Sukses

Oceanman Bali 2022, Ajang Balap Renang di Perairan Terbuka

Liputan6.com, Jimbaran - Ajang Oceanman Bali 2022 dengan peserta dari 14 negara digelar di perairan atau Pantai Muaya di Jimbaran Bali selama dua hari tanggal 1-2 Juli 2022. Kesempatan kedatangan atlet dari 14 negara dimanfaatkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membangkitkan dan mempromosikan pariwisata Bali.

Oceanman Bali 2022 diikuti oleh negara-negara seperti, Singapura, Thailand, Malaysia, Spanyol, Rusia, Ukraina, Belarusia dan Vietnam. Di mana ratusan orang datang ke Bali, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan ajang Oceanman Bali 2022 menjadi ajang kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 461 peserta, yang terdiri dari 386 peserta lokal dan 75 peserta asing dari 14 negara layak dijadikan kesmepatan untuk mempromosikan pariwisata Bali setelah terpuruk pada masa pandemi Covid-19 lalu. 

"Setiap acara atau event itu melibatkan UMKM dan event ini selalu bisa menggeliatkan ekonomi. Dan sport tourism itu tidak hanya dapat (menggeliatkan) olahraga dan kegiatannya tapi juga (pemasaran) produk-produk UMKM lokal," katanya usai berpartisipasi dalam kategori Sprint Oceanman 2 kilometer di Jimbaran, Bali, Sabtu (2/7/2022).

 

Saksikan Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Promosi Daerah yang Butuh Sentuhan Even Wisata

Untuk diketahui, Oceanman terdiri dari empat kategori yaitu Oceankid dengan jarak 1 kilometer, Sprint Oceanman 2 kilometer, Half Oceanman 5 kilometer, dan Oceanman dengan jarak 10 kilometer. Rute ajang ini membentuk pola segitiga dengan jarak sisi terpendek 333,3 m, sisi menengah 666,6 m, dan sisi terluas untuk kategori Oceanman masing-masing sisi berjarak 1,66 km.

Menurutnya, 461 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini juga memberikan dampak yang besar bagi kebangkitan pariwisata Bali, pasalnya tak sedikit peserta yang mengajak keluarga untuk berwisata di Pulau Dewata.

"Kita harus dorong karena setiap even baik yang berskala daerah sampai yang berskala internasional ini luar biasa dampaknya," tutur dia.

Menteri Sandiaga menyebut, untuk menjaga momentum kebangkitan pariwisata di Bali perlu ada pemerataan kunjungan wisatawan ke seluruh Pulau Bali, sehingga kunjungan wisatawan tidak hanya terpusat di Bali bagian selatan.

"Kalau wisatawan bertumpuk semua di Bali selatan, maka akan terjadi overcrowding dan overtourism. Agar tidak overtourism, kita akan mengangkat daerah-daerah yang butuh sentuhan event-event dan kegiatan pariwisata," ucap Sandiaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengungkapkan dengan adanya event-event berbasis sport tourism ini menjadi bukti bahwa Bali telah aman untuk dikunjungi wisatawan.

"Kami juga berharap ke depannya ada banyak event seperti ini yang dilaksanakan karena memberikan multiplier effect yang besar," kata Tjok Bagus.