Tuntut Kenaikan Gaji, Ribuan Pekerja di Pabrik Hyundai Mogok Kerja

Hyundai baru-baru ini merayakan rekor penjualan di Amerika Serikat, tetapi situasinya tidak seindah di Korea Selatan

Diterbitkan 09 September 2025, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hyundai baru-baru ini merayakan rekor penjualan di Amerika Serikat, tetapi situasinya tidak seindah di Korea Selatan. Justru sebaliknya, anggota serikat pekerja berencana untuk melakukan serangkaian aksi mogok terbatas.

Disitat dari Carscoops, mogok kerja yang dilakukan oleh para pekerja Hyundai ini, berdampak kepada tiga fasilitas, yaitu di Asan, Jeonju, dan Ulsan. Dengan begitu, beberapa model yang terdampak, termasuk Kona, Tucson, Santa Fe, Palisade, Sonata, dan Grandeur.

Aksi mogok kerja ini juga dapat berdampak pada Genesis G70, G80, G90, GV60, GV70, dan GV80.

Dalam tuntutannya, serikat meminta jadwal kerja diubah menjadi 4,5 hari per minggu, serta usia pensiun ditingkatkan dari 60 menjadi 64 tahun.

Selain itu, para pekerja juga menuntut kenaikan gaji sebesar 141.300 won atau setara Rp1,5 juta per bulan dan bonus kinerja sebesar 30 persen dari laba bersih perusahaan tahun lalu.

Keputusan untuk melakukan aksi mogok ini mendapatkan dukungan mayoritas pekerja. Sebanyak 86 persen anggota serikat menyetujui langkah tersebut, meskipun sebelumnya manajemen telah mengajukan tawaran kenaikan gaji dan bonus.

Tawaran itu dianggap belum memenuhi harapan, sehingga serikat memilih turun tangan dengan aksi parsial.

Tanpa Hentikan Produksi

Hyundai Motor terakhir kali menghadapi pemogokan penuh terkait isu upah hampir satu dekade lalu.

Sejak itu, hubungan industrial relatif stabil, sehingga langkah mogok parsial kali ini dipandang sebagai strategi untuk meningkatkan tekanan kepada manajemen tanpa sepenuhnya menghentikan produksi.

Dampak dari aksi ini menjadi perhatian karena menyangkut pasokan sejumlah model terlaris Hyundai. Walau bersifat terbatas, mogok tersebut dinilai bisa memengaruhi jalannya produksi.

Industri otomotif lokal kini menunggu perkembangan negosiasi antara serikat pekerja, dan manajemen Hyundai yang dapat menjadi tolok ukur tren tenaga kerja di Korea Selatan.