Toyota Pangkas Produksi RAV4, Inden Makin Mengular

Toyota memutuskan untuk memangkas produksi dari salah satu sport utility vehicle (SUV) andalannya, RAV4 generasi terbaru

Diterbitkan 29 Juni 2026, 20:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota memutuskan untuk memangkas produksi dari salah satu sport utility vehicle (SUV) andalannya, RAV4 generasi terbaru. Sejatinya, antusiasme terkait mobil asal Jepang ini belum surut, dan diprediksi ketersedian model ini akan semakin terbatas dalam beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan laporan Nikkei, yang dikutip Carscoops, Senin (29/6/2026), Toyota akan mengurangi produksi kendaraan di luar Jepang sebanyak 100 ribu unit hingga Februari 2027. Kebijakan tersebut merupakan tambahan dari pengurangan produksi sekitar 40 ribu unit, yang sebelumnya telah dilakukan untuk fasilitas manufaktur di Jepang.

Salah satu model yang paling terdampak adalah Toyota RAV4 bermesin konvensional. Selain itu, sejumlah model yang dipasarkan di China, termasuk bZ3X juga ikut mengalami penyesuaian jumlah produksi. Meski demikian, Toyota belum mengungkapkan secara rinci berapa besar pengurangan produksi untuk masing-masing model.

Keputusan tersebut diambil di saat permintaan terhadap RAV4 generasi keenam masih sangat tinggi. Di sejumlah pasar, unit yang tiba di dealer dilaporkan langsung habis terjual hanya dalam hitungan jam.

Bahkan, sebagian konsumen harus masuk daftar tunggu, karena stok yang tersedia tidak mampu mengimbangi besarnya permintaan.

Toyota sebelumnya telah berupaya meningkatkan kapasitas produksi dengan mulai merakit RAV4 terbaru di pabrik Georgetown, Kentucky, Amerika Serikat.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menambah pasokan, namun hingga kini permintaan pasar masih jauh lebih besar dibanding jumlah unit yang diproduksi.

Meski harus memangkas produksi secara global, Toyota menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional perusahaan. Kondisi geopolitik dan dinamika pasar global menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.

Penjualan Toyota Ambruk Gara-Gara Krisis Timur Tengah

Penjualan global Toyota Motor kembali mengalami penurunan pada Maret 2026. Kondisi ini, menjadi bulan kedua berturut-turut performa pabrikan asal Jepang tersebut memburuk, karena dipicu oleh kondisi pasar yang kurang menguntungkan di Timur Tengah, serta kendala pasokan untuk salah satu model andalannya.

Disitat dari Autoblog, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan di kawasan Timur Tengah.

Situasi geopolitik yang tidak stabil berdampak langsung pada distribusi dan penjualan kendaraan, sehingga memberikan tekanan signifikan terhadap kinerja global Toyota dalam periode tersebut.

Selain itu, faktor lain yang tak kalah penting adalah transisi model untuk Toyota RAV4. SUV ini merupakan salah satu kontributor utama penjualan Toyota, namun tengah mengalami pergantian generasi yang berdampak pada ketersediaan unit di pasar.

Seorang juru bicara Toyota menjelaskan bahwa persoalan pada RAV4 lebih terkait suplai dibandingkan permintaan. "Ada masalah pasokan Toyota RAV4, bukan masalah permintaan," ungkapnya.

Sementara itu, kekurangan unit ini terjadi akibat jeda produksi di pabrik Kentucky, Amerika Serikat, yang belum sepenuhnya siap untuk memproduksi model terbaru RAV4.

Dampaknya terlihat jelas pada angka penjualan. Pada Maret 2026, Toyota hanya mampu menjual 21.693 unit RAV4 di Amerika Serikat, jauh menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 41.509 unit.

Secara kumulatif, penjualan tahun berjalan juga turun menjadi 59.869 unit dari sebelumnya 115.402 unit.