Liputan6.com, Jakarta - “Siti Siti Mawarni ya Incek Anak Labuhanbatu. Siti Siti Mawarni ya Incek bintiya Solehudin. Kalau ada orang yang nyabu yang Allah cepat kasih azabnya. Sabu banyak di Sumut ya Allah bandar Sabu kaya semua…” demikian penggalan lirik lagu Siti Mawarni.
Lagu tersebut viral di media sosial beberapa hari terakhir. Banyak netizen menggunakannya sebagai backsound unggahan status. Lagu karya Amin Wahyudi Harahap ini sukses mengacak-acak algoritma Instagram hingga Threads.
Rasa penasaran publik akan kemunculan lagu ini membuat 'Siti Mawarni' nangkring di puncak Google Trends pada Jumat (24/4/2026). Namun, di balik nadanya yang bikin terngiang-ngiang, makna lagu ini menyimpan 'taring' yang cukup tajam.
Advertisement
Lirik 'Siti Mawarni' bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna. Amin Wahyudi Harahap menggunakan lagu ini sebagai media untuk memotret realitas pahit pemberantasan narkoba di Sumatera Utara.
Gaya bahasa yang lugas dan emosional membuat lagu bak 'pengeras suara' atas keresahan warga atas peredaran narkoba yang selama ini terpendam. 'Siti Mawarni' seolah mewakili jeritan hati masyarakat yang ingin lingkungan mereka bersih dari jeratan barang haram tersebut.
“Siti Mawarni ini adalah tokoh fiktif. Pertama ini mau saya buat Siti Markonah, tapi Siti Markonah itu lebih terkenal di Betawi, di daerah Jakarta. Jadi saya buat ke arah daerah saya, apalagi daerah saya kan daerah puisi, daerah Melayu,” kata Amin dalam wawancara dengan Liputan6.com, Minggu (26/4/2026).
Alasan Amin memilih nama tersebut pada lirik lagunya dengan mempertimbangkan budaya dan agama. Menurutnya, tidak tepat jika menyandingkan nama besar dalam Islam dengan tema yang berkaitan dengan narkotika.
"Maka di awal tadi saya bilang, tak elok rasanya, tak elok dalam hati Siti Fatimah binti Rasulullah saya sandingkan dengan lirik narkoba gitu. Makanya saya ganti jadi Siti Mawarni. Itu kira-kira,” ujarnya.
Amin menambahkan, lagu Siti Mawarni lahir dari kegelisahan maraknya peredaran narkoba di wilayahnya yang penanganannya tidak kunjung selesai.
“Jadi yang pertama itu adalah keresahan di dalam hati kita tentang maraknya narkoba. Apalagi kita buka media sosial sehari ini, ternyata penangkapan narkoba, penangkapan narkoba. Artinya dari mulai kita masih muda sampai saat ini usia 42 tahun, kenapa sih narkoba ini nggak habis. Kita tidak menyalahkan pejabat sekarang atau terdahulu, tapi kenapa ini tidak habis-habis,” ungkapnya.
Lantas Bagaimana Angka Pemberantasan Narkoba di Sumut?
Pada akhirnya 2025 lalu, Polda Sumut mempublikasikan hasil kerja mereka terkait pemberantasan narkoba. Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengungkap 6.078 kasus narkoba, angka peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.
Dari pengungkapan tersebut, jumlah tersangka yang diamankan mencapai 7.634 orang, terdiri dari jaringan bandar, transporter hingga penerima barang di berbagai tingkatan.
Adapun barang bukti disita meliputi sabu seberat lebih dari 1,5 ton, kokain lebih dari 2.000 gram, ganja lebih dari 1 ton, serta berbagai butir pil ekstasi dan happy five. Total barang bukti yang diamankan diperkirakan mencapai Rp 2,43 triliun.
“Hasil pengungkapan yang dicapai merupakan kerja keras seluruh personel Ditresnarkoba bersama jajaran Polres, serta kolaborasi dengan masyarakat dan instansi terkait,” ujar Kapolda saat itu.
Advertisement
Pengungkapan Narkoba Tahun 2024
Setahun sebelumnya, yaitu sepanjang 2024, Polda Sumut dan Polres jajaran telah menangkap dan menetapkan sebanyak 6.479 orang sebagai tersangka dalam kasus penyalahgunaan narkotika.
Kapolda Sumut, Irjen Whisnu Hermawan Februanto menyebut, pengungkapan kasus pada 2024 sedikit memiliki penurunan jika dibandingkan dengan 2023.
Namun untuk jumlah barang bukti yang diamanak. jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan pengungkapan kasus 2023.
“Kita mengamankan sebanyak 6.479 orang yang kita tetapkan sebagai tersangka dengan jumlah kasus sebanyak 5.147 berkas perkara,” kata Irjen Whisnu pada 27 Desember 2024 lalu, saat melaksanakan refleksi akhir tahun di Polda Sumut.
Saat itu, Whisnu menegaskan pihaknya bersama Kodam I Bukit Barisan dan Forkopimda di wilayah Sumut terus berkomitmen untuk memerangi narkoba.
“Penyalahgunaan narkoba merupakan salah satu sumber dari segala kejahatan. Kita berkomitmen memberantas peredaran narkoba,” tandasnya.
Reaksi Polda Sumut Soal Lagu Siti Mawarni
Lalu apa bagaimana reaksi Polda Sumut menyikapi lagu yang berangkat dari fenomena sosial di lingkungan warga? Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, memberikan apresiasi positif.
"Kami tidak merasa tersindir. Sebaliknya, ini adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata dari masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkoba," ujar Kombes Pol Ferry.
Pihak Polda Sumut menegaskan bahwa lagu ini adalah aspirasi publik yang positif dan konstruktif. Polda Sumut tetap berkomitmen penuh menyikat habis jaringan narkotika. Karya seni seperti ini justru membantu kepolisian memetakan keresahan di akar rumput.
Kini, "Siti Mawarni" tidak lagi dipandang hanya sebagai sebuah karya musik yang enak didengar sambil minum kopi. Lagu ini telah bermutasi menjadi simbol perlawanan sosial dan media komunikasi antara rakyat dengan pemangku kebijakan.
Fenomena ini membuktikan bahwa musik masih menjadi senjata paling ampuh untuk menyampaikan kritik tanpa harus kehilangan estetika.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4604649/original/018149900_1696866386-WhatsApp_Image_2023-10-09_at_00.08.30.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315039/original/036751000_1785824895-IMG-20260804-WA0024.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315021/original/013212600_1785823176-sabu_banjarmasin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311942/original/073282400_1785469127-1000086973.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313756/original/073498500_1785679432-67597.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312911/original/053680700_1785566266-1001514240.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308228/original/021608300_1785132849-5561f5af-6e36-41d6-9e2d-2e7ad7cfb0ec.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311967/original/074109600_1785470982-20260731_093522.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311980/original/090241600_1785471999-20260731_104756.jpg)