Laporan Liputan6.com dari Jepang: Belajar Tertib dan Minimalisir Kecelakaan Lalu Lintas dari Osaka

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) kembali mengajak media nasional untuk berkunjung ke Jepang, dalam rangkaian Media Trip Japan Mobility Show (JMS) 2025

Diterbitkan 27 Oktober 2025, 13:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jepang selama ini dikenal sebagai negeri yang disiplin, bersih, dan tertib. Julukan itu bukan sekadar stereotip. Hal ini benar-benar terasa ketika kaki Jurnalis Liputan6.com menapak di tanah Sakura untuk menghadiri undangan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dalam rangkaian Media Trip Japan Mobility Show (JMS) 2025.

Kali ini menyusuri kota Osaka, salah satu kota besar yang mampu memadukan modernitas dan ketertiban dengan harmonis. Terlihat pada kondisi lalu lintas.

Penampakan yang berbeda dari Jakarta, di tengah Kota Osaka, mobil dan motor yang lalu lalang tak seramai di Jakarta. Jarang terlihat antrean mengular di setiap perempatan lalu lintas.

Yang lebih menarik, pejalan kaki dan pesepeda justru tampak mendominasi jalanan. Jumlahnya, jauh lebih banyak dibandingkan dengan pengguna kendaraan bermotor.

Sepeda yang lalu lalang kerap dilengkapi dengan boncengan anak pada bagian depan dan belakang. Ada yang tampak kosong dan beberapa berisi anak-anak membonceng.

Salah satu hal lain yang menarik perhatian, keberadaan stiker berwarna kuning dan hijau, di belakang beberapa mobil yang melintas di jalanan.

Menurut salah satu tour guide dalam rombongan PT ADM ke JMS 2025, yang juga merupakan warga lokal, stiker tersebut, adalah Shoshinsha Mark, yang memiliki bentuk V dan berwarna hijau dan kuning.

"Stiker ini, untuk pengemudi yang baru atau mahir menyetir di bawah satu tahun," jelas sang tour guide tersebut, Minggu (26/10/2025).

Disebutkan lebih lanjut, stiker ini dikenal juga sebagai wakaba mark (tanda daun muda). Stiker ini, tidak akan ditempel di mobil pemiliknya selamanya, karena hanya akan berlaku selama satu tahun setelah mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) standar.

"Kalau sudah setahun ini, dilepas dan itu magent," tambah sang tour guide.

Lebih Hati-Hati di Jalan

Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, wakaba mark ini, tujuannya adalah untuk memberi tahu pengemudi lain bahwa pengemudi yang ditandai adalah pemula sehingga mereka perlu lebih sabar dan berhati-hati di jalan.

Sementara itu, untuk aturan penggunaannya, adalah Wajib dipasang di bagian depan dan belakang mobil. Berlaku selama satu tahun setelah pengemudi mendapatkan SIM standar. Pengemudi yang merasa masih perlu pengawasan boleh terus memasangnya bahkan setelah melewati satu tahun.

Â