IRT di Pringsewu Ditemukan Tewas Tergantung, Tinggalkan Pesan Terakhir untuk Suami dan Anak-Anaknya

Puri Utami (35), seorang ibu rumah tangga (IRT) ditemukan tewas tergantung di belakang rumahnya pada Rabu (18/2/2026).

Diterbitkan 18 Februari 2026, 20:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pringsewu - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Pringsewu, Lampung, ditemukan tewas tergantung di pohon cokelat yang berada di belakang rumahnya, Rabu pagi (18/2/2026).

Korban diketahui bernama Puri Utami (35), warga Pekon Sukoharjo 3, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Sehari-hari, korban berjualan gorengan tak jauh dari kediamannya.

Kapolsek Sukoharjo, AKP Juniko membenarkan peristiwa tersebut. Juniko mengatakan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun demikian, polisi masih mendalami motif di balik kejadian itu.

"Benar, dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri. Untuk motifnya masih kami dalami," ujar Juniko, Rabu (18/2/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Tugino (67), sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, saksi hendak menuju bagian belakang rumah untuk membersihkan kandang dan membuang sampah.

"Saksi terkejut melihat seseorang tergantung di pohon cokelat. Ia tidak menyangka bahwa yang dilihatnya adalah anak kandungnya sendiri," kata Juniko.

Mendapat laporan dari keluarga, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di sekitar lokasi, polisi menemukan sebuah amplop berisi tulisan yang diduga merupakan pesan terakhir korban.

"Isi pesan tersebut diduga permintaan maaf kepada suami serta pesan agar anak-anaknya dijaga ibadahnya," ujarnya.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Sukoharjo untuk dilakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

"Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri," jelasnya.

Pihak keluarga disebut telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

 

Saling Peduli

Kapolsek mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian sederhana seperti menyapa atau mengajak berbicara dapat membantu seseorang yang tengah menghadapi persoalan.

Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan terdekat. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat penting dalam situasi sulit.

Berikut isi surat wasiat yang ditulis Puri Utami untuk suami dan anak-anaknya:

"Sepurane mas nek selama ini urung dadi bojo seng manut.

Tolong jaga sholate anak-anak yo mas."

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.