Tekanan Batin Digugat Cerai Istri, Perawat Bunuh Anak Lalu Gantung Diri

Polisi menduga korban terlebih dahulu membekap anaknya hingga meninggal dunia, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang ayah ditemukan tewas bersama anaknya di Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (11/6/2026).

Korban diidentifikasi berinisial YGRD (34), seorang perawat, dan anak kandungnya berinisial ABZD (7). Keduanya ditemukan oleh ibu dan adik kandung korban saat pulang dari perjalanan sekitar pukul 16.30 WITA.

Berdasarkan keterangan saksi, ibu dan adik korban berangkat ke Borong sejak pukul 07.30 WITA dan baru kembali ke rumah sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat tiba, mereka mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari dalam dan tidak mendapat jawaban ketika memanggil penghuni rumah. Melalui jendela, mereka melihat anak korban terbaring tak bergerak di atas tempat tidur.

Setelah dibantu tetangga membuka akses masuk, korban dewasa ditemukan dalam kondisi tergantung di balok plafon rumah menggunakan tali nilon berwarna biru.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum medis, korban anak diduga meninggal akibat kekurangan oksigen. Dokter menduga korban dibekap hingga tidak dapat bernapas, yang ditandai dengan lebam di pelipis kanan dan cairan berbusa di hidung.

Sementara itu, korban dewasa dipastikan meninggal akibat gantung diri, ditandai luka lebam di leher akibat jeratan tali. Di lokasi, petugas juga menemukan kotak berisi sejumlah obat-obatan, antara lain antibiotik, obat antimual, dan obat program.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit dan tengah mengalami tekanan batin akibat gugatan perceraian yang diajukan istrinya. Sejak itu, korban tinggal terpisah dan membawa anaknya pulang ke kampung halaman. Akibatnya, sang anak sempat tidak bersekolah.

Pemicu Korban Bunuh Diri

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Zacky Shodri membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan hasil penyelidikan awal.

"Berdasarkan keterangan saksi, visum dokter, dan barang bukti yang ditemukan, sementara kami menduga korban terlebih dahulu membekap anaknya hingga meninggal dunia, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri," ujarnya, Senin (15/6/2026).

"Diduga latar belakangnya adalah tekanan batin akibat masalah rumah tangga dan kondisi kesehatan yang diderita korban," sambungnya.

Dia menambahkan, kondisi TKP sempat berubah karena telah ditangani keluarga sebelum kepolisian tiba. Namun, hal tersebut tidak mengurangi hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Pihaknya masih mendalami motif dan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

"Kami masih mendalami penyebab pasti dan memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat. Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat dan agama, sementara proses penyelidikan tetap berjalan," tegasnya.

Hingga saat ini, kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk melengkapi penyelidikan.

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.