Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Sukabumi, Warga Diminta Tak Panik tapi Tetap Waspada

Gempa terjadi pukul 13.42 WIB dan berpusat di laut selatan.

Diterbitkan 02 April 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi tektonik magnitudo 4,5 mengguncang Sukabumi pada Kamis (2/4/2026) siang. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 13.42 WIB.

Pusat gempa atau episenter terletak di koordinat 7.65 LS dan 106.45 BT. Titik tersebut berada di laut pada jarak 74 kilometer arah Barat Daya Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman dangkal sekitar 22 kilometer. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi langsung melakukan pemantauan intensif di seluruh kecamatan melalui jaringan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK).

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di lapangan terpantau aman. Belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

"Dari hasil pantauan WAG P2BK se-Kabupaten Sukabumi sampai dengan pukul 14.20 WIB, belum ada laporan dampak gempa tersebut. Situasi wilayah masih terpantau aman terkendali," ujar Daeng.

 

 

Warga Diminta Tak Panik tapi Tetap Waspada

Meski kondisi saat ini tetap kondusif, pihak BPBD meminta warga untuk tidak panik namun tetap waspada.

Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi isu atau informasi hoaks yang beredar di media sosial.

Petugas di lapangan, terutama di daerah pesisir dan pelosok, tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya laporan susulan dari warga.

Daeng menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperbarui informasi jika terjadi perkembangan terbaru di lapangan.

"Laporan sementara kondusif. Apabila ditemukan adanya dampak di kemudian waktu, akan kami laporkan secara berkala," tambah Daeng.

Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari saluran komunikasi BMKG dan BPBD setempat untuk memastikan keakuratan data dan langkah kesiapsiagaan bencana.