Menteri PPPA Turun Tangan Usai Siswi SD Pemalang Tewas Diduga Dibully

Menteri PPPA desak usut tuntas.

Diterbitkan 06 Oktober 2026, 12:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendesak kasus kematian bocah MHA (7). Siswa SD di Pemalang, Jawa Tengah diduga menjadi korban bullying.

"Setiap anak berhak berada di lingkungan yang aman, termasuk ketika berada di sekolah. Kami sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi dan mendorong agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya. Proses hukum harus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Arifah sangat prihatin dengan insiden tersebut. Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Pemalang.

Aparat telah menerima laporan, melakukan autopsi, mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta memeriksa pelapor dan sejumlah saksi, termasuk anak saksi dan guru.

 

Kronologi Belum Sinkron

Berdasarkan hasil koordinasi lintas sektor, kronologi kejadian masih belum sinkron antar-pihak dan perlu dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Dalam penanganan kasus ini Kementerian PPPA juga memberikan perhatian kepada anak saksi yang masih dalam pendampingan.

Foto dan identitas anak saksi telah tersebar di media sosial disertai komentar yang memojokkan anak.

UPTD PPA Kabupaten Pemalang telah melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap keluarga korban dan anak saksi.

Pemeriksaan terhadap dua anak saksi akan dilakukan dengan pendampingan pekerja sosial sesuai ketentuan Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

"Anak yang menjadi saksi juga harus mendapatkan perlindungan. Kami meminta masyarakat tidak menyebarluaskan identitas, foto, maupun informasi pribadi anak. Dalam situasi seperti ini anak membutuhkan ruang yang aman untuk mendapatkan pendampingan dan menjalani proses pemeriksaan tanpa tekanan," katanya.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6