Booth Toyota Ramai Diserbu di GIIAS 2026, Banyak Pengunjung Cari Jawaban soal Hybrid yang Praktis

Booth Toyota di GIIAS 2026 menarik perhatian karena banyak pengunjung mencari informasi seputar teknologi hybrid yang praktis dan mudah digunakan.

Diterbitkan 12 Agustus 2026, 16:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tangerang - Ribuan pengunjung dan pencinta otomotif memadati booth Toyota selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, yang berlangsung 30 Juli - 9 Agustus. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, area Hybrid EV menjadi salah satu titik yang paling ramai dikunjungi.

Bukan sekadar ingin melihat model terbaru, banyak pengunjung juga datang dengan pertanyaan dan rasa ingin tahu dengan perubahan tren otomotif. Salah satunya adalah pertanyaan tentang adakah kendaraan elektrifikasi yang tetap praktis digunakan setiap hari tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara?

Pertanyaan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang konsumen Indonesia. Minat terhadap kendaraan yang lebih efisien terus meningkat, namun sebagian masyarakat masih mempertimbangkan aspek kemudahan penggunaan, terutama bagi keluarga yang membutuhkan mobil serbaguna untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Melalui kampanye "Hybrid EV Untuk Semua", Toyota mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan Veloz Hybrid EV, MPV 7-seater berteknologi full hybrid yang menggabungkan efisiensi bahan bakar, kenyamanan berkendara, serta kepraktisan karena tidak memerlukan pengisian daya melalui charger eksternal.

Mengapa Hybrid Kini Semakin Relevan untuk Konsumen Indonesia?

Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Di sisi lain, konsumen juga semakin cermat mempertimbangkan biaya operasional kendaraan, terutama menyikapi kebutuhan mobilitas yang semakin tinggi. 

Meski begitu, tidak sedikit calon konsumen yang masih memiliki pertanyaan mengenai kendaraan listrik, mulai dari ketersediaan fasilitas pengisian daya hingga fleksibilitas saat digunakan bepergian ke luar kota.

Di sinilah teknologi hybrid dipandang sebagai solusi transisi yang lebih mudah diterima. Pengguna tetap dapat menikmati manfaat elektrifikasi tanpa harus mengubah pola penggunaan kendaraan yang sudah menjadi kebiasaan.

Melalui strategi Multi Pathway, Toyota menghadirkan beragam pilihan teknologi elektrifikasi sesuai kebutuhan pelanggan. Salah satunya adalah Hybrid EV yang dirancang untuk mengedepankan kepraktisan penggunaan sehari-hari sekaligus tetap memberikan pengalaman berkendara yang efisien dan fun.

Pendekatan tersebut menjadi landasan kampanye "Hybrid EV Untuk Semua", yakni teknologi hybrid yang lebih mudah diakses dan relevan bagi lebih banyak masyarakat Indonesia.

Veloz Hybrid EV Jadi Contoh Nyata Hybrid yang Tak Mengubah Kebiasaan Berkendara

Di antara jajaran kendaraan elektrifikasi yang dipamerkan Toyota di GIIAS 2026, Veloz Hybrid EV menjadi salah satu model yang paling banyak menarik perhatian. Bukan semata-mata statusnya sebagai MPV keluarga berkapasitas tujuh penumpang, tetapi karena menawarkan pengalaman berkendara hybrid yang tetap sederhana.

Pendekatan ini menjadi salah satu nilai utama yang ditawarkan Toyota kepada masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi tanpa harus menghadapi perubahan besar dalam kebiasaan berkendara. Tinggal duduk di kursi pengemudi, Toyota Hybrid System (THS) yang akan mengendalikan semuanya.

Di sisi lain, efisiensi tetap menjadi daya tarik. Berdasarkan hasil pengujian salah satu media otomotif yang dicantumkan Toyota dalam materi GIIAS 2026, Veloz Hybrid EV mampu mencatat konsumsi bahan bakar hingga 28,9 km/liter, sehingga menjadi salah satu nilai jual utama kendaraan ini.

Bagaimana Toyota Hybrid System Bekerja?

Di GIIAS, Toyota menghadirkan cut body Veloz Hybrid EV, yang memungkinkan masyarakat bisa melihat lebih dekat cara kerja sistem hybrid Toyota.

Pada Veloz Hybrid EV, Toyota Hybrid System (THS) dengan konfigurasi Series-Parallel Hybrid, mengatur distribusi tenaga dari mesin bensin dan motor listrik. Bisa dari salah satu, atau kombinasi keduanya berdasarkan skenario dan kebutuhan berkendara di jalan.

Adalah Power Split Device (PSD), komponen penting yang berperan dalam mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan menghasilkan performa yang lebih baik. Dengan membagi dan mengalirkan tenaga antara mesin bensin dan motor listrik secara tepat, PSD membantu Toyota mencapai keunggulan teknologi hybrid.

Toyota menyebutnya sebagai e-CVT, PSD mendistribusikan tenaga dengan pas dan sesuai kondisi jalan, seperti saat stop and go, menanjak, mendahului kendaraan lain, cruising di jalan tol, atau di jalan menurun. Dengan penyaluran tenaga yang prima dari mesin bensin dan motor listrik yang minim power loss, konsumsi BBM menjadi sangat irit. 

Karena PSD begitu berharga dan spesial, teknologi ini sudah dipatenkan oleh Toyota secara internasional. Ini alasan penting yang membuat mobil Hybrid Toyota unggul dibanding teknologi hybrid yang dikembangkan pabrikan dunia lainnya.

Bagi konsumen, seluruh teknologi tersebut tidak berarti harus memahami sistem yang rumit. Manfaat paling terasa justru berasal dari kemudahannya. Pengemudi cukup mengendarai Veloz Hybrid EV seperti biasa, sementara sistem hybrid akan mengatur kombinasi sumber tenaga yang paling efisien sesuai kebutuhan perjalanan.

Bukan Sekadar Irit, Sudah Teruji Dipakai Melintasi Sebagian Wilayah Indonesia

Efisiensi bahan bakar bukan hanya klaim di atas kertas. Teknologi elektrifikasi yang digunakan Veloz Hybrid EV juga telah dibuktikan melalui perjalanan Lintas Nusa 1.0 dan Lintas Nusa 2.0, dengan total jarak lebih dari 14.200 km. Tercatat dalam 2 kali ekspedisi, New Veloz Hybrid melintasi 5 pulau, 20 provinsi, dan lebih dari 95 kota, dalam total waktu tempuh sekitar 86 hari nonstop.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari pembuktian Quality, Durability, and Reliability (QDR) Toyota, mulai dari melintasi Nusa Tenggara, Bali, Jawa, Sumatra hingga Sulawesi. Pengujian ini sekaligus memperlihatkan bahwa kendaraan hybrid tidak hanya cocok digunakan di perkotaan, tetapi juga mampu mendukung perjalanan jarak jauh bersama keluarga tanpa mengurangi kenyamanan maupun kepraktisan.

Hybrid Praktis dan Berikan Rasa Tenang

Bagi sebagian calon konsumen, keputusan membeli kendaraan hybrid tidak hanya dipengaruhi teknologi, tetapi juga rasa aman selama masa kepemilikan.

Toyota menjawab kebutuhan tersebut melalui ekosistem layanan purnajual yang mencakup lebih dari 360 jaringan dealer resmi di seluruh Indonesia. Program T-CARE berupa gratis biaya jasa dan suku cadang servis berkala hingga 3 tahun atau 60.000 kilometer, garansi baterai hybrid selama 8 tahun atau 160.000 kilometer, serta garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 160.000 kilometer.

Toyota juga menghadirkan program Smart Drive Package yang menawarkan jaminan harga jual kembali hingga 70 persen sebagai salah satu bentuk nilai tambah bagi konsumen. Program lainnya adalah Hybrid Health Check berupa gratis pengecekan baterai Hybrid EV dan Battery EV usia 3–5 tahun atau jarak tempuh 50.000–100.000 km, yang sedang servis berkala di bengkel resmi Toyota.

Kombinasi layanan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Toyota menghadirkan pengalaman kepemilikan kendaraan hybrid yang lebih praktis dan memberikan rasa tenang bagi pelanggan.

Keramaian booth Toyota di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi terus berkembang. Melalui area Hybrid EV, pengunjung dapat melihat langsung cara kerja Toyota Hybrid System lewat unit cut body Veloz Hybrid EV, mengeksplorasi berbagai fitur kendaraan, hingga mengenal perjalanan Lintas Nusa yang menjadi pembuktian teknologi hybrid Toyota.

 

(*)