Steam Machine Valve Masuk eBay, Harga Scalper Tembus Rp 57 Juta

Scalper menjual Steam Machine Valve di eBay dengan harga hingga USD 3.200 atau Rp 57,3 juta, lebih dari dua kali lipat harga resmi USD 1.349.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pre-order Steam Machine resmi dibuka pada 25 Juni 2026, dengan harga perangkat gaming baru milik Valve tersebut dijual mulai dari USD 1049 atau sekitar Rp 18, juta hingga paling tinggi senilai USD 1.428 atau Rp 25,5 juta.

Tak lama sistem reservasi Steam Machine dibuka, sejumlah listing penjualan perangkat gaming Valve ini langsung bermunculan di eBay dengan harga jauh di atas banderol resmi.

Paling ekstem, harga Steam Machine di eBay ini ada yang menyentuh USD 3.200 atau sekitar Rp 57,3 jutaan, sebagaimana pantauan tim Tekno Liputan6.com, Rabu (1/7/2026).

Sistem Reservasi Acak Tak Bisa Tangkal Scalper

Valve sudah merancang sistem antrean acak untuk reservasi Steam Machine, dengan harapan sebagai cara agar lebih adil dan tidak frustasi.

Walau tujuannya agar perangkat gaming ini benar-benar sampai ke tangan gamer, bukan spekulan. Hasil di lapangan malah belum sepenuhnya sesuai harapan.

Steam Machine tersedia dalam empat konfigurasi, yakni: 

  • 512GB tanpa controller: USD 1.049 (sekitar Rp 19,2 juta)
  • 512GB dengan controller: USD 1.128 (sekitar Rp 20,6 juta)
  • 2TB tanpa controller: USD 1.349 (sekitar Rp 24,7 juta)
  • 2TB dengan controller: USD 1.428 (sekitar Rp 26,1 juta).

Namun, karena stok diperkirakan sangat terbatas, perusahaan menggunakan sistem reservasi acak agar proses pembelian terasa lebih adil.

Scalper Markup Ratusan Dolar hingga Rp 57 Juta

Setelah Valve mengirimkan email notifikasi ke seluruh pembeli, listing Steam Machine langsung muncul di eBay. Satu unit 512GB dengan kontrol dibanderol seharga USD 1.500 (sekitar Rp 27,5 juta). 

Jika dibandingkan dengan harga resmi Steam Machine, penjual menaikkan banderol perangkat gaming ini hampir USD 400 dari harga resminya USD 1.128.

Markup lebih besar terjadi pada model 2TB, di mana varian kontrolnya dijual senilai USD 2.100 (Rp 38,4 juta), naik USD 670 dari harga resminya. Ada juga model 2TB tanpa kontroler dijual seharga USD 2.899 atau sekitar Rp 53 juta, lebih dari dua kali lipat harga Valve di USD 1.349.

Paling ekstrem adalah Steam Machine 512GB dengan kontroler yang dibanderl seharga USD 3.200 atau sekitar Rp 57,3 juta.

Harga ini belum termasuk ongkos kirim yang diprediksi bakal merubah harga Steam Machine tergantung dari jauh dekatnya lokasi penjual dengan pembeli. 

Fenomena ini bukan hal baru di ekosistem Valve. Bulan lalu, gelombang serupa sempat terjadi ketika Valve membuka pre-order Steam Controller dibuka.

Dijual seharga USD 99, tiba-tiba kontroler untuk perangkat gaming Steam ini muncul di eBay dengan harga lebih dari USD 250 per unit atau sekitar hampir tiga kali lipat.

Sementara itu, calon pembeli yang masuk daftar waitlist belum mendapat kepastian kapan giliran mereka tiba untuk membeli Steam Machine di harga resmi Valve.

Steam Machine Lebih Mahal dari PS5 Pro

Steam Machine Lebih Mahal dari PS5 Pro, Valve Ungkap Penyebab. (Doc:Valve)

Valve akhirnya mengumumkan harga Steam Machine, setelah hampir delapan bulan lalu perangkat gaming baru itu diumumkan pertama kalinya.

Pengumuman PC gaming bergaya konsol ini diumumkan lewat postingan blog resmi perusahaan hari ini pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan banyak pihak menyoroti harganya.

Perusahaan mengumumkan, model paling terjangkau Steam Machine dibanderol USD 1,049 dengan kapasitas storage 512GB, dan tanpa Steam Contoller.

Varian lain melompat ke harga USD 1,128, USD 1,349, hingga USD 1,428 untuk Steam Machine paket lengkap dengan storage 2TB dan Steam Controller.

Dibandingkan dengan PS5 Pro yang dijual seharga USD 699,99 atau sekitar Rp 12,4 jutaan, versi Steam Machine termurah nya sudah 50 persen lebih mahal dari konsol milik Sony itu.

Alasan Valve Banderol Harga Steam Machine Tinggi

Valve officially announced the next-generation Steam Machine, ready for release in early 2026. This device promises a 4K gaming experience with the innovative Steam Controller and Steam Frame VR headset.

Valve tidak berdalih. Dalam posting blog sama, perusahaan bentukan Gabe Newell itu mengakui target harga awal Steam Machine sudah tidak bisa diwujudkan.

Biang keroknya adalah lonjakan harga RAM dan storage imbas meledaknya permintaan komponen untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Saat Valve mulai menyiapkan rantai pasokan pada 2023, mereka berpegangan pada asumsi lama, yaitu harga komponen PC cenderung turun seiring waktu. Asumsi itu ternyata meleset jauh.

“Selama setahun terakhir, hal itu berubah dengan cepat dan signifikan, paling terlihat pada komponen RAM dan storage,” tulis Valve dalam keterangannya. “Efek keseluruhannya adalah target harga awal kami tidak lagi bisa terwujud.”

Perusahaan menjelaskan, ada periode di mana Valve sama sekali tidak bisa mendapatkan komponen tertentu, berapapun harga yang ditawarkan.

Kelangkaan komponen itu berdampak langsung pada jumlah unit produksi. Valve terpaksa membuka sistem reservasi dengan antrean, dengan hasil Steam Controller saja sudah memanjang hingga 2027, sulit membayangkan Steam Machine akan lebih mudah didapat. 

Valve kini terjebak di posisi serba salah. Menurunkan harga berarti menjual rugi. Mempertahankan harga berarti kehilangan pembeli yang sudah lama menunggu. 

Lebih Mahal dari PS5 Pro, Apa yang Ditawarkan?

SteamHarga Steam Machine berapa? (Doc: Valve)

Steam Machine memang bukan konsol biasa. Perangkat ini menjalankan SteamOS berbasis Linux, memberi akses ke seluruh library Steam yang dimiliki pengguna, dengan pengalaman bermain dari sofa layaknya konsol. 

Tapi di angka lebih dari USD 1.000, argumentasi nilai jualnya jadi berat. PS5 Pro hadir dengan ekosistem eksklusif yang solid, pengalaman plug-and-play, dan harga yang jauh lebih masuk akal.

Steam Machine menawarkan kebebasan platform PC, tapi dengan harga yang membuat sebagian besar target pasarnya harus berpikir ulang.