Peternak Menjerit Gara-gara Harga Telur Anjlok Parah

Pemerintah didesak lakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur.

Diterbitkan 30 Juni 2026, 12:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peternak ayam petelur di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, menghadapi tekanan berat akibat anjloknya harga telur dalam tiga bulan terakhir. Di saat harga jual terus merosot, biaya produksi justru melonjak karena kenaikan harga pakan, sementara permintaan pasar masih lesu. Kondisi tersebut membuat para peternak khawatir tidak mampu mempertahankan usahanya jika situasi terus berlanjut.

Masrokan, salah seorang peternak ayam petelur di Lampung Timur mengungkapkan, harga telur di tingkat kandang saat ini hanya sekitar Rp 23.000 per kilogram. Harga tersebut turun sekitar Rp 4.000 dibandingkan Maret 2026 yang masih berada di kisaran Rp 27.000 per kilogram.

"Sejak Maret sampai sekarang, harga telur di kandang turun sekitar Rp 4.000 per kilogram. Sekarang hanya sekitar Rp 23.000," kata Masrokan, Selasa (30/6/2026).

Di tengah penurunan harga jual, biaya operasional justru semakin membengkak. Masrokan menyebut harga pakan ayam naik hingga Rp 35.000 per karung berukuran 50 kilogram sejak Maret lalu, sehingga beban produksi peternak semakin berat.

"Yang memberatkan kami bukan hanya harga telur yang turun, tetapi harga pakan juga naik sampai Rp35.000 per karung. Biaya produksi otomatis semakin tinggi," sebutnya.

 

Keuntungan Makin Menyusut, Tak Mampu Bertahan

Menurut Masrokan, kombinasi harga jual yang rendah dan permintaan pasar yang belum pulih membuat margin keuntungan peternak terus menyusut. Bahkan, sebagian peternak mulai khawatir usahanya tidak lagi mampu bertahan.

"Dengan harga jual seperti sekarang dan permintaan pasar yang lesu, kami sudah sangat merugi. Kalau kondisi ini terus terjadi, banyak peternak yang terancam gulung tikar," ungkapnya.

Masrokan berharap pemerintah segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga telur sekaligus membantu peternak menghadapi lonjakan biaya produksi.

Langkah tersebut dinilai penting agar usaha peternakan ayam petelur tetap bertahan dan tidak semakin banyak yang mengalami kerugian.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga telur. Kalau tidak ada intervensi, peternak kecil akan semakin sulit bertahan," tuturnya.

Â