Amalan-Amalan Ringan Pagi Hari yang Bisa Menjadi Kebiasaan, Hidup Penuh Berkah

Amalan ringan berpahala besar dapat diamalkan secara istiqamah tiap pagi untuk mendatangkan keberkahan.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Amalan ringan berpahala besar dapat diamalkan secara istiqamah tiap pagi untuk mendatangkan keberkahan. Bahkan Rasulullah SAW juga secara khusus mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi.

Beliau bersabda: "Ya Allah, berkahilah untuk umatku di waktu paginya" (HR. Ahmad). Doa ini menunjukkan bahwa waktu pagi memiliki keistimewaan tersendiri dalam pandangan Islam, dan amalan yang dilakukan di dalamnya memiliki nilai keberkahan yang berlipat.

Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar menegaskan bahwa Allah Azza wa Jalla menjadikan adanya amalan-amalan yang ringan dilakukan akan tetapi sangat besar ganjarannya. Banyak amalan yang mungkin diremehkan manusia, tetapi ternyata justru pahalanya sangatlah besar.

Di antara amalan tersebut adalah dzikir. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin pada waktu pagi dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Sementara itu, Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menyatakan bahwa zikir pagi dan sore ibarat baju besi; semakin banyak lapisan lempengnya, semakin kuat perlindungan yang diberikan.

Mengamalkan amalan ringan di pagi hari adalah rutinitas spiritual yang mendatangkan pahala, sekaligus investasi spiritual yang membawa dampak nyata bagi kehidupan dunia dan akhirat. Merujuk berbagi sumber, berikut ini adalah amalan ringan pagi hari yang bisa menjadi kebiasaan, dimulai dari bangun tidur, lengkap dengan dalil dan penjelasan dari para ulama.

Amalan-Amalan Ringan Pagi Hari: Arab, Latin dan Artinya

1. Doa Bangun Tidur

Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Latin: Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa doa ini adalah zikir pertama yang dibaca Nabi SAW ketika bangun tidur.

Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany dalam bukunya menjelaskan bahwa memulai hari dengan memuji Allah adalah bentuk syukur atas nikmat kehidupan yang dikembalikan setelah tidur, yang merupakan "kematian kecil".

2. Doa Bangun Tidur Kedua

Arab: اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي رَدَّ عَلَيَّ رُوحِي وَعَافَانِي فِي جَسَدِي وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

Latin: Alhamdulillaahil-ladzii radda 'alayya ruuhii wa 'aafaanii fii jasadii wa adzina lii bidzikrih

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang masih mengembalikan rohku dan memberikan keselamatan pada badanku serta memperkenankanku untuk berzikir kepada-Nya."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunni dan At-Tirmidzi, yang menyatakan hadits ini hasan. Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa doa ini dibaca setelah bangun tidur sebagai bentuk syukur atas kembalinya roh dan kesehatan badan.

3. Siwak (Bersiwak)

Nabi SAW bersabda: "Setiap kali Nabi SAW bangkit dari tidurnya, beliau selalu membersihkan mulutnya dengan siwak" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW karya Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih, dijelaskan bahwa bersiwak setelah bangun tidur adalah sunnah yang pertama kali dilakukan Nabi sebelum berwudhu, dan ini merupakan amalan ringan yang memiliki keutamaan besar dalam menjaga kebersihan dan keridhaan Allah.

4. Berwudhu

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, dijelaskan bahwa Nabi SAW berwudhu setelah bangun tidur sebelum melaksanakan shalat. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Nabi bangun dari tidurnya dan langsung menuju geriba (tempat air) untuk mengambil wudhu.

Berwudhu di pagi hari adalah amalan ringan yang menyucikan diri lahir dan batin, serta menjadi syarat sahnya shalat.

5. Shalat Subuh Berjamaah

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin (Subuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa shalat Subuh berjamaah memiliki keutamaan yang tidak dimiliki shalat fardhu lainnya, termasuk disaksikan oleh para malaikat malam dan siang.

6. Dzikir Pagi Setelah Subuh

Arab: أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ

Latin: Ashbahnaa wa ashbahal mulku lillaah, walhamdu lillaah, laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah

Artinya: "Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya."

Dalil dan Penjelasan Ulama: Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, disebutkan bahwa dzikir pagi ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar, seperti dicatatnya 100 kebaikan, dihapusnya 100 kesalahan, dan terjaga dari setan sepanjang hari. Imam An-Nawawi juga mengutip doa pagi Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Sahabat Ibnu Mas'ud dalam Sahih Muslim.

7. Sayyidul Istighfar

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu. A'uudzu bika min syarri maa shana'tu. Abu-u laka bi ni'matika 'alayya wa abu-u bi dzanbii. Faghfir lii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.

Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menjelaskan bahwa doa ini dinamakan Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar) karena maknanya yang sangat komprehensif, mencakup tauhid, pengakuan dosa, syukur nikmat, dan taubat dalam satu kalimat.

8. Doa Memohon Ilmu yang Bermanfaat

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allahumma inni as-aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Subuh. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga kebutuhan utama manusia: ilmu, rezeki, dan amal yang diterima.

9. Membaca Al-Qur'an Setelah Subuh

Allah berfirman: "Sungguh, bacaan pada waktu Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)" (QS. Al-Isra: 78). Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah" (HR. Tirmidzi).

Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany menjelaskan bahwa mempelajari ilmu agama di masjid atau mengajarkannya juga mendapatkan pahala haji yang sempurna, sebagaimana sabda Nabi: "Barangsiapa pergi ke masjid, dia tidak ada maksud kecuali untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya maka baginya pahala seperti haji yang sempurna".

10. Sedekah Subuh

Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan malaikat yang lain berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya'" (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar, dijelaskan bahwa sedekah di waktu subuh mampu membuka pintu rezeki dan menghapus dosa. Bahkan sedekah senilai satu buah kurma dari penghasilan yang halal akan diterima Allah dan dipelihara hingga menjadi sebesar gunung.

11. Shalat Dhuha

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap pagi, setiap persendian tubuh salah seorang di antara kalian memiliki kewajiban sedekah... dan semuanya itu dapat tercukupi dengan dua rakaat Dhuha" (HR. Muslim).

Dalam kitab Al-Majmu', Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia. Shalat Dhuha juga dapat melancarkan rezeki dan menjadi bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

12. Istighfar 100 Kali

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Latin: Astaghfirullaaha wa atuubu ilaih

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya."

Rasulullah SAW bersabda: "Demi Allah, aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari" (HR. Bukhari).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa istighfar adalah amalan yang paling utama dilakukan di waktu pagi, dan barang siapa membacanya 100 kali, maka dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.

13. Shalawat kepada Nabi

Arab: اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Latin: Allahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).

14. Doa Kebaikan Dunia dan Akhirat

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama RI, doa ini disebutkan sebagai doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi SAW. Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar menjelaskan bahwa doa ini menghimpun semua kebaikan dunia dan akhirat.

15. Doa Perlindungan dari Keburukan

Arab: اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَدَنِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي سَمْعِي، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِي بَصَرِي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allahumma 'aafinii fii badanii, Allahumma 'aafinii fii sam'ii, Allahumma 'aafinii fii basharii, laa ilaaha illaa anta

Artinya: "Ya Allah, sehatkanlah badanku. Ya Allah, sehatkanlah pendengaranku. Ya Allah, sehatkanlah penglihatanku. Tiada tuhan melainkan Engkau."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dianjurkan untuk dibaca pada waktu pagi dan petang. Dalam buku Dzikir Pagi & Petang karya Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling sering dibaca oleh Nabi SAW untuk memohon kesehatan lahir dan batin.

16. Kalimat Tauhid

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai-in qadiir

Artinya: "Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu."

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya sepuluh kali pada waktu pagi, maka dituliskan baginya seratus kebaikan, dihapuskan baginya seratus kesalahan, dan ia akan dilindungi dari setan hingga sore hari" (HR. Bukhari dan Muslim).

17. Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

Latin: Allahumma inni as-alukal 'afwa wal 'aafiyata fid dunyaa wal aakhirah

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat."

Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa doa ini mencakup permohonan keselamatan menyeluruh bagi diri, keluarga, dan harta.

Tata Cara dan Waktu Amalan Ringan Pagi Hari

Waktu Pelaksanaan

Waktu yang paling utama untuk mengamalkan amalan ringan pagi hari adalah setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit. Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa waktu pagi yang dimaksud dalam hadits-hadits dzikir adalah antara Subuh dan terbitnya matahari. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 42 dan QS. Thaha ayat 130 yang memerintahkan untuk bertasbih sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.

Syaikh Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulum al-Din membagi waktu dzikir menjadi enam bagian, dan salah satunya adalah dari Subuh hingga terbit matahari. Apabila seseorang melewatkan waktu tersebut karena udzur tertentu, ia masih dapat membaca dzikir pagi setelah matahari terbit hingga sebelum waktu Dzuhur, meskipun pahala keutamaan waktu utamanya telah hilang.

Adab dan Tata Cara

Dalam kitab Kumpulan Doa Sehari-hari yang diterbitkan Kementerian Agama RI, terdapat beberapa tata cara berdoa dan berdzikir yang perlu diperhatikan:

Pertama, menghadap kiblat. Hal ini berdasarkan hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW datang ke tempat wuquf di Arafah dan menghadap kiblat lalu terus menerus berdoa hingga tenggelam matahari.

Kedua, membaca hamdalah, istighfar, dan shalawat sebelum berdoa. Salah seorang sahabat Nabi berkata: "Ketika Nabi Muhammad SAW duduk di masjid, tiba-tiba datang seorang laki-laki masuk, lalu ia shalat. Setelah selesai ia membaca doa, 'Allahummaghfirlii warhamnii'. Maka Rasulullah pun berkata, 'Wahai kawan, engkau terburu-buru. Jika engkau shalat, duduklah dahulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah, lalu bacalah shalawat kepadaku, kemudian barulah berdoa.'"

Ketiga, berdoa dengan suara lembut dan rasa takut. Allah berfirman: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).

Keempat, yakin akan dipenuhi. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku."

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam bukunya Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menambahkan bahwa dzikir pagi sebaiknya dilakukan dengan khusyuk, menghadirkan hati, dan memahami makna dari setiap bacaan. Beliau juga menganjurkan untuk memvariasikan bacaan-bacaan dzikir agar tidak bosan dan tetap terjaga kekhusyukannya.

Keutamaan Amalan Ringan Pagi Hari

1. Mendapatkan Keberkahan dan Kelapangan Rezeki

Rasulullah SAW secara khusus mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi: "Ya Allah, berkahilah untuk umatku di waktu paginya" (HR. Ahmad). Dalam buku Amalan-amalan Ringan Tapi Berpahala Besar karya Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany, dijelaskan bahwa di antara bentuk kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya, Dia menjadikan adanya amalan-amalan yang ringan dilakukan akan tetapi sangat besar ganjarannya. Shalat Subuh berjamaah dilapangkan rezekinya dan diberi keberkahan oleh Allah. Sedekah subuh juga dipercaya mampu membuka pintu rezeki dan menghapus dosa.

2. Perlindungan dari Gangguan Setan dan Jin

Dzikir pagi berfungsi sebagai benteng yang melindungi seorang hamba dari gangguan setan dan jin. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi, dijelaskan bahwa dzikir yang dibaca secara rutin dapat menjaga seorang hamba dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menegaskan bahwa zikir pagi dan sore ibarat baju besi; semakin banyak lapisan lempengnya, semakin kuat perlindungan yang diberikan.

3. Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir dari sudut pandang ilmu kedokteran jiwa merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa. Dzikir mengandung unsur spiritual yang dapat membangkitkan harapan, rasa percaya diri, dan ketenangan jiwa, yang pada gilirannya meningkatkan kekebalan tubuh serta mempercepat proses penyembuhan. Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28).

4. Mendapatkan Pahala Setara Haji dan Umrah

Nabi SAW bersabda: "Siapa yang shalat Subuh berjamaah, kemudian duduk berzikir sampai matahari terbit, lalu shalat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah" (HR. Tirmidzi). Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang mengisi waktu pagi dengan ibadah. Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany dalam bukunya juga menyebutkan bahwa mempelajari ilmu agama di masjid atau mengajarkannya akan mendapatkan pahala haji yang sempurna.

5. Diampuni Dosanya Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membaca Sayyidul Istighfar di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari). Dalam hadits lain, membaca istighfar 100 kali pada pagi dan petang akan dihapuskan dosanya meskipun sebanyak buih di lautan.

6. Mendapatkan Syafaat Nabi di Hari Kiamat

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari dan sepuluh kali pada sore hari, maka ia mendapat syafaatku pada hari Kiamat" (HR. At-Thabrani).

7. Shalat Dhuha sebagai Sedekah Seluruh Persendian Tubuh

Rasulullah SAW bersabda: "Setiap pagi, setiap persendian tubuh salah seorang di antara kalian memiliki kewajiban sedekah... dan semuanya itu dapat tercukupi dengan dua rakaat Dhuha" (HR. Muslim).

Dalam kitab Al-Majmu', Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah shalat sunnah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia.

8. Mendapatkan Jaminan Masuk Surga

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang shalat dua waktu yang dingin (Subuh dan Ashar) maka dia akan masuk surga" (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadits lain, membaca kalimat tauhid sepuluh kali pada waktu pagi akan dituliskan seratus kebaikan dan dihapuskan seratus kesalahan.

9. Doa Malaikat untuk Orang yang Bersedekah

Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang hamba berada di pagi hari kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.' Dan malaikat yang lain berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan bagi orang yang menahan hartanya'" (HR. Bukhari dan Muslim).

10. Terjaga dari Segala Keburukan

Dalam kitab Hisnul Muslim, disebutkan bahwa barang siapa membaca Ayat Kursi pada waktu pagi, ia dipelihara dari gangguan jin hingga petang hari. Membaca doa perlindungan seperti "Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim" tiga kali pada pagi dan petang juga akan melindungi dari segala bahaya.

11. Amalan Ringan yang Pahalanya Terus Mengalir

Abu Yusuf bin Atmudin Al-Batahany dalam bukunya menutup pembahasan dengan mengingatkan bahwa di antara sekian banyaknya amalan shalih, ada beberapa amalan yang pahalanya akan terus mengalir setelah kematian. Rasulullah SAW bersabda: "Jika anak keturunan Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo'akan orang tuanya" (HR. Muslim).

 

Pertanyaan Seputar Amalan Pagi Hari

1. Apa saja amalan ringan pagi hari yang bisa menjadi kebiasaan?

Amalan ringan yang bisa menjadi kebiasaan antara lain doa bangun tidur, siwak, berwudhu, shalat Subuh berjamaah, dzikir pagi, membaca Al-Qur'an setelah Subuh, sedekah subuh, shalat Dhuha, istighfar, shalawat, dan doa-doa pagi yang diajarkan Nabi SAW.

2. Kapan waktu terbaik membaca dzikir pagi?

Waktu terbaiknya adalah setelah shalat Subuh hingga sebelum matahari terbit. Imam Ibnu Qayyim dalam Al-Wabil Ash-Shaib menjelaskan bahwa waktu pagi yang dimaksud dalam hadits adalah antara Subuh dan terbitnya matahari.

3. Apa keutamaan shalat Dhuha?

Shalat Dhuha memiliki keutamaan sebagai sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia (HR. Muslim), menjadi shalat kaum awwabin (orang-orang yang bertaubat), dan dapat menjadi ampunan dosa meskipun sebanyak buih di lautan (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

4. Apakah sedekah subuh harus dilakukan setiap hari?

Sedekah subuh dianjurkan untuk dilakukan setiap hari karena pada waktu subuh ada malaikat yang mendoakan orang yang bersedekah. Namun, jika tidak bisa setiap hari, sedekah dapat dikumpulkan dan disalurkan secara berkala selama niatnya tetap untuk bersedekah di waktu subuh.

5. Apa keutamaan membaca Sayyidul Istighfar di pagi hari?

Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa membacanya di waktu pagi dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga" (HR. Bukhari).