Liputan6.com, Jakarta Ketua Senat Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, M Mukthasar Samsyudin menuturkan ada dua tugas besar yang diemban UGM terkait filsafat intelijen. Pertama memberikan pondasi keilmuan, kedua membangun lembaga untuk mengembangkan filsafat intelijen sebagai sebuah program pendidikan.
Hal ini disampaikan Mukhtasar usai berlangsungnya Forum Group Diskusi (FGD) Manifesto dan Diskusi Filsafat Intelijen yang dihadiri profesor bidang ilmu Filsafat Intelijen, AM Hendropriyono di UGM, Senin (18/8/2025).
“Deklrasi yang draftnya terus diperbaiki sebelum disampaikan ke publik nanti adalah mengajak orang-orang terpilih dari akademisi, diplomat dan kedutaan untuk bersama-sama menduniakan filsafat intelijen gagasan Prof Hendropriyono,” kata Mukhtasar.
Advertisement
Dalam mendunikan filsafat intelijen, Fakultas Filsafat UGM berada dalam posisi pertama memberikan pondasi keilmuan. Di mana di sini akademisi fakultas filsafat memberikan masukan-masukan akademis ilmiah terhadap konsep yang ditawarkan Hendro.
Posisi kedua adalah UGM menjadi fasilitator dalam membangun sebuah kelembagaan yang bertujuan untuk mengembangkan filsafat intelijen sebagai sebuah program pendidikan, yang nantinya menjabarkan bagaimana filsafat ini berhubungan dengan dunia intelijen.
“Melalui Filsafat Pancasila yang kami miliki, kita ingin mentransfer dan merumuskan ilmunya sebagai landasan filosofi filsafat intelijen,” papar Mukthasar.
Sebelum pertemuan ini, Mukthasar menyatakan sudah terjadi pertemuan untuk pertama kalinya fokus pada perumusan konsep filsafat intelijen, kemudian di pertemuan kedua yang berlangsung hari ini adalah rencana aksi yaitu deklarasi.
Nantinya di pertemuan ketiga, akan diputuskan mengenai rencana aksi berikutnya yaitu mewujudkan lembaga untuk mendirikan filsafat intelijen.
Hendripriyono sendiri kepada Liputan6.com meyakini bagaimana manifesto Filsafat Intelijen yang dibacakan hari ini akan mampu mengatasi permasalah global dunia. Di mana sekarang ini para negarawan menjadikan filsafat intelijen sebagai senjata.
“Kalau dicampur adukan seperti sekarang, maka akan banyak negara adikuasa yang melakukan teror kepada negara lemah. Salah satunya dengan tuduhan mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal, lantas dihancurkan. Ternyata itu tidak terbukti dan tidak ada pertanggungjawaban sesudahnya,” jelas Hendro.
Karena itulah dia menegaskan manifesto Filsafat Intelijen ini merupakan salah satu tuntutan dari para akademisi, agar ilmu pengetahuan intelijen dipisahkan dari berbagai bentuk kejahatan terror.
Selain Indonesia yang sejak zaman kemerdekaan disebut terus mengalami teror dan adu domba dari jaringan intelijen global, maka negara pertama yang merasakan dampak langsung dari kehadiran Filsafat Intelijen adalah Palestina yang menurutnya hancur karena penerapan intelijen yang digabungkan dengan terror.
“Kita ini perlawanan dari kampus, perlawanan tentang pemikiran tentang intelijen. Tentu saja nanti akan dibaca didengar, dan dilakukan praktisi di lapangan. Para negarawan akan pakai filsafat intelijen sebagai senjata,” tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111045/original/054516000_1783054306-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-03T114409.776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/5319434/original/057655000_1755515767-WhatsApp_Image_2025-08-18_at_17.30.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9105249/original/065305000_1783042685-por7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9108027/original/057222500_1783044209-063_2284404573.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111051/original/091108400_1783054834-063_2284419230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9107326/original/029939500_1783043802-063_2284407272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262484/original/068324800_1781816932-AP26169744189345-Swiss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8706226/original/084990600_1782782102-mahrez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342603/original/068582000_1757396190-AP25248015186096.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9102315/original/016806000_1783041300-063_2284404120.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363057/original/012614000_1758880226-WhatsApp_Image_2025-09-26_at_16.48.04.jpeg)