembar saham. 

Berita selengkapnya baca di sini

5 dari 7 halaman

4.Tanda Orang Hebat Investasi Saham Versi Lo Kheng Hong

Menjadi salah satu tokoh sukses di pasar modal, Lo Kheng Hong sering kali  dijuluki sebagai Warren Buffett Indonesia. Tak heran, Ia sering kali membagikan pengalaman investasi selama 31 tahun.

Dalam diskusi secara virtual, Sabtu, 24 April 2021, Lo Kheng Hong menjelaskan tanda-tanda orang hebat dalam investasi saham, berikut ulasannya.

Terdapat enam tanda orang hebat saat berinvestasi saham, hal pertama ialah tidak mencari uang dari member premium berbayar. "Kalau dia mencari uang dari member premium berbayar, jangan percaya dia," kata dia.

Berita selengkapnya baca di sini

6 dari 7 halaman

5.Sejumlah Negara Perketat Pemakaian Uang Kripto, Begini Tanggapan Bos Indodax

Sejumlah negara mulai memberikan aturan ketat terkait penggunaan mata uang kripto sebagai alat pembayaran dan investasi, antara lain China dan Amerika Serikat (AS).

Melihat hal ini, CEO Indodax Oscar Darmawan menegaskan, bila peraturan yang sudah dikeluarkan China telah ada sejak 2017.

"Pemberitaan mengenai China ramai pada beberapa hari yang lalu. China hanya mengingatkan lembaga keuangan dan perusahaan pembayaran untuk menyediakan layanan yang terkait dengan transaksi mata uang kripto," ujar dia kepada Liputan6.com, Sabtu, 25 Mei 2021.

Berita selengkapnya baca di sini

7 dari 7 halaman

6.Daftar 88 Emiten yang Kena Peringatan Tertulis Gara-Gara Belum Beri Laporan Keuangan

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 88 perusahaan tercatat atau emiten dan delapan efek hingga 31 Mei belum menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2021.

Oleh karena itu, BEI telah memberikan peringatan tertulis I kepada delapan efek dan 88 perusahaan tercatat yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2020 secara tepat waktu.

Hal ini mengacu pada ketentuan II.6.1 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang sanksi dan ketentuan V.I.3 Peraturan Bursa Nomor I-C tentang pencatatan dan perdagangan unit penyertaan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif di bursa.

Berita selengkapnya baca di sini