Persib Bandung Bebas Daftar Hitam FIFA, Klub Indonesia Lain Masih Terbelenggu Sanksi

Persib Bandung hanya sehari masuk daftar hitam FIFA.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 16:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Kompetisi sepak bola Indonesia musim 2026/27 akan segera bergulir. Namun, jelang kick-off, sejumlah klub masih harus berurusan dengan sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru atau FIFA Registration Bans.

Perkembangan sanksi tersebut dapat dipantau melalui laman FIFA Registration Bans. Hukuman ini membuat klub yang terkena larangan tidak dapat mendaftarkan pemain baru untuk kompetisi resmi selama periode yang telah ditentukan.

Pada bursa transfer awal musim 2026/27, beberapa klub Indonesia sempat masuk dalam daftar tersebut. PSIS Semarang dan Semen Padang, misalnya, pernah mendapatkan lebih dari satu sanksi. Namun, persoalan tersebut kemudian diselesaikan oleh manajemen masing-masing sehingga keduanya kini terbebas dari embargo.

Kasus yang paling menyita perhatian datang dari juara BRI Super League dalam tiga musim terakhir, Persib Bandung.

Maung Bandung sebelumnya menerima sanksi pada 29 Mei 2026. Hukuman tersebut baru diselesaikan pada 23 Juli. Namun, Persib kembali tercatat dalam daftar FIFA Registration Bans pada 10 Agustus, hanya 21 hari sebelum kompetisi musim baru dimulai.

Kondisi itu sempat membuat Bobotoh khawatir. Beruntung, sanksi tersebut hanya bertahan selama satu hari setelah manajemen Persib menyelesaikan kewajiban kepada mantan pelatih mereka, Robert Rene Alberts.

"PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan bahwa FIFA Registration Ban yang berkaitan dengan perkara lama terkait kewajiban kepada mantan pelatih Persib, Robert Rene Alberts, telah resmi dicabut secara permanen oleh FIFA," demikian pernyataan resmi klub.

 

Klub Lain Masih Terjerat

Persib menambahkan bahwa pencabutan sanksi dilakukan setelah klub menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara tersebut.

Meski Persib telah terbebas, persoalan FIFA Registration Bans belum sepenuhnya hilang dari sepak bola Indonesia. Sejumlah klub masih tercatat mendapatkan sanksi.

Di kasta tertinggi, PSM Makassar menjadi salah satu klub yang masih menghadapi hukuman. Juku Eja tercatat memperoleh dua sanksi, masing-masing dengan durasi tiga periode embargo.

PSBS Biak Paling Banyak

Sementara itu, di level Championship, PSBS Biak menjadi klub dengan jumlah sanksi terbanyak. Badai Pasifik, yang baru terdegradasi dari Super League, tercatat mengoleksi 13 sanksi FIFA Registration Bans.

Selain PSBS Biak, masih ada Sriwijaya FC, Kalteng Putra, dan Persiwa Wamena yang masing-masing tercatat memperoleh satu sanksi.

Situasi tersebut menjadi perhatian tersendiri menjelang bergulirnya kompetisi musim 2026/2027. Klub-klub yang masih terkena embargo harus segera menyelesaikan persoalan yang menjadi dasar sanksi jika ingin leluasa melakukan aktivitas pendaftaran pemain baru di kompetisi resmi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Youri Tielemans Ungkap Alasan Pilih Gabung Manchester United

Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan