Liputan6.com, Jakarta - SA, honorer di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandar Lampung, diduga membacok tetangganya hingga kritis di wilayah Natar, Lampung Selatan, lalu melarikan diri.
Korban mengalami luka serius akibat serangan berulang dengan senjata tajam. Polisi menyatakan pelaku kini dalam pengejaran.
Keluarga korban menyebut dugaan pemicu terkait persoalan perbaikan instalasi listrik dua hari sebelum kejadian.
Advertisement
Ketua RT 04 Dusun Cisarua, Dedy Kurniawan, menjelaskan kejadian bermula ketika korban baru membeli bensin eceran untuk mengisi angkot yang dikemudikannya. Korban menunduk membuka tutup tangki saat pelaku datang dengan sepeda motor dan menyerang dari belakang.
"Korban sedang membuka tutup tangki bensin dengan posisi menunduk. Tiba-tiba pelaku datang mengendarai sepeda motor dan langsung membacok korban dari arah belakang, tepat di bagian leher hingga punggung," kata Dedy saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (29/6).
Korban sempat tersungkur, tetapi pelaku terus mengayunkan senjata tajam ke arah kepala dan tubuh. Dalam kondisi terluka, korban berusaha menangkis dengan tangan dan kaki, bahkan memakai bangku di lokasi untuk menahan serangan hingga bangku itu hancur.
Suasana panik membuat pemilik warung dan anak-anak di sekitar berteriak meminta bantuan. Pelaku kemudian kabur.
"Pelaku terus membabi buta. Pemilik warung berteriak minta tolong, anak-anak di sekitar lokasi juga berhamburan memanggil warga. Setelah itu pelaku melarikan diri," tuturnya.
Peristiwa terjadi di Perumahan Sidosari 3, Blok M Nomor 46, Dusun Cisarua, Desa Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Korban Kritis, Dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek
Warga membawa korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. Karena luka sangat parah, korban dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani operasi besar.
Menurut Dedy, dokter yang menangani menyebut korban mengalami sekitar 19 hingga 20 luka bacokan di sejumlah bagian tubuh.
Dedy juga menyebut korban dan SA adalah tetangga yang rumahnya berdampingan.
Berdasarkan keterangan keluarga korban yang disampaikan Dedy, dua hari sebelum kejadian, pelaku hendak memperbaiki instalasi listrik dengan melewati tembok rumah korban. Korban melarang karena di dekat tembok ada angkot tanpa roda depan yang sedang diperbaiki dan dikhawatirkan roboh bila tersenggol.
"Korban hanya melarang karena takut angkot yang sedang diperbaiki jatuh. Setelah itu pelaku pulang. Diduga rasa tidak terima itulah yang kemudian disimpan hingga berujung pada pembacokan," bebernya.Kanit Reskrim Polsek Natar, Ipda Adek Suci Pebrianto, menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut.
"Laporan korban sudah kami terima. Saat ini Unit Reskrim masih melakukan penyelidikan, memeriksa sejumlah saksi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya.Usai melakukan aksi, SA diduga langsung melarikan diri. Polisi masih memburu pelaku di sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyiannya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8673310/original/025399100_1782713964-cek_fakta_purbaya_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3637781/original/021268200_1745160789-1000239699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8680482/original/052526000_1782729234-1001409468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676954/original/008481100_1782721870-1001409468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8493137/original/078515000_1782408626-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_21.41.15__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3407097/original/096147600_1616320052-040722000_1454749828-20160206-Ilustrasi-Pembunuhan-iStockphoto4.jpg)