Menyusuri Masjid Lautze Sampai Gereja Ayam

Sejumlah bangunan kuno masih berdiri kokoh di kawasan Pasar Baru dan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di antaranya adalah Masjid Lautze di Sawah Besar dan Gereja Ayam yang dibuka sejak 1915 di Pasar Baru.

Diterbitkan 03 Oktober 2004, 09:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Kawasan Sawah Besar dan Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada awal Abad XIX adalah daerah perkebunan dan hutan. Kini, wilayah tersebut berubah menjadi pertokoan padat. Meski demikian, masih terselip sisa-sisa kenangan masa silam seperti bangunan Masjid Lautze di kawasan Sawah Besar. Masjid yang terletak di Jalan Lautze ini dibangun komunitas muslim Cina yang juga tokoh pergerakan bersama bekas Presiden Soekarno, yaitu Abdul Karim Oei Tjeng Hien.

Tak jauh dari sana, berdiri Vihara Tri Ratna yang dibangun sekitar pertengahan Abad XIX. Di langit-langit vihara terdapat ratusan piagam dengan cermin yang digantung. Piagam ini titipan umat Buddha dengan harapan selalu sukses dalam kehidupan. Di ruang lain juga terdapat piagam bertuliskan nama keluarga yang sudah meninggal dengan huruf Cina. Umumnya, warga memesan piagam ini sebelum meninggal dengan harga Rp 1,5 juta.

Di kawasan Pasar Baru terdapat gereja yang dibuka sejak 1915. Gereja ini dikenal dengan sebutan Gereja Ayam karena di menara berdiri penangkal petir berbentuk ayam. Di gereja ini terdapat sebuah alkitab kuno cetakan 1855. Alkitab tersebut sempat direnovasi selama setahun di Belanda karena beberapa bagian alkitab rusak.(ZAQ/Sella Wangkar)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6