Banjir Limpasan Rendam Belasan Rumah di Sukabumi, Tiga Anak Sempat Terjebak

Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi, Jawa Barat sejak Sabtu sore 9 Agustus 2025 memicu terjadinya banjir limpasan.

Diterbitkan 10 Agustus 2025, 07:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi, Jawa Barat sejak Sabtu sore 9 Agustus 2025 memicu terjadinya banjir limpasan yang merendam belasan rumah di Kampung Ciseureuh, RT 01 RW 01, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh.

Peristiwa ini membuat sejumlah keluarga terpaksa berjuang di tengah genangan air. Tinggi muka air dilaporkan mencapai 60 hingga 100 sentimeter, mengganggu aktivitas warga dan menyebabkan kepanikan di malam hari.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi segera merespons laporan yang masuk. Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat, pihaknya menerima laporan kejadian banjir setelah waktu Isya.

"Kami menda laporan habis isya tentang ada kejadian banjir di Kelurahan Karangtengah," ujar Novian, Sabtu 9 Agustus 2025.

Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan dan evakuasi. Novian juga mengungkapkan sempat terjadi kepanikan ketika ada tiga anak yang terjebak dalam genangan air.

"Tadi juga terjadi adanya tiga anak yang terjebak dan kami bantu evakuasi," kata dia.

Dengan sigap, lanjut Novian, tim BPBD berhasil menyelamatkan ketiga anak tersebut dan memastikan mereka dalam kondisi aman.

"Penyebab utama dari banjir limpasan ini diduga kuat karena saluran air yang tersumbat oleh sampah. Hal ini menyebabkan air tidak bisa mengalir dengan lancar saat hujan deras turun, sehingga meluap dan merendam pemukiman warga," terang dia.

Novian menjelaskan, kondisi ini diperparah dengan curah hujan yang tinggi, membuat volume air meningkat drastis dalam waktu singkat.

Setelah evakuasi berhasil dilakukan, saat ini BPBD bersama warga setempat berupaya keras untuk mengurangi genangan air.

"Sekarang BPBD dibantu dengan warga untuk mengupayakan penyerutan air dan alhamdulillah air sudah berkurang sedikit," papar Novian.

 

Balita dan Lansia Terjebak Banjir

Menurut Novian, proses penyedotan air ini menjadi prioritas agar warga bisa segera kembali beraktivitas dengan normal dan membersihkan rumah mereka.

Tindakan cepat ini juga bertujuan untuk meminimalisir dampak yang lebih luas. Pihak BPBD dan warga secara gotong royong membersihkan lumpur sisa rendaman air limpasan yang masuk ke dalam rumah.

"Lumpur ini membuat kondisi rumah menjadi kotor dan tidak nyaman untuk ditinggali, sehingga proses pembersihan harus dilakukan dengan segera," ucap Novian.

Berdasarkan data sementara, terdapat 18 rumah yang terendam, dengan 21 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Di antara mereka, terdapat 8 balita dan 4 lansia yang turut menjadi korban.

Mereka semua saat ini tetap bertahan di rumah dan dibantu oleh petugas serta warga sekitar untuk membersihkan sisa-sisa banjir. Novian menegaskan, proses pendataan dampak masih terus berlangsung.

"Untuk dampak masih dalam pendataan dan akan dilaporkan secara berkala," jelas Novian.