Sukses

Memedi Usus, Bayi yang Dibunuh dan Ususnya Terburai

Liputan6.com, Tegal - Kisah memedi (hantu) usus ini terjadi pada pertengahan tahun 1980-an. Saat itu Puput masih kelas 1 Sekolah Dasar di kawasan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ia mengaku bertemu memedi usus saat hendak pulang dan melewati hutan bambu.

Kepada Liputan6.com, Puput bercerita bahwa sepulang sekolah ia menghabiskan waktunya untuk bermain di ujung kampung. Sebuah tempat yang tak jauh dari musala.

"Saking asyiknya, saya lupa waktu dan tiba-tiba sudah menjelang magrib," katanya.

Saat itu ia mendengar teriakan ibunya yang mencarinya dan ngomel. Karena takut, ia justru bersembunyi di sebuah rumpun bambu.

Anehnya, di rumpun bambu itu ia malah menemukan banyak teman. Bahkan ada pula penjual jajanan untuk anak-anak. Celakanya, ia tak membawa uang sedikitpun.

"Ada satu anak yang kemudian menawari saya untuk menraktir. Dan saya benar-benar lupa kalau itu sudah magrib. Soalnya masih terang," katanya.

Tiba-tiba datang seorang ibu dengan wajah cantik menghampiri Puput. Ibu itu menawarkan diri untuk mengantar Puput pulang. Anehnya, Puput dengan mudahnya menerima tawaran tersebut.

Mereka berdua berjalan menyusuri jalan kampung, melewati beberapa rumpun bambu. Sesampai di rumpun bambu dekat rumahnya, mendadak langkah Puput terhenti. Ia mendengar suara ibunya berteriak-teriak seperti orang melihat hantu.

"Put cepat lihat di ujung bambu. Ujung bambu...ujung bambu," teriak ibu Puput.

Rupanya ibu Puput sudah melihat dari kejauhan kedatangan putrinya itu. Dilihatnya Puput digandeng oleh seseorang. Karena hari sudah mulai gelap, pandangannya kurang jelas. Ia mencoba mengamati orang tersebut.

Namun betapa kagetnya ibu Puput, karena ternyata yang menggandeng putrinya bukan manusia. Semakin dicermati, makin jelas kalau itu makluk dengan wujud yang mengerikan.

Puput juga menengok ke belakang. Ia menoleh ke ujung rumpun bambu. Ada benda putih panjang menggeliat-geliat.

"Saya awalnya menyangka itu ular putih. Kemudian saya melihat ke ibu-ibu yang menggandeng tangan saya. Ya Allah, mukanya berubah mengerikan," katanya.

Puput spontan melepaskan diri dari gandengan ibu misterius itu. Wajahnya yang semula cantik, berubah menyeramkan dan berbau busuk. Bola matanya tanpa kelopak dan berwarna merah. Giginya nyaris tak bisa tertutup bibir yang semula seksi.

"Kalau tahu mas, itu gigi sebesar pisang mas. Serem pokoknya. Jari tangannya berkuku panjang dan kotor seperti penuh lumpur. Bergerak-gerak seperti memberi aba-aba benda putih panjang di ujung rumpun bambu," katanya.

Yang dilihat ibunya Puput adalah memedi usus. Itu hanya seperti gumpalan usus yang terburai. Tanpa ada organ lain. Namun pergerakannya sangat menyeramkan. Ia bisa dengan cepat berpindah dari ujung rumpun bambu ke leher si anak.

"Kata ibu saya, sosok ibu yang menggandeng saya itu adalah ibunya. Benda panjang putih itulah memedi usus," kata Puput.

 

2 dari 2 halaman

Kata Paranormal

Mujiono, warga Jatinegara Kabupaten Tegal yang biasa berkutat dengan hal supranatural menjelaskan bahwa memedi usus sesungguhnya adalah seorang bayi yang lahir prematur. Bayi itu merupakan hasil hubungan gelap seorang perempuan kaya dengan pembantu laki-lakinya.

"Karena digugurkan, maka bayi itu lahir cacat. Ususnya ada di luar. Perutnya tanpa dinding perut. Kemudian bayi itu begitu lahir langsung dikubur hidup-hidup. Karena buru-buru, ususnya nggak ikut terkubur," kata Mujiono.

Takut ketahuan, usus itu kemudian dilempar dan jatuh di ujung rumpun bambu. Ia masih terus bergerak mengikuti gerakan sang ibu yang sekarat karena habis melahirkan. Tangan sang ibu terus berusaha mencari pegangan.

"Jadi ketika ibunya mati, tangannya belepotan lumpur. Persis yang diceritakan teman sampeyan tadi," katanya.

Memedi usus selalu muncul saat menjelang magrib. Ini bukan hanya di daerah Tegal saja. Namun juga menyebar nyaris di seluruh Jawa Tengah.

"Yang jelas sejak saat itu, saya tak pernah lagi main-main dekat rumpun bambu," kata Puput.

Simak video pilihan berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Riau dan Asal Mula Sebutan Bumi Lancang Kuning
Artikel Selanjutnya
Asal-Usul Julukan Aceh Serambi Makkah