Kebakaran Hutan di Meru Betiri Meluas, Permukiman Warga Terancam

Hembusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat melahap dedaunan kering, ilalang, hingga tanaman rambat.

Diterbitkan 11 September 2026, 18:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Jember, Jawa Timur. Amukan si jago merah sejak Selasa (8/9/2026) telah merusak 72 hektare lahan dan menjangkau wilayah Desa Curahnongko serta Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.

​Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo mengatakan, pemicu utama api cepat menyebar diduga dari area barat Desa Curahnongko. Hembusan angin kencang membuat kobaran api dengan cepat melahap dedaunan kering, ilalang, hingga tanaman rambat.

"Keterbatasan peralatan pemadaman manual yang dimiliki tim gabungan membuat api sulit dikendalikan, hingga sempat mendekati permukiman warga pada jarak kritis, sekitar 100 meter," ujar Edy, Jumat (11/9/2026).

​Kondisi tersebut memicu kepanikan warga Dusun Krajan, Desa Curahnongko. Selain ikut berjibaku membantu petugas memadamkan api secara manual, warga juga mulai terpapar paparan asap pekat mengganggu pernapasan dan memedihkan mata. Menanggapi situasi ini, petugas bergerak membagikan masker kepada penduduk terdampak.

"Masker kita bagikan ke warga untuk mengantisipasi terjadinya ispa karena asap dari karhutla cukup menganggu warga," ujar dia.

​Meskipun api di wilayah barat Desa Curahnongko berhasil dipadamkan pada Kamis (10/9/2026) petang, ancaman belum sepenuhnya usai. Titik api baru justru muncul dan bergerak ke kawasan hutan sebelah timur di wilayah Desa Andongrejo.

​"Api sudah padam di wilayah barat kawasan hutan Desa Curahnongko, sedangkan di wilayah timur kawasan hutan Desa Andongrejo masih belum padam," kata Edy.

​Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember bersama Tim Meru Betiri Resort Andongrejo terus mengupayakan pemadaman di titik-titik kritis.

"Kami juga telah berkoordinasi dengan Damkar Pos Ambulu untuk menyuplai pasokan air guna mendukung pemadaman total di lapangan," pungkasnya.