Sukses

Harga Bitcoin Melambung Berkat El Salvador

Liputan6.com, Jakarta - Nilai bitcoin melonjak setelah El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang menerimanya sebagai alat pembayaran yang sah.

Mata uang kripto tersebut diperdagangkan di kisaran USD 36.849 per koin atau sekitar Rp 525,37 juta (asumsi kurs Rp 14.257 per dolar AS) pada Kamis pagi waktu setempat. Menurut CoinDesk, bitcoin melonjak sekitar 7,9 persen selama 24 jam terakhir.

Anggota Parlemen El Salvador membuat sejarah dengan menyetujui proposal dari Presiden El Salvador Nayib Bukele pada Rabu pekan ini. Proposal tersebut akan memungkinkan bitcoin digunakan sebagai alat pembayaran yang sah di negara tersebut selain dolar Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir dari CNN, Kamis (10/6/2021).

Undang-Undang (UU) menyatakan, semua agen ekonomi harus menerima bitcoin sebagai bentuk pembayaran saat ditawarkan oleh pembeli barang dan jasa. Selain itu, pembayaran pajak juga dapat dilakukan dengan memakai bitcoin.

Langkah El Salvador memberikan kemenangan lain untuk mendorong kenaikan uang kripto seiring pemakaiannya menjadi lebih diterima secara luas di seluruh dunia.

Sebelum pemungutan suara di El Salvador, Bukele mengunggah cuitan di twitter yang menyebutkan pemakaian bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah. Hal ini akan mempromosikan inklusi keuangan, pariwisata, inovasi dan pembangunan ekonomi.

El Salvador merupakan negara terkecil di Amerika Tengah, meski cepat menahan pandemi COVID-19, ekonomi negara tersebut juga terpukul keras pada 2020. Hal itu berdasarkan Bank Dunia.

Uang kripto tidak memerlukan rekening bank, dan disimpan di dompet digital. Hal itu dinilai dapat membantu orang-orang komunitas terutama masuk kategori miskin seperti banyak di El Salvador, tetapi juga komunitas minoritas di AS. Hal tersebut dapat meningkatkan akses keuangan di wilayah tersebut.

2 dari 3 halaman

Gerak Bitcoin

Bitcoin bergerak bak roller coaster akhir-akhir ini. Pada Mei 2021, harga bitcoin turun hampir 40 persen setelah melambung ke rekor tertinggi di atas USD 60.000 pada awal 2021.

Salah satu pemicu utama yaitu mengenai ketidakpastian baru-baru ini berasal dari Elon Musk. CEO Tesla tersebut sering memicu kegemparan di antara investor mengenai pandangannya tentang uang kripto.

Salah satunya bitcoin turun setelah Musk muncul yang mengatakan kalau Tesla mungkin sudah membuang kepemilikan bitcoinnya. Kemudian, ia klarifikasi kalau Tesla tidak menjual bitcoin apa pun sehingga mendorong harga menguat.

Selain itu, China juga telah mengguncang pasar dengan isyaratkan rencana lebih lanjut untuk membatasi industri. Pada Mei 2021, Wakil Perdana Menteri Liu He mengatakan, pemerintah akan menekan aktivitas penambangan dan perdagangan bitcoin sehingga mengguncang investor.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini