Cita-cita Besar Aceh Barat di Balik Festival Literasi 2026

Said Fadheil menegaskan Aceh Barat menuju pusat literasi informasi lewat kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

Diterbitkan 27 September 2026, 22:32 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, menutup Festival Literasi Aceh Barat 2026 di halaman kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Sabtu (26/9/2026) malam.

Dalam sambutannya, Said menyampaikan apresiasi kepada panitia, pegiat literasi, penulis, pelajar, guru, komunitas, seniman, pelaku UMKM, dan semua pihak yang menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, rangkaian festival menunjukkan bahwa literasi memiliki ruang yang sangat luas, mulai dari buku dan karya tulis, diskusi, hingga seni budaya dan kreativitas anak muda.

"Inilah yang kita inginkan, literasi tumbuh dekat dengan kehidupan masyarakat, hadir di sekolah, keluarga, gampong, perpustakaan, komunitas, dan ruang publik," ujarnya.

Di tengah pesatnya teknologi dan arus informasi, kata Said, kemampuan membaca, memahami, dan memilah informasi semakin penting. Ia menegaskan cita-cita Aceh Barat menuju pusat literasi informasi membutuhkan kerja bersama.

"Kita memerlukan kerja bersama agar literasi semakin kuat, dekat dengan masyarakat, dan bermanfaat luas," katanya.

 

Lahirkan Generasi Berilmu

Said optimistis, dengan kebersamaan dan ikhtiar berkelanjutan, semangat literasi akan terus tumbuh dan melahirkan generasi berilmu, kreatif, serta mampu memanfaatkan pengetahuan untuk kehidupan yang lebih baik.

Pada malam penutupan, sejumlah instansi, tokoh, komunitas, dan seniman menerima penghargaan sebagai pegiat literasi di Aceh Barat.

Penghargaan untuk tokoh penggerak literasi diberikan kepada Afrinda Novalia dan Kurdi. Untuk organisasi media pegiat literasi, penghargaan diterima Jurnalis Aceh Barat (JAB), PWI Aceh Barat, SWI Aceh Barat, dan SMSI Aceh Barat.

Organisasi pegiat literasi Wahana Generasi Aceh (Wangsa) dan media partner festival, RRI PRO2 Meulaboh, juga mendapat penghargaan.

Penghargaan pegiat literasi diberikan kepada:

  • Cut Putri Rahmawati (Ketua TBM Klasik)
  • Arifani Ayu Budiati (Ketua Forum TBM Aceh Barat)
  • Nyimas Lia (Pengelola Perpustakaan TBM Wives)
  • Mery Yuliana (Pengelola Perpustakaan TBM Saung Baca)
  • Hidayatul Fitri (Pengelola Perpustakaan TBM Rumoh Literasi)
  • Yusrina (Pengelola Perpustakaan Gampong Lapang)
  • Wilda (Pengelola Perpustakaan Cabdin Aceh Barat)
  • Teuku Raimond Taufik (Pengelola Perpustakaan Jambo Baca)

Â