Liputan6.com, Jakarta - Nadiem Makarim beranjak dari kursi pesakitan. Mengenakan batik dan celana panjang hitam, ia berdiri tegak mendengarkan amar putusan.
Dalam hitungan detik, ruang sidang pecah oleh suara pengunjung. Sang istri, Franka Franklin, tak kuasa menahan tangis. Kerabat dan rekan-rekan yang mendampingi berusaha menenangkan suasana.
Di tengah emosi yang menyelimuti ruang sidang, Nadiem justru melangkah keluar menemui wartawan.
Advertisement
Vonis yang dijatuhkan tidak ringan. Majelis hakim menyatakan Nadiem terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.
Ia dihukum 10 tahun penjara, didenda Rp 1 miliar, serta dibebani pidana tambahan berupa uang pengganti Rp 809 miliar.
Jika uang itu tidak dibayarkan setelah putusan berkekuatan hukum tetap dan harta bendanya tidak mencukupi untuk disita serta dilelang, hukuman tersebut diganti dengan pidana penjara selama lima tahun.
Nadiem mempertanyakan putusan itu. Menurut dia, fakta-fakta yang terungkap selama persidangan diabaikan. Baginya, perkara tersebut bukan semata soal vonis, melainkan juga tentang apakah keadilan masih memiliki tempat dalam sistem hukum.
Tekanan terbesar, menurut Nadiem, justru datang dari pidana tambahan berupa uang pengganti sekitar Rp 809 miliar. Ia menegaskan dana itu tidak pernah mengalir kepada dirinya.
Dokumen dan keterangan saksi di persidangan, kata dia, menunjukkan uang tersebut tidak pernah keluar dari rekening PT AKAP maupun GoTo menuju dirinya serta tidak berkaitan dengan Google maupun pengadaan Chromebook.
Di tengah kritik terhadap putusan, Nadiem menyinggung adanya dissenting opinion dari hakim Andi.
Menurutnya, hakim tersebut berpendapat ia seharusnya dibebaskan tanpa syarat. Pendapat berbeda itu, kata Nadiem, menjadi bagian putusan yang paling mencerminkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan.
Ia mengaku kehabisan kata untuk menggambarkan perasaannya. Berbagai pakar hukum, ahli tindak pidana korupsi, hingga ketua tim perumus Undang-Undang Tipikor, menurut dia, berpandangan perkara itu tidak memenuhi unsur korupsi.
Meski demikian, ia memastikan akan mengajukan banding demi keluarga, anak-anaknya, serta apa yang disebutnya sebagai perjuangan bagi para profesional muda yang merasa dikriminalisasi.
"Ini bukan akhir," tegas Nadiem.
Dukungan Mengalir di Luar Ruang Sidang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715586/original/048737200_1782810897-nad5.jpg)
Ketika meninggalkan ruang sidang, tekanan belum mereda. Polisi membentuk barikade di sisi kiri dan kanan jalur keluar, sementara wartawan, simpatisan, dan pengemudi ojek daring saling berdesakan mengabadikan setiap langkahnya. Nadiem berjalan perlahan, sesekali berhenti untuk menyalami orang-orang yang telah menunggu.
Di pelataran pengadilan, ratusan pengemudi ojek daring berjaket hijau telah berkumpul sejak siang. Mereka berebut menyalami, memeluk, dan menyampaikan dukungan.
Ketika seorang pengemudi memulai lagu 'Indonesia Raya', suara itu segera diikuti kerumunan. Nadiem ikut bernyanyi sambil mengepalkan tangan sebelum menghampiri barisan pengemudi untuk mengucapkan terima kasih.
Di depan gerbang, suasana tak kalah heboh. Sebagian massa yang mayoritas merupakan pengemudi ojek daring langsung menaburkan bunga ke arah Nadiem. Mereka berjanji akan terus mengawal perkara tersebut.
Nadiem kemudian kembali memasuki area pengadilan, sementara kerumunan perlahan mulai terurai.
Di ruang tunggu tamu, ia bertemu sejumlah pegiat media sosial, di antaranya DJ Donny, Salim Dower, Delpedro Marhaen, dan Virdian Aurellio Hartono.
Percakapan kembali berpusat pada pidana tambahan berupa uang pengganti Rp 809 miliar. Nadiem mempertanyakan dasar putusan itu. Menurutnya, amar putusan tidak menyatakan dirinya memperkaya diri sendiri, melainkan hanya menyebut niat memperkaya Google.
Ia kembali menegaskan dana yang dijadikan dasar uang pengganti merupakan milik PT GoTo yang, menurutnya, tidak berkaitan dengan Google maupun pengadaan Chromebook.
Dalam pertemuan itu, Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Delpedro Marhaen menyebut Indonesia akan kehilangan sosok inovator pendidikan selama masa hukuman tersebut.
Nadiem merespons dengan menegaskan komitmennya untuk tetap memperkuat pendidikan, terutama bagi kepala sekolah dan siswa di berbagai daerah.
Ia juga mengajak para pendukung menjadikan perkara yang dihadapinya sebagai momentum untuk memperbaiki sistem hukum.
"Ini bukan akhir. Ini adalah awal," pungkas Nadiem.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5449906/original/063102600_1766118428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-19T112523.408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1180,20,0)/kly-media-production/medias/8713163/original/066297200_1782795242-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_11.05.07__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1387181/original/060487400_1477562475-Nadiem_Makarim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711984/original/008457000_1782793296-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_11.05.07__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8750546/original/026410500_1782825037-sg30-kasus-nadiem-e7879a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8749280/original/049116200_1782824629-live-tea-sidang-e3adea.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715582/original/097467900_1782810896-nad3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715587/original/063450600_1782810897-nad7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713165/original/081695900_1782795242-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_11.05.07__3_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)