Liputan6.com, Pekanbaru - Arif Hifayatullah menghela napas lega. Terdakwa kasus pencabulan dan pembunuhan keponakannya sendiri yang berusia 3,5 tahun, NK, divonis tak bersalah oleh hakim. Padahal, jaksa penuntut umum menuntutnya dengan hukuman penjara seumur hidup.
Dalam memutuskan perkara ini, majelis hakim di Pengadilan Negeri Rengat, Riau, mengalami perbedaan pendapat atau dissenting opinion. Dua hakim setuju memvonis bebas, sementara satu lainnya tak sepakat.
Meski demikian, palu keadilan tetap diketuk Hakim Ketua Wiwin Sulistya. Arif dibebaskan dan dinyatakan tak terbukti melakukan pembunuhan sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP.
"Membebaskan terdakwa dan memerintah JPU mengeluarkan terdakwa dari penjara," kata Wiwin membacakan vonisnya, Kamis malam, 3 November 2016.
Menurut Wiwin, putusan dijatuhkan setelah pihaknya memeriksa semua saksi, menghadirkan barang bukti, menganalisa fakta sidang dan analisis yuridis.
"Tidak ada bukti dan saksi yang mengarah kepada terdakwa telah melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan," ucap Wiwin.
Putusan ini disambut haru dan isak tangis oleh Arif dan keluarganya. Vonis ini juga disambut gembira oleh Sulastri, orangtua korban NK.
Atas vonis ini, JPU yang sebelumnya menuntut Arif penjara seumur hidup, Wahyu Hidayat dan Effendi Zarkasy, masih menyatakan pikir-pikir untuk mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.
Dalam dakwaan, Arif disebut membunuh dan mencabuli korban serta membuangnya di sebuah sungai yang terletak di Kabupaten Kuantan Singingi. Selama persidangan berlangsung JPU tidak bisa membuktikan perbuatan Arif yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kuantan Singingi.
Sulastri dalam sidang juga memberikan kesaksian yang meminta Arif dibebaskan. Sulastri mengaku pernah mendapat pesan singkat dari seseorang yang menyatakan Arif bukan pelakunya.
Menurut Sulastri kala itu, Arif sangat jarang bertemu dengan korban. Dan selama Arif tinggal di rumahnya, tidak ada hal yang mencurigakan ataupun perbuatan menyakitkan hati yang dilakukan Arif. Ditambah lagi selama sidang, bukti-bukti dan saksi yang dihadirkan tidak mengarah kepada Arif.
Hal ini dikuatkan dengan pengusutan yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Riau terkait kasus ini. Kesimpulannya menyatakan ada kesalahan prosedur dalam penyelidikan kasus ini.
Bukti dari Propam ini dijadikan senjata ampuh untuk membebaskan Arif oleh kuasa hukumnya, Mayandri Suzarman. Mayandri sudah pula melaporkan peristiwa ini ke Komnas HAM dan menyurati Kapolda Riau Brigjen Zulkarnain.
Hakim Bebaskan Terdakwa Pencabul dan Pembunuh Bocah 3,5 Tahun
Padahal, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup.
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/720683/original/pengadilan130408b.jpg)
Perbesar
Advertisement
Copy Link
Batalkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
Pentas Bola Dunia 2026
- Belanda vs Maroko: Die Oranje Waspadai Ancaman Sang Raja Afrika!2 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
- Julian Nagelsmann Haramkan Timnas Jerman Sepelekan Paraguay: Mereka Berbahaya!10 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
- Brasil vs Jepang: Samurai Blues Siap Gagalkan Misi Balas Dendam Tim Samba!18 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
- Jerman vs Paraguay: Die Mannschaft Dituntut Tampil Sempurna!18 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
- Pelatih Timnas Jepang Peringatkan Brasil: Kami Bukan Lawan yang Mudah Dikalahkan!25 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
- Brasil vs Jepang: Neymar Sudah Bisa Starter?43 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
- Brasil vs Jepang: Tim Samba Siap Buat Perhitungan dengan Raja Asia!50 menit yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
- Lawan Brasil, Jepang Sudah Siapkan Skenario Adu Penalti2 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
- Jesse Marsch Bidik Tim Raksasa Setelah Kanada Ukir Sejarah di Piala Dunia 20262 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
- Prediksi Jerman vs Paraguay: Waktunya Die Mannschaft Unjuk Gigi3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
- Manuel Ugarte Dipastikan Mengalami Cedera Ligamen Lutut3 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
- Carlo Ancelotti Minta Brasil Siap Hadapi Tekanan Jelang Duel Kontra Jepang di Piala Dunia 20263 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/360649/original/076094300_1521185970-hmb_komo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5754659/original/071085200_1778656317-siswi-sma-jadi-korban-pelecehan-seks-anggota-dprd-di-maluku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672809/original/020451900_1778496978-619504.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579860/original/097457700_1778107594-IMG-20260506-WA0044.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579861/original/017912300_1778107595-IMG_20260506_153738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574998/original/069204000_1778033269-IMG_20260506_020850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/673557/original/Pencabulan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/908132/original/002510900_1435049231-pencabulan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3276071/original/013936200_1603437779-word-stop-with-child-s-hand-dark-wall.jpg)