Setelah Indonesia, Xpeng Siapkan Fasilitas Produksi di Malaysia

Xpeng Motors resmi menjalin kerja sama dengan manufaktur besar Malaysia, EPMB Group untuk mendirikan operasi produksi lokal di Negeri Jiran

Diterbitkan 18 Desember 2025, 10:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Xpeng Motors resmi menjalin kerja sama dengan manufaktur besar Malaysia, EPMB Group, untuk mendirikan operasi produksi lokal di Negeri Jiran. Langkah tersebut, menyusul keputusan pembangunan fasilitas perakitan yang sama di Indonesia dan juga Austria.

Disitat dari Carnewschina, perakitan di Malaysia ini, merupakan lini produksi untuk kemudi kanan pertama perusahaan di luar China.

Sesuai kesepakatan, produksi dijadwalkan dimulai pada 2026, yang awalnya berfokus kepada perakitan model SUV G6 dan MPV X9, termasuk versi jarak jauh.

Fasilitas di Malaysia ini diposisikan secara strategis untuk berfungsi sebagai pusat manufaktur bagi pasar kendaraan setir kanan di seluruh kawasan ASEAN.

Pabrik baru ini akan melengkapi pabrik Xpeng yang sudah ada di Indonesia, yang terutama melayani pasar kendaraan dengan kemudi kiri, sehingga menciptakan jaringan produksi yang mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara.

Data pasar yang dikutip oleh media otomotif Tiongkok, Autohome mengungkapkan kehadiran Xpeng yang semakin meningkat di Malaysia, di mana merek ini termasuk dalam enam merek kendaraan listrik murni teratas di negara tersebut dari Januari hingga Oktober tahun ini.

Sementara itu, Xpeng X9 khususnya menunjukkan penerimaan pasar yang kuat, merebut posisi teratas di segmen MPV listrik premium Malaysia pada September 2025.

Volkswagen Adopsi Teknologi Otonom Milik XPeng untuk Mobil Listrik di China

Volkswagen berencana untuk menggunakan sistem mengemudi otonom milik Xpeng, untuk digunakan di kendaraan listriknya di China mulai 2026. Langkah ini, menjadi bagian dari kerja sama strategis, antara dua perusahaan, yang sebelumnya telah menjalin kolaborasi dalam hal platform dan perangkat lunak.

Menurut laporan Carnewschina, Volkswagen akan memakai solusi mengemudi otomatis XPeng agar kendaraan listriknya dapat menawarkan fitur pintar, yang lebih atraktif di pasar China.

Dalam perjanjian lisensi tersebut, Volkswagen tidak akan mengubah sistem inti XPeng, melainkan mengadaptasikannya agar sesuai dengan kendaraan listrik Volkswagen yang dipasarkan di Negeri Tirai Bambu.

Kolaborasi ini juga berdasarkan latar belakang investasi Volkswagen sebesar 4,99 persen di XPeng, sebuah langkah yang sebelumnya diumumkan ketika kedua perusahaan menegaskan komitmen kerja sama teknologi.

Dalam perjanjian Master Agreement, VW dan XPeng akan mengembangkan dua mobil listrik kelas menengah secara bersama, yang rencananya akan diluncurkan pada 2026.

Â