Cara Bikin Oralit Sendiri di Rumah, Takaran Tepat untuk Cegah Dehidrasi

Cara bikin oralit sendiri di rumah cukup dengan gula, garam, dan air matang. Simak takaran tepat, dosis sesuai usia, dan tips aman mengatasi dehidrasi.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 12:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Cara bikin oralit sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan siapa saja di rumah. Kamu hanya perlu melarutkan enam sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam ke dalam satu liter air matang.

Larutan ini berguna menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang saat diare atau muntah. Dengan menguasai cara bikin oralit yang tepat, dehidrasi berbahaya bisa dicegah sejak dini.

Oralit atau oral rehydration salts (ORS) dikenal sebagai terapi paling murah dan sederhana untuk mengatasi dehidrasi akibat diare. Berdasarkan panduan World Health Organization (WHO), larutan gula-garam ini bekerja melalui mekanisme penyerapan natrium dan glukosa di usus halus sehingga tubuh menyerap air dengan jauh lebih efisien.

Cara Bikin Oralit Sendiri di Rumah

Cara bikin oralit darurat dari bahan dapur bisa menjadi penyelamat saat produk kemasan tidak tersedia. Kuncinya ada pada dua hal, yaitu ketepatan takaran gula dan garam serta kebersihan alat agar larutan oralit buatan sendiri tetap aman dikonsumsi.

Bahan yang perlu disiapkan:

  • 1 liter air matang (sudah direbus dan didinginkan)
  • 6 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh garam dapur, utamakan yang beryodium
  • Gelas, sendok, dan wadah yang bersih

Cara membuat:

  1. Cuci Tangan dan Sterilkan Peralatan: Cuci tangan dengan sabun di air mengalir, lalu pastikan gelas, sendok, dan wadah benar-benar bersih. Kebersihan alat mencegah kontaminasi bakteri yang justru bisa memperparah diare.

  2. Rebus dan Dinginkan Air: Didihkan air, lalu diamkan hingga mencapai suhu ruang. Ukur tepat satu liter agar konsentrasi larutan sesuai.

  3. Masukkan Gula dan Garam: Tambahkan 6 sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam ke dalam air. Prinsip utamanya, takaran gula selalu lebih banyak daripada garam.

  4. Aduk hingga Larut Sempurna: Aduk dengan sendok bersih sekitar satu menit sampai tidak ada butiran yang tersisa di dasar wadah. Jangan pernah mengubah takaran tanpa panduan tepercaya.

  5. Cicipi lalu Gunakan Segera: Rasa oralit yang benar hanya sedikit asin dan manis, tidak berlebihan. Bila terlalu asin atau terlalu manis, buang dan ulangi dengan takaran baru.

Sebagaimana disampaikan Kementerian Kesehatan RI, oralit merupakan cairan terbaik untuk mengatasi dehidrasi akibat diare, dan pemberiannya dinilai sama efektif dengan cairan infus pada kasus yang tidak terlalu parah. Sebagaimana dikutip dari GoodRx, larutan sebaiknya dibuat secukupnya, disimpan di lemari es, dan tidak digunakan lebih dari 24 jam.

Cara Bikin Oralit Takaran 1 Gelas dan dari Sachet Kemasan

Tidak semua situasi membutuhkan satu liter larutan sekaligus. Untuk kebutuhan darurat yang lebih kecil, kamu bisa mengikuti cara bikin oralit takaran satu gelas atau memanfaatkan bubuk oralit kemasan dari apotek yang lebih praktis dan terukur. Cara ini cocok untuk oralit satu gelas untuk dewasa maupun anak-anak.

  1. Siapkan 200 ml Air Matang: Gunakan sekitar satu gelas belimbing air matang yang sudah dingin sebagai takaran dasar.

  2. Versi Rumahan Satu Gelas: Larutkan 1 sendok teh gula pasir dan 1/4 sendok teh garam ke dalam gelas tersebut. Pastikan memakai sendok teh standar, bukan sendok makan.

  3. Versi Bubuk Kemasan: Masukkan 1 bungkus bubuk oralit ke dalam 200 ml air matang, lalu ikuti aturan pemakaian pada label.

  4. Aduk hingga Larut: Aduk rata sampai semua bubuk atau butiran benar-benar larut dan tidak menggumpal.

  5. Hindari Mencampur Minuman Lain: Jangan campur oralit dengan susu, teh manis, atau soda karena dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dan mengurangi efektivitasnya.

Jika kamu ingin membandingkan beberapa resep, pelajari juga panduan membuat oralit yang mudah dan aman. Menariknya, membuat oralit dengan takaran yang benar sama efektifnya dengan oralit kemasan, karena yang paling menentukan justru cara pemberiannya, terutama pada anak. Untuk kasus diare pada dewasa maupun anak, versi satu gelas ini bisa langsung dibuat ulang setiap kali dibutuhkan.

Cara Memberikan Oralit dengan Dosis yang Tepat

Membuat larutannya hanya separuh dari perjuangan. Cara memberikannya justru menentukan keberhasilan. Karena itu, setelah memahami cara bikin oralit, penting mengetahui dosis dan aturan minum yang benar, terutama untuk pemberian oralit pada anak.

  1. Berikan Sedikit demi Sedikit tapi Sering: Berikan larutan dalam jumlah kecil, misalnya 5-10 ml setiap 5-10 menit, lalu tingkatkan bertahap sesuai toleransi. Cara ini terutama penting setiap kali penderita buang air besar cair atau muntah.

  2. Sesuaikan Dosis dengan Usia: Gunakan patokan jumlah cairan berdasarkan usia seperti tabel di bawah untuk menghindari kekurangan maupun kelebihan cairan.

  3. Tunggu 10 Menit jika Muntah: Bila penderita muntah, hentikan sejenak sekitar 10 menit, lalu lanjutkan pemberian secara perlahan. Umumnya muntah akan mereda dengan sendirinya.

  4. Lanjutkan ASI dan Makanan: Jangan hentikan pemberian makan. Bayi tetap disusui, sedangkan anak dan dewasa dianjurkan makan makanan bergizi yang mudah dicerna.

  5. Lengkapi dengan Zinc untuk Anak: Beri suplemen zinc 10 mg per hari untuk bayi di bawah 6 bulan dan 20 mg per hari untuk anak di atas 6 bulan, selama 10-14 hari berturut-turut.

  6. Kenali Tanda Bahaya: Hentikan pemberian dan segera ke fasilitas kesehatan bila muncul tanda dehidrasi berat, muntah terus-menerus, tinja bercampur darah atau lendir, atau demam tinggi.

Usia Jumlah oralit tiap kali BAB cair Perkiraan kebutuhan per hari
Anak di bawah 2 tahun 50-100 ml sekitar 500 ml
Anak 2-10 tahun 100-200 ml sekitar 1.000 ml
Di atas 10 tahun dan dewasa 200-400 ml sekitar 2.000 ml

Mengacu pada Merck Manual, terapi rehidrasi oral memiliki tingkat kegagalan kurang dari 5% pada anak dengan dehidrasi ringan hingga sedang, dan idealnya diberikan dalam jumlah kecil sekitar 5 ml setiap 5 menit sebelum ditingkatkan perlahan.

Meski begitu, para ahli mengingatkan bahwa oralit bukan solusi untuk semua kondisi; jika penderita muntah hebat sampai tidak bisa menelan, sangat mengantuk, matanya cekung, atau tinjanya berdarah, larutan ini tidak cukup dan dibutuhkan penanganan medis. Perhatikan pula tanda-tanda dehidrasi ringan hingga berat dan waspadai gejala dehidrasi berat yang tidak boleh disepelekan.

Untuk anak dan bayi, ketahui juga gejala dehidrasi pada anak dan bayi seperti mulut kering, tidak ada air mata saat menangis, dan popok tetap kering lebih dari tiga jam. Selain oralit, pahami langkah mengatasi diare pada bayi serta cara menghentikan diare tanpa obat pada anak. Pemberian suplemen zinc sesuai dosis juga terbukti mempercepat pemulihan.

Baca juga: Cara Mengatasi Diare pada Anak Secara Alami dan Aman

Oralit, Penemuan Sederhana yang Menyelamatkan Jutaan Nyawa

Di balik kesederhanaannya, oralit menyimpan kisah panjang sebagai salah satu terobosan medis terbesar abad ke-20. Sebelum era oralit, dehidrasi berat akibat diare dan kolera umumnya hanya bisa ditangani dengan cairan infus yang mahal, berat dibawa, dan membutuhkan tenaga terlatih yang sering tidak tersedia di daerah terpencil. Konsep rehidrasi lewat mulut sebenarnya sudah diperkenalkan Dr. Hemendra Nath Chatterjee pada 1953, tetapi temuannya lama tidak diakui. Barulah pada dekade 1960-an dan 1970-an, para dokter di Asia Selatan berhasil mengembangkan larutan glukosa dan garam sederhana yang bisa dipakai segala usia.

Titik baliknya terjadi saat Perang Kemerdekaan Bangladesh 1971, ketika wabah kolera melanda kamp pengungsi dan stok infus habis. Dr. Dilip Mahalanabis mengambil langkah nekat dengan membagikan larutan gula-garam kepada para pengungsi. Dilansir dari The American Journal of Medicine, keputusan itu menurunkan angka kematian akibat kolera dari sekitar 30% menjadi hanya sekitar 1%. Shanta Dutta, dikutip dari The Lancet, menyatakan, "Ia dikenal karena penemuan besarnya dalam menyebarluaskan penggunaan oralit saat wabah kolera di kamp pengungsi Bangladesh pada 1971, yang secara dramatis menurunkan angka kematian."

Rahasia oralit terletak pada kerja sama gula dan garam di usus halus. Ketika glukosa dan natrium hadir bersama, usus menyerap natrium sekaligus menarik air masuk ke dalam tubuh, sedangkan tanpa gula penyerapan natrium jauh berkurang. Prinsip inilah yang membuat tim peneliti kolera di era 1960-an begitu bersemangat. Norbert Hirschhorn, dikutip dari Harvard Gazette, menyatakan, "Itulah terapinya! Kita akan merehidrasi pasien lewat mulut dengan gula, tanpa infus!" Uji coba di lapangan kemudian membuktikan gagasan tersebut benar-benar bekerja, dan David Sachar, dikutip dari Harvard Gazette, menyatakan, "Itulah awal lahirnya terapi rehidrasi oral."

Sejak WHO membentuk program pengendalian penyakit diare pada 1978, oralit menyebar ke seluruh dunia. Merujuk laporan Our World in Data, terapi rehidrasi oral diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 70 juta nyawa sejak diperkenalkan pada akhir 1970-an.

Jurnal medis The Lancet, dikutip dari Council on Foreign Relations, menyebut larutan ini sebagai "berpotensi menjadi kemajuan medis paling penting pada abad kedua puluh." Mengutip tinjauan sistematis yang dipublikasikan ScienceDirect, oralit menurunkan angka kematian akibat diare hingga 69%. Sebagaimana diungkapkan UNICEF, sejak 2004 oralit dengan osmolaritas rendah dianjurkan dipakai bersama suplemen zinc untuk mempercepat pemulihan diare pada anak, sehingga ramuan sederhana dari dapur ini tetap relevan sampai sekarang untuk mencegah bahaya yang bermula dari berbagai penyebab diare.

Sebagai penutup, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. Kenali ciri dan gejala diare sejak awal, hindari makanan penyebab diare, dan perhatikan makanan yang baik dikonsumsi saat mencret agar tubuh cepat pulih.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Oralit

Q: Berapa takaran gula dan garam untuk membuat oralit?

A: Takaran standar adalah 6 sendok teh gula pasir dan 1/2 sendok teh garam untuk 1 liter air matang. Jika hanya membutuhkan satu gelas (sekitar 200 ml), gunakan 1 sendok teh gula dan 1/4 sendok teh garam. Prinsip yang selalu dipegang adalah gula harus lebih banyak daripada garam.

Q: Berapa lama oralit buatan sendiri boleh disimpan?

A: Oralit sebaiknya dihabiskan dalam waktu maksimal 24 jam setelah dibuat dan disimpan di lemari es. Lebih dari itu, larutan sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru untuk menghindari risiko kontaminasi. Idealnya, buat larutan secukupnya sesuai kebutuhan saat itu.

Q: Apakah oralit bisa menghentikan diare?

A: Tidak, oralit tidak menghentikan diare. Fungsinya adalah menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang agar tubuh tidak mengalami dehidrasi, sementara diare umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Untuk anak, pemberian zinc selama 10-14 hari dapat membantu mempersingkat durasi dan tingkat keparahan diare.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6