Liputan6.com, Gunungkidul - Di tengah bayang-bayang musim kemarau yang lazimnya membawa kekeringan, Kabupaten Gunungkidul justru disambut dengan fenomena yang tak terduga yaitu musim kemarau basah. Keunikan iklim yang terjadi tahun ini, membawa angin segar dan optimisme baru bagi ribuan petani di wilayah yang dikenal akan lahan keringnya.
Harapan akan panen padi hingga tiga kali dalam setahun kini bukan lagi mimpi, melainkan potensi nyata yang siap direalisasikan. Joko Parwoto, Wakil Bupati Gunungkidul, dalam keterangannya menyampaikan kabar menggembirakan, di mana delapan kapanewon (kecamatan) di Gunungkidul teridentifikasi memiliki potensi besar untuk mengalami panen padi lebih dari dua kali dalam setahun
“ada Karangmojo, Semin, Ngawen, Ponjong, Nglipar, Gedangsari, Patuk, dan Wonosari. Ini adalah sebuah anomali positif terutama bagi para petani di wilayah utara, tengah, hingga selatan Gunungkidul yang selama ini akrab dengan tantangan ketersediaan air,” jelasnya.
Advertisement
Menurut Joko, kondisi kemarau basah ini adalah berkah tak ternilai bagi para petani. Selain suplai air yang memadai dan curah hujan yang cukup, serta dukungan teknis dan pendampingan yang intensif dari Dinas Pertanian dan Pangan turut memperkuat kesiapan petani dalam mengelola lahan dan tanaman mereka.
Meskipun euforia panen raya tengah melanda, wakil bupati ini tak henti-hentinya mengingatkan para petani untuk tetap berada dalam mode waspada. Intensitas hujan yang masih tinggi, meski membawa berkah air, tetapi juga berpotensi memicu munculnya serangan hama dan penyakit tanaman.
"Kita perlu mewaspadai serangan jamur dan wereng batang cokelat yang dapat merusak tanaman padi. selain itu, hujan deras disertai angin kencang dapat menyebabkan batang tanaman rebah, berujung pada kerugian signifikan," Ungkap Joko.
Guna menghadapi potensi ancaman ini, Joko menyampaikan, agar petani di Gunungkidul memilih verietas padi yang sudah teruji seperti Inpari dan Ciherang. Kedua varietas ini dikenal karena ketahanannya dan tidak membutuhkan perlakuan khusus yang rumit.
"Kami juga sangat menyarankan agar petani memilih jenis tanaman padi dengan usia pendek," imbuhnya.
Simak Video Pilihan Ini:
Keberhasilan Lahan tanam dan Panen
Rismiyadi, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, secara terpisah menyampaikan bahwa dari sisi ketersediaan pupuk yang seringkali menjadi isu krusial bagi petani, pihaknya memastikan bahwa kondisi suplai pupuk bersubsidi di Gunungkidul saat ini dalam kondisi lancar.
Menurut data, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga Mei 2025 menunjukkan progres yang cukup baik. Untuk pupuk Urea, sebanyak 1.381,173 ton dari total alokasi 19.317 ton telah tersalurkan, mencapai 7,15%. Sementara itu, pupuk NPK menunjukkan angka yang lebih tinggi, yaitu 1.719,084 ton dari 17.251 ton (9,965%).
“Hanya pupuk NPK Formula Khusus yang masih tercatat 0% dari alokasi 18 ton, namun volume ini relatif kecil dibandingkan jenis pupuk lainnya,” jelas Kepala Dinas.
Rismiyadi juga menyinggung soal produksi tanaman pangan di Gunungkidul selama periode Januari hingga April 2025 menunjukkan dominasi yang kuat dari komoditas jagung dan padi. Jagung menjadi bintang utama dengan luas panen terbesar mencapai 46.654 hektar.
“Dari luasan tersebut menhasilkan 258.682,47 ton jagung, dengan produktivitas rata-rata 55,45 kuintal per hektar. Jagung tetap menjadi pilihan utama bagi petani di Gunungkidul,” Terangnya.
Di sisi lain, Tanaman Padi baik sawah maupun gogo (padi lahan kering), dipanen di lahan seluas 45.963 hektar, menghasilkan total produksi 240.261,30 ton dengan produktivitas 52,27 kuintal per hektar. Yang menarik, kontribusi padi gogo jauh melampaui padi sawah. Padi gogo menyumbang 185.151,90 ton, sementara padi sawah hanya 52.949,14 ton.
“Fakta ini menegaskan betapa krusialnya pengembangan padi gogo di Gunungkidul sebagai strategi mitigasi kekeringan dan optimalisasi lahan kering,” ujarnya.
Sementar itu, komoditas lain seperti kacang tanah (19.057 ha, 24.820,24 ton), kedelai (124 ha, 153,28 ton), kacang hijau (6 ha, 6,48 ton), dan sorgum (4 ha, 3,66 ton) juga memberikan kontribusi, meskipun dengan volume produksi yang lebih kecil.
“Keberadaan komoditas-komoditas ini menunjukkan diversifikasi pertanian di Gunungkidul, yang paling penting itu untuk menjaga stabilitas ekonomi petani dan ketersediaan pangan lokal,” terangnya.
Dengan fenomena kemarau basah yang membawa harapan baru, disertai dengan strategi adaptasi, dukungan pemerintah, dan ketersediaan sarana produksi, Rismiyadi menegaskan, tantangan perubahan iklim yang tak terduga tetap menuntut kewaspadaan dan inovasi berkelanjutan dari seluruh pihak terkait.
“Potensi panen raya di Gunungkidul adalah kisah tentang ketahanan, adaptasi, dan harapan yang terus tumbuh di lahan-lahan yang kering namun kini diguyur berkah,” pungkasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675056/original/096398500_1780469939-1000436835.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709839/original/047593100_1782789385-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T101408.733.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5250905/original/037180500_1749744348-IMG-20250510-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1323843/original/029384900_1749306074-FOTO-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714917/original/028527700_1782798194-Brazil_s_Gabriel_Martinelli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625301/original/096522400_1782619158-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713141/original/058795600_1782795003-Germany_players_are_dejected.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710893/original/011996500_1782791219-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.43.26__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709002/original/001727100_1782787701-000_B8QH9N2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711341/original/045734100_1782792164-IMG-20260630-WA0021.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516708/original/086344400_1782442238-FKMHu9nLevAWAyQIYki6NPs3QdFS3b1xUsdErHHu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8534251/original/099902500_1782468379-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528328/original/030529800_1782459746-Menteri_LH_Jumhur_Hidayat_di_GETES_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516072/original/067446500_1782441306-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7182658/original/064658700_1779978568-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264334/original/002929900_1782107102-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260932/original/054145300_1781669935-Menteri_Koperasi_RI_sekaligus_Ketua_Umum_IKA_Unpad_Ferry_Juliantono-17_Juni_2026.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3200260/original/036462100_1596658442-claudio-guglieri-K2RH1QZdLF4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5248356/original/073589100_1749606013-AP25162020726631.jpg)