Nissan Kembangkan Teknologi Mobil Otonom Terbaru, Meluncur 2027

Nissan tengah mengembangkan teknologi mobil otonom atau tanpa supir terbaru, sebagai bagian dari upaya membalikkan kondisi bisnisnya yang tengah tertekan

Diterbitkan 23 September 2025, 13:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nissan tengah mengembangkan teknologi mobil otonom atau tanpa supir terbaru, sebagai bagian dari upaya membalikkan kondisi bisnisnya yang tengah tertekan. Teknologi ini dijadwalkan siap digunakan pada 2027, dan difokuskan untuk menghadapi tantangan lalu lintas perkotaan yang padat dan dinamis.

Dalam sebuah demonstrasi terbaru, Nissan memperlihatkan kemampuan mobil listrik Ariya yang dilengkapi 11 kamera, lima radar, dan sensor generasi baru bernama LiDAR.

Mobil tersebut mampu melaju di pusat kota Tokyo dengan aman, termasuk berhenti saat lampu merah, memberi jalan kepada pejalan kaki, serta mengantisipasi kendaraan lain di persimpangan.

Dilansir dari JapanToday, sebelumnya, teknologi otonom Nissan hanya dirancang untuk berkendara di jalan tol, di mana marka jalannya lebih jelas dan mudah dikenali sistem.

Namun, versi terbaru dikembangkan agar bisa menavigasi jalanan perkotaan yang lebih kompleks, tidak menentu, dan penuh dengan variabel tak terduga.

Pasar mobil otonom sendiri semakin ramai. Menurut riset IndustryARC, nilai pasar kendaraan tanpa pengemudi diperkirakan mencapai US$ 2 triliun pada 2030, didorong oleh kemajuan di bidang kecerdasan buatan (AI), teknologi sensor, dan kemampuan pemprosesan data.

Sejumlah pemain besar juga terjun di bidang ini. Toyota bermitra dengan Waymo, perusahaan pengembang teknologi otonom yang lahir dari Google, yang kini sudah hadir di Jepang melalui kerja sama dengan sebuah perusahaan taksi, meski masih dalam tahap uji coba.

Honda, General Motors, Mercedes-Benz, hingga Amazon melalui anak usahanya, Zoox, juga turut bersaing mengembangkan teknologi serupa.

Pasokan Baterai Bermasalah, Produksi Nissan Leaf Kena Pangkas

Nissan memutuskan untuk mengurangi produksi dari Leaf, mulai September hingga November 2025. Hal tersebut karena pabrikan asal Jepang ini terhambat dengan pasokan baterai yang cukup untuk menjaga jalur perakitan tetap berjalan.

Disitat dari Carscoops, Nissan saat ini tengah membangun Leaf baru di pabrik Jepang, yang berada di prefektur Tochigi.

Sementara itu, menurut laporan dari Nikkei Asia, baterai Nissan Leaf dipasok oleh AESC, namun hasil produksi belum meningkat secepat yang diantisipasi.

Akibatnya, terjadi kekurangan pasokan yang dapat membatasi ketersediaan di ruang pamer jika terus berlanjut.

Kondisi ini, bagi sebuah model yang diharapkan memiliki nilai penting, untuk menjadi awal kebangkitan Nissan di industri kendaraan listrik, merupakan sebuah masalah yang cukup rumit dan genting.

Nissan Leaf dibangun menggunakan platform CMF-EV, lantai mobil terasa rata dan luas. Dasbor berdesain simpel dengan panel instrumen dan head unit bergaya floating hadir dalam ukuran hingga 14,3 inci.

Â