Binance Investasi Rp 1,78 Triliun di Circle

Binance membeli saham Circle untuk menyelaraskan kepentingan dengan pertumbuhan USDC.

Diterbitkan 22 September 2026, 22:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Binance investasi US$ 100 juta atau Rp 1,78 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.860) pada penerbit stablecoin Circle. Hal ini sebagai bagian dari kesepakatan lima tahun yang mengharuskan bursa kripto terbesar di dunia itu mempromosikan USDC.

Mengutip CNBC, Selasa (22/9/2026), kesepakatan ini menandakan upaya untuk memperluas jangkauan USDC melampaui basis pasarnya yang selama ini berfokus di Amerika Serikat (AS), serta bersaing secara lebih langsung dengan raksasa stablecoin Tether di pasar kripto internasional.

Berdasarkan ketentuan kesepakatan tersebut, USDC mendapatkan akses ke basis pengguna global Binance yang luas, sementara Circle membayar biaya insentif bulanan kepada Binance yang nilainya dikaitkan dengan saldo USDC.

Demi menyelaraskan kepentingan finansialnya dengan pertumbuhan USDC, Binance sepakat untuk membeli saham Circle senilai US$ 100 juta dengan harga US$ 80,84 atau Rp 1,4 juta per lembar saham. Pembelian ini disertai ketentuan masa penguncian (lock-up) hingga dua tahun, dengan beberapa pengecualian.

"Binance telah membangun salah satu platform terbesar dan paling dinamis di dunia untuk penggunaan mata uang digital, menciptakan aplikasi super finansial terbesar di internet, serta menjadi penyedia dompet yang paling banyak digunakan di dunia untuk stablecoin berbasis dolar," ujar CEO Circle, Jeremy Allaire, dalam sebuah pernyataan.

"Kami melihat peluang luar biasa untuk memanfaatkan USDC guna memperluas akses terhadap dolar, mendukung kegiatan menabung dan investasi melalui produk aset digital yang inovatif, serta menjangkau masyarakat dan pelaku bisnis di berbagai pasar berkembang di seluruh dunia,” ia menambahkan.

 

Ekspansi Circle

Circle telah berupaya mengembangkan bisnisnya di luar penerbitan USDC dengan meluncurkan blockchain Arc pekan lalu serta merambah sektor pembayaran mikro (nanopayment) dan perdagangan berbasis agen (agentic commerce). Akan tetapi, perusahaan tetap membutuhkan USDC untuk mendorong ekspansi tersebut.

Dengan menghadirkan USDC di hadapan basis pengguna Binance yang luas, Circle berharap produk unggulannya dapat memperkuat posisinya di kancah internasional sekaligus membantu pengembangan lini bisnis lainnya.

"Circle telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu penerbit paling kredibel di dunia, mencakup USDC, Arc, dan infrastruktur yang mengubah cara nilai berpindah melintasi batas negara," kata Co-CEO Binance, Richard Teng, dalam sebuah pernyataan.

 

Kemitraan Baru

Melalui kemitraan terbaru ini, Binance turut "membangun ekonomi digital yang lebih inklusif, transparan, dan patuh terhadap regulasi. Dolar digital yang stabil dan tepercaya seharusnya bukan merupakan hak istimewa, melainkan sesuatu yang dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki ponsel. Itulah masa depan yang ingin diwujudkan melalui kemitraan ini."

Stablecoin USDC dari Circle dan USDT dari Tether dirancang sebagai versi digital dari dolar AS yang mempertahankan nilai stabil dengan rasio 1:1 terhadap dolar tersebut, tetapi keduanya menempuh jalan berbeda dalam upaya menggaet pengguna serta mitra keuangan.

Menurut data CryptoQuant, USDT tetap lebih besar dengan nilai sekitar US$ 183 miliar atau Rp 3.267 triliun yang beredar, dibandingkan dengan sekitar US$ 75 miliar atau Rp 1.339 triliun untuk USDC serta memiliki kehadiran yang kuat dalam perdagangan internasional.

Di sisi lain, USDC membangun daya tariknya dengan mengedepankan aspek pasar yang teregulasi, transparansi, dan pembayaran. Pada akhirnya, persaingan antara keduanya merupakan perebutan posisi sebagai standar utama untuk perdagangan kripto, pembayaran, dan keuangan global.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.