Minibus Suporter PSS Sleman Tabrak Tronton di Tol Madiun, 4 Orang Tewas

​Kecelakaan terjadi saat rombongan suporter menempuh perjalanan dari Sleman, DIY, menuju Surabaya untuk menyaksikan laga tandang PSS Sleman melawan Persebaya.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 14:19 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola tanah air. Niat mendukung tim kesayangan berujung tragedi setelah sebuah minibus pengangkut rombongan suporter PSS Sleman mengalami kecelakaan maut di ruas Tol Ngawi-Kertosono, Kabupaten Madiun, Minggu (18/10/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan empat orang dilaporkan meninggal dunia.

​Kecelakaan terjadi saat rombongan suporter tengah menempuh perjalanan dari Sleman, DIY, menuju Surabaya untuk menyaksikan laga tandang PSS Sleman melawan Persebaya Surabaya.

​Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Dristica Brian Arya Leviantona mengonfirmasi bahwa minibus ditumpangi para korban menghantam bagian belakang samping sebuah truk tronton pengangkut bibit kelapa yang melaju searah di depannya.

​"Dari kejadian ini, total ada empat korban meninggal dunia. Satu korban tewas di lokasi kejadian, sementara tiga lainnya mengembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit," ujar Brian, Minggu (18/10/2026).

Seluruh korban tewas maupun luka-luka telah dievakuasi ke RSUD Caruban untuk penanganan medis lebih lanjut.

​Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna menguak penyebab pasti kecelakaan. Kejadian ini melibatkan rombongan empat armada Toyota Hiace yang masing-masing mengangkut sekitar 15 penumpang termasuk pengemudi.

"Minibus yang mengalami musibah merupakan kendaraan ketiga dalam konvoi yang berangkat dari Sleman sekitar pukul 06.00 WIB," kata dia.

​Proses pemeriksaan saksi dan korban selamat sempat menemui kendala. Para suporter ini menggunakan jasa travel, sehingga beberapa penumpang di dalam minibus tidak saling mengenal satu sama lain.

​"Untuk penyebab pastinya masih kami selidiki. Pemeriksaan sedikit menghadapi kendala lantaran sejumlah penumpang minibus tidak saling mengenal karena mereka mengikuti perjalanan menggunakan jasa travel rombongan," pungkas Arya.