Bocah 7 Tahun Meninggal Tersedak Bakso

Tubuhnya lemas, matanya melotot dan tidak lagi mampu berbicara.

Diterbitkan 22 September 2026, 13:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keceriaan CG (7) siswi kelas 1 SD di Desa Wonobodro, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, berubah  petaka. Bocah itu meninggal dunia setelah tersedak bakso saat makan sambil bermain bersama temannya.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, GC sedang bermain bersama temannya, Kayla, di halaman rumahnya di Gang Jamban Kidul, RT 03/RW 02, Desa Wonobodro.

GC ketika itu tengah menyantap bakso yang dibungkus plastik. Di tengah aktivitas bermain, korban tiba-tiba tersedak. Kondisinya kemudian memburuk dengan cepat. Tubuhnya lemas, matanya melotot, dan ia tidak lagi mampu berbicara.

Melihat kondisi temannya, Kayla panik dan berteriak meminta pertolongan kepada orang tua korban. Mendengar teriakan tersebut, keluarga korban segera keluar rumah untuk melihat keadaan GC.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas dan bersandar pada seseorang bernama Nilna. Keluarga bersama orang-orang di sekitar lokasi kemudian berusaha memberikan pertolongan awal.

Salah seorang anggota keluarga menepuk-nepuk punggung GC, sementara ibu korban, Muindahwati, dipanggil untuk mengetahui kondisi anaknya.

 

Kondisi GC Terus Menurun

Setelah itu, Muindahwati membawa GC ke tempat praktik bidan desa. Namun, setelah memeriksa kondisi korban, bidan menyarankan agar GC segera dibawa ke puskesmas karena kondisinya sudah sangat lemas.

GC kemudian dibawa ke Puskesmas Blado I. Setibanya di fasilitas kesehatan tersebut, nyawanya sudah tidak tertolong. GC dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan petugas Puskesmas Blado I kepada kepolisian.

Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Tio Pratama mengatakan, berdasarkan keterangan Kepala Puskesmas Blado I, dr. Dian Permaisuri, ditemukan darah yang sempat keluar dari hidung dan mulut korban.

"Keterangan dari dokter sekaligus Kepala Puskesmas Blado I, dr. Dian Permaisuri, kondisi keluar darah dari hidung dan mulut dikarenakan adanya kondisi kekurangan oksigen yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah," ujar Bintoro.

GC merupakan putri pasangan Amad Sodikin (44) dan Muindahwati (37). Korban tercatat sebagai siswi kelas 1 SDN Wonobodro 01 dan tinggal bersama keluarganya di Gang Jamban Kidul, RT 03/RW 02, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. "Pihak keluarga korban menerima dan menyadari bahwa kejadian tersebut adalah sebuah musibah," kata Bintoro.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih memperhatikan aktivitas anak, terutama ketika sedang makan. Kepolisian mengimbau agar anak tidak dibiarkan makan sambil bermain guna mengantisipasi kejadian serupa.

Polresta Batang juga mendorong adanya penyuluhan kepada masyarakat maupun sekolah mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak.

"Mungkin bisa penyuluhan baik ke warga maupun ke sekolah untuk lebih memperhatikan anaknya," tukas Bintoro