Remaja SMP di Penajam Paser Utara Ditemukan Tewas Tergantung di Rumahnya

Remaja SMP berinisial SA (14), ditemukan tewas tergantung di rumahnya di Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim.

Diterbitkan 13 Februari 2026, 05:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Penajam Paser Utara - Seorang remaja perempuan berinisial SA (14), warga Kecamatan Babulu Darat, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Kamis sore (12/2/2026). Korban pertama kali ditemukan bibinya dalam kondisi tergantung di dapur rumah.

Kapolsek Babulu Darat AKP Ridwan Harahap membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan diterima setelah keluarga menemukan korban di dalam rumah.

"Benar, korban ditemukan sekitar sore tadi sekitar pukul 17.05 Wita dan sudah dievakuasi,” ujar Ridwan, Kamis (12/2/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, saat kejadian korban berada seorang diri di rumah. Kedua orang tuanya sedang berada di rumah sakit karena ayah korban menjalani perawatan.

"Jadi korban ini sendiri di rumah, kedua orang tuanya di rumah sakit karena bapaknya sedang sakit," kata Ridwan.

Penemuan korban bermula ketika bibi korban datang ke rumah untuk mengantar adik korban pulang. Namun setibanya di rumah, tidak ada respons saat dipanggil dari luar.

"Digedor-gedor, dipanggil tidak ada yang keluar, sehingga mereka berinisiatif untuk mendobrak lewat belakang," ujarnya.

Setelah pintu berhasil dibuka, bibi korban sempat mengira korban hanya berdiri di dapur. Namun beberapa saat kemudian ia menyadari korban dalam kondisi tergantung.

"Tadinya tantenya berpikir berdiri biasa, lalu ditegur 'kenapa kamu berdiri di situ' ternyata dilihat di atas ada tali tergantung," ungkap Ridwan.

Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babulu Darat. Petugas yang datang ke lokasi segera melakukan evakuasi dan pemeriksaan awal.

Dari hasil pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal beberapa jam sebelum ditemukan.

"Estimasi (meninggal) itu sekitar 5 jam sebelum pemeriksaan informasi dari dokter, berarti perkiraan sekitar pukul 13.00 Wita ya," jelasnya.

 

Keluarga Sebut Tak Ada Hal Mencurigakan

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari perilaku korban sebelumnya.

"Kalau sebelum kejadian, katanya tidak ada yang aneh sebelum kejadian," kata Ridwan.

Korban diketahui merupakan pelajar kelas VII sekolah menengah pertama (SMP). Dari keterangan orang tua, korban juga disebut sudah beberapa kali berpindah sekolah.

Selain itu, dari penelusuran awal terhadap ponsel korban, diketahui korban masih sempat beraktivitas di media sosial pada pagi hari sebelum ditemukan meninggal.

"Keterangan dari bapaknya, korban kemarin masih bersekolah, hari ini saja yang tidak masuk. Tadi belum secara detail (diperiksa), tapi korban sempat mengupdate status di jam 10 pagi," pungkasnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari keluarga dan sejumlah pihak terkait untuk melengkapi penyelidikan.

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.