RSUP Dr Sardjito Sebut Nakes Nirempati Bukan Karyawannya

Unggahan pengalaman pahit Yurizal menunggu 8 jam di rumah sakit sebelum dirinya meninggal dibanjiri komentar nirempati dari para tenaga kesehatan.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Yogyakarta - Seorang pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan meninggal dunia dalam perawatan sebuah rumah sakit. Sebelum meninggal, Yurizal sempat mengeluh diakun Threads @yurizaltrich tentang pelayanan di rumah sakit yang menanganinya.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake BPJS" tulis Yurizal diakun @yurizaltrich pada, 22 Juli 2026 lalu.

Unggahan Yurizal ini mendapatkan banyak komentar nirempati dari tenaga kesehatan (nakes) baik itu dokter maupun perawat. Salah satu akun dengan komentar nirempati ini adalah akun milik @erudarahaadini.

Dari penelusuran warganet diketahui pemilik akun @erudarahaadini ini adalah seorang dokter lulusan UGM. Tak hanya itu dari penelusuran warganet, disebut pemilik akun bekerja sebagai dokter di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito Banu Hermawan mengakui pihaknya sudah melakukan penelusuran usai sejumlah warganet melaporkan akun tersebut ke RSUP Dr. Sardjito. Banu membeberkan jika pemilik akun itu bukanlah pegawai di RSUP Dr. Sardjito.

"Kami mengetahui adanya unggahan tersebut karena IG Sardjito ditag oleh netizen. Selanjutnya kami melakukan penelusuran lebih lanjut," kata Banu saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).

"Dari hasil penelusuran, kami nyatakan bahwa dokter tersebut bukan karyawan RS Sardjito. dokter tersebut peserta program pendidikan spesialis. Artinya yang bersangkutan peserta didik FKKMK (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan) UGM," imbuh Banu.

Banu menerangkan pihak RSUP Dr Sardjito akan bekerjasama dengan pihak FKKMK UGM akan melakukan klarifikasi kepada pemilik akun itu. Nantinya klarifikasi ini untuk mengetahui alasan terkait unggahan itu dibuat oleh yang bersangkutan.

"Terkait unggahan yang beredar, kami RS Sardjito bersama FKKMK UGM yang tergabung dalam tim pendidikan bermartabat, akan melakukan klarifikasi dan pemanggilan lebih lanjut kepada yang bersangkutan kenapa dan apa alasannya melakukan unggahan tersebut," ucap Banu.

Banu memastikan jika unggahan pemilik akun @erudarahaadini ini merupakan tindakan personal. Unggahan komentar, sambung Banu, tidak mewakili nama institusi termasuk RSUP Dr. Sardjito.

"Tentu saja RS Sardjito dan FKKMK UGM selalu memiliki komitmen kuat untuk melindungi harkat martabat siapapun. Sekali lagi kami menegaskan bahwa unggahan tersebut merupakan tindakan yang dilakukan personal dan bukan atas nama institusional," tutup Banu.

Komentar Nirempati ke Pasien BPJS

Media sosial diramaikan soal kabar meninggalnya Yurizal, seorang pasien BPJS di RSUD Sardjito Yogyakarta. Yang membuat miris, Yurizal pernah mengeluhkan pengalaman pahitnya tak kunjung mendapat ruangan di rumah sakit sebelum akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Pengalaman pahit menunggu 8 jam di rumah sakit sebagai pasien BPJS diutarakan almarhum Yurizal di media social. Bukan mendapat simpati, unggahan itu malah diserbu komentar bernada sinis, yang belakangan malah diketahui berasal dari para tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit.

"Delapan jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal dalam unggahannya kala itu.

"PP nya kayak orang Have tapi aslinya Haven’t kah? haven’t some brain cells," timpal akun @erudarahaadini, yang diduga kuat seorang nakes.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak BPJS yang make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," tulis akun @bennychrstn.

Setelah ditelusuri warganet, pemilik akun @bennychrstn diduga merupakan alumni Fakultas Kedokteran UI.

Sementara akun @1amdika menuliskan komentar yang menyebut pasien akan lebih cepat mendapatkan penanganan apabila mengalami serangan jantung sehingga langsung ditangani di instalasi gawat darurat (IGD).

Komentar lain yang juga menuai kritik berasal dari akun @nandafadyla_ yang menuliskan kalimat singkat, "Bacot nih pasien."

Usai komentar-komentar nirempati itu viral, Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Kabar lelayu soal meninggalnya Yurizal sendiri diumumkan sepupunya, Hilda Aprianti, dalam sebuah unggahan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 lalu. Hilda menyebutkan, Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli.

"Selamat jalan ya, Wi. Semoga husnul khotimah. Semoga diberikan tempat terbaik di sisi Allah," tulis Hilda.

Pihak keluarga juga menyayangkan munculnya komentar nirempati yang diduga dari para nakes, hanya karena Yurizal pasien BPJS.