Â
Liputan6.com, Pati - Kasus pencabulan puluhan santriwati yang diduga dilakukan AS selaku pendiri Pondok Pesantren Ndolo Kusumo Pati Jawa Tengah, memicu kecaman dan keprihatinan berbagai pihak.
Rasa keprihatinan mendalam itu juga diungkapkan Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren se-Indonesia (MP3I), KH Muhammad Zaim Ahmad Ma'shoem.
Advertisement
Gus Zaim, panggilan akrab KH Muhammad Zaim Ahmad Ma'shoem ini menyebut, bahwa peristiwa tersebut adalah sebuah peristiwa biadab.
"Peristiwa yang sangat jauh dari adab. Apalagi kalau bicara adab kepesantrenan. Adab masyarakat saja jauh, apalagi bicara tentang adab kepesantrenan, " ujar Gus Zaim saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (6/5/2026).
Menurut Gus Zaim, pondok pesantren selama ini sangat menjunjung tinggi dan menomorsatukan adab. Atas terjadinya kasus yang menimpa sejumlah santri di Ponpes Ndolo Kusumo, pihaknya mengaku prihatin.
"Saya menyampaikan keprihatinan yang luar biasa yang mendalam kepada keluarga korban, " ucap Gus Zaim yang juga pengasuh Pondok Pesantren Kauman Lasem, Rembang Jawa Tengah.
Gus Zaim berharap ada pihak-pihak tertentu yang memang ahlinya, untuk memberikan pendampingan psikologi kepada sejumlah korbannya dan pihak keluarga korban.
"Dengan harapan, semoga keberlangsungan pendidikan mereka (korban) lebih baik di pesantren maupun di sekolah bisa tertampung di pesantren-pesantren yang berada di sekitaran daerah Tlogowungu atau di Kabupaten Pati, " tuturnya.
Bahkan jika memang menghendaki dari Kementerian Agama pihak-pihak tertentu lainya, Pondok Pesantren Kauman Lasem yang diampu oleh Gus Zaim, membuka diri untuk menampung para santri yang menjadi korban.
"Dan Insyaallah, kami akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengobati atau mencoba untuk mengobati rasa sakit mereka, psikologi mereka terkait dengan peristiwa tersebut," imbuh Gus Zaim.
Gus Zaim yang juga anggota Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Pusat menegaskan, Ponpes Ndolo Kusumo tersebut memang tidak terdaftar di RMI.
"Tidak terdaftar di asosiasi pondok pesantren. Saya sudah tanyakan kepada RMI, bahwa pesantren (Ndolo Kusumo) tersebut tidak terdaftar di dalam naungan RMI NU, " tegasnya.
Â
Tidak Ada Kaitan dengan MP3I
Untuk itu, Gus Zaim menghimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan keberadaan aktivitas Ponpes Ndolo Kusumo dengan keberadaan RMI atau asosiasi pondok pesantren di bawah MP3I.
"Bahkan di tempat kami sendiri, saya sebagai Ketua Umum MP3I, bahwa yang bersangkutan yaitu Kiai A itu atau Si A itu, sama sekali kami belum mengenalnya, " tandasnya.
Pihak MP3I menegaskan tidak mengenal nama terduga pelaku. Justru Gus Zaim baru mendengar nama tersebut, setelah kasus itu mencuat.
"Baru kali ini saya mendengar nama (terduga pelaku) itu. Apalagi menjadi anggota kami, ya jelas tidak. Namanya saja kami belum pernah mendengarnya, " ungkapnya.
Gua Zaim juga telah mengkonfirmasi langsung kepada pengurus MP3I Kabupaten Pati yaitu Gus Rijal Ponpes Kajen Pati. Bahwa Ponpes Ndolo Kusumo ternyata tidak masuk dalam keanggotaan MP3I.
"Jadi sepertinya, kalau melihat kronologinya, dan bagaimana hubungan atau relasi antara orang tersebut dengan santri-santrinya, sepertinya memang (terduga pelaku) bukan khas kepemimpinan atau pemimpin pesantren atau pengasuh pesantren. Tetapi lebih kepada perdukunan yang mengaku sebagai wali," paparnya.
Di tempat terpisah, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) Pati KH Liwa'uddin menambahkan, bahwa Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Pati tidak berafiliasi atau berada di bawah naungan RMI NU.
KH Liwa' uddin mengaku terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) Pusat dan Kemenag Kabupaten Pati terkait status operasional Ponpes Ndolo Kusumo.
"Insyaallah dalam satu-dua hari ini sudah ada pencabutan izin operasional pondok secara permanen, akibat kasus dugaan pencabulan itu," ujar Liwa'uddin kepada wartawan.
Sedangkan terkait nasib para santri dan santriwati, Liwa'uddin menyebut bahwa sebagian besar santri telah dipulangkan kepada orangtua masing-masing.
Untuk keberadaan tujuh santri yatim piatu yakni satu laki-laki dan enam perempuan yang masih berada di pondok pesantren tersebut, kata Liwa'uddin, saat ini telah dikoordinasikan dengan pihak keluarga santri.
Â
Advertisement
Geger Pati Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati
Â
Sebelumnya, masyarakat Kabupaten Pati digegerkan kasus asusila yang diduga dilakukan oknum pengasuh pondok pesantren (Ponpes). Yang membuat miris, korban aksi cabul yakni santriwati yang berjumlah puluhan orang.
Karena aksi terduga pelaku meresahkan dan tak kunjung tersentuh hukum, membuat warga Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati geram. Mereka pun mendatangi sebuah pondok pesantren putri di Kecamatan Tlogowungu pada Sabtu (2/5/2026).
Kedatangan massa dipicu perbuatan bejat yang diduga dilakukan oknum pengasuh pesantren berinisial AS kepada puluhan santri wanita.
Perbuatan cabul ini disinyalir telah dilakukan selama beberapa tahun oleh terduga dan tanpa pernah terungkap. Sebab diduga para korban mendapat ancaman dari terduga pelaku.
Tak kunjung diproses hukum, akhirnya warga beramai ramai berinisiatif mendatangi ponpes yang diasuh oleh terduga pelaku.
Kedatangan massa pada Sabtu (2/5/2026) ini, untuk mendesak oknum kyai cabul agar segera di proses hukum. Selain itu, meminta penjelasan dari ketua yayasan Pondok Pesantren setempat.
Dalam aksinya, massa membawa seperangkat alat pengeras suara. Tak hanya itu, mereka juga membentangkan sejumlah spanduk berisi tulisan.
Dalam tulisan itu, massa mendesak aparat Polresta Pati menindak tegas pelaku pelecehan seksual di ponpes setempat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574998/original/069204000_1778033269-IMG_20260506_020850.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574963/original/084812400_1778020325-594742.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574893/original/021235500_1777991614-1001227485.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574874/original/095594100_1777989493-318126.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579674/original/050224000_1778060284-005A0645.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574771/original/016251300_1777977638-1001226311.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574782/original/058167300_1777978429-1001225869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579531/original/090608400_1778055212-WhatsApp_Image_2026-05-05_at_22.36.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4608037/original/088484600_1697087386-IMG-20231012-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5574822/original/079724900_1777983448-1001226634.jpg)